Telah diadakan penyuluhan pengobatan alami di kampus pada Rabu, 13 Februari 2008. Diadakan di kelas-kelas. Menurut rencana akan diadakan pula di chapel, Jumat 15 Februari 2008.
Kamis, 14 Februari 2008
Kunjungan Tim RSA Medan & ADRA
DI SLAPUR, AKU BELAJAR BERKHOTBAH
Sebagai sebuah keterampilan dasar yang akan menjadi sebuah hasil pengembangan kualitas rohani para pelajarnya, SLAPUR memberikan kesempatan bagi para siswa untuk mengembangkan diri dalam menyampaikan firman TUHAN secara sistematis dan berstruktur melalui kelas Agama di kelas XII, di bawah asuhan Sabar Aritonang. Telah ada sekian siswa yang melayani. Puji TUHAN! Kemampuan dan bakat yang luar biasa lahir di SLAPUR! Selamat kepada nama-nama berikut:
1. Ribka Silalahi
2. Chandra Silalahi
3. Claudia Pungus
4. Joice Simbolon
5. Bernandes Manalu
6. Mary Jamang
7. Ekin
8. Merlin Gujini
9. Yosua Indera
Rabu, 13 Februari 2008
Rahasia orang-orang sukses

PERSOALANNYA BUKANLAH SEBERAPA
KERAS ANDA BERUSAHA
Bekerja keraslah maka Anda akan mendapatkan imbalannya. Kedengarannya sederhana. Tetapi ingatkah Anda bagaimana rasanya, belajar untuk menghadapi ujian? Ada anak yang selamanya belajar tetapi tetap saja nilainya buruk. Ada juga yang hampir-hampir tak pernah belajar tetapi nilai-nilainya hebat. Anda bisa saja menghabiskan upaya luar biasa secara tidak efisien dan tidak meraih apa-apa. Atau, Anda bisa juga mengerahkan upaya yang biasa-biasa saja secara efisien dan meraih imbalannya. Maksud pekerjaan Anda adalah untuk meraih kemajuan, bukan sekedar berupaya.
Achenbach's Pastries adalah sebuah institusi di Kabupaten Lancaster, Pennsylvania. Toko roti milik keluarga ini mempunyai basis pelanggan yang setia dan telah lebih dari empat dekade beroperasi secara menguntungkan.
Pada tahun 1990-an, para pemiliknya memutuskan untuk mengembangkan usaha mereka --- menawarkan roti sandwich dan produk-produk lainnya dan menambahkan lokasi-lokasi baru bagi eceran maupun grosiran.
Seumur hidup mereka, para pemilik toko roti ini tak pernah bekerja sekeras seperti setelah mereka ekspansi. Dan sebagai imbalan atas segala kerja keras mereka itu, mereka malah mendapatkan uang lebih sedikit dan ancaman kebangkrutan sebab meeka tak dapat melunasi hutang-hutang mereka yang timbul dalam ekspansi tersebut.
Earl Hess, seorang pensiunan eksekutif bisnis, memberikan modal untuk mempertahankan bisnis perusahaan itu, lalu membeli keseluruhan operasinya. Ia pandang segalanya sebagai pengamat yang obyektif dan menemukan bahwa toko roti ini gagal akibat ketidak efisienan. "Produk meeka terlalu banyak. Sembilan puluh persen penjualan berasal dari 10 persen produk mereka. Mereka rugi karena memproduksi produk-produk tertentu dalam jumlah sangat sedikit." Hess mengatakan bahwa ketika ia mengambil alih perusahaan ini ia sudah tahu:"Orang-orang ini memang sudah bekerja sangat keras, tetapi kurang bekerja secara cerdas."
Upaya adalah ciri yang paling terlalu dilebih-lebihkan dalam mendatangkan sukses. Orang memeringkat upaya sebagai peramal sukses yang terutama, padahal upaya justru merupakan faktor yang paling tidak penting. Upaya justru merupakan peramal yang paling payah, sebab upaya yang tidak efisien merupakan sumber perasaan kecil hati, membuat orang menyimpulkan bahwa mereka takkan pernah meraih sukses karena bahkan mengerahkan upaya maksimalpun tidak membuahkan hasil. Scherneck 1998.
KATA-KATA PENGHIBUR

GOD, ARE YOU THERE ?
I'm way down here!
You're way up there!
Are Your sure You can hear
My faint, faltering player ?
For I'm so unsure
Of just how to pray....
To tell You the truth, God,
I don't know what to say ....
I Just know I am lonely
And vaguely disturbed,
Bewildered and restless,
Confused and perturbed ....
And they tell me that prayer
Helps to quiet the mind
And to unburden the heart
For in stillness we find
A newborn assurance
That Someone does care
And Someone does care
And Someone does answer
Each small sincere prayer
TUHAN, ADAKAH KAU DI SANA ?
Saya jauh di bawah ini!
Engkau jauh di atas sana !
Apakah Kau yakin Kau dapat mendengar
Doaku yang redup dan terputus-putus ini ?
Aku tidak tahu pasti
Bagaimana saya harus berdoa
Terus terang saja Tuhan,
Saya tidak tahu apa yang harus saya katakan.....
Saya hanya tahu saya kesepian
Dan agak gelisah,
Bingung dan resah,
Kacau dan terganggu......
Dan orang mengatakan bahwa berdoa
Dapat membantu menentramkan pikiran,
Serta melegakan hati,
Karena dalam keheningan kami akan menemukan
Suatu keyakinan yang baru
Bahwa seseorang benar-benar memperhatikan kita
Dan bahwa seseorang benar-benar menjawab
Setiap doa yang walaupun kecil tetapi tulus !
Selasa, 12 Februari 2008
Cerita yang bijak

ANDROCLES DAN SINGA
Zaman dahulu hidup seorang budak bernama Androcles. Ia milik seorang majikan yang sangat kejam. Kendati pekerjaan yang dilakukan Androcles baik, majikannya memukulnya setiap hari. Androcles sedih karena itu. Dia berpikir untuk melarikan diri. Begitu mendapat kesempatan, pada suatu hari ia melarikan diri dari rumah majikannya. Dalam pelariannya itu ia melewati sebuah hutan yang lebat. Tiba-tiba ia berjumpa dengan seekor singa ganas. Ketika mendengar auman singa itu ia ingin lari. Akan tetapi, ketika singa itu mengaum untuk kedua kalinya, ia merasakan ada perbedaan. Singa itu mengaum seolah sedang merintih kesakitan. Dengan tenang Androcles mendekati singa itu. Ketika melihat kedatangannya, singa itu melompat dan akan menerkamnya, tetapi singa itu kemudian mengangkat cakarnya sambil memohon sesuatu.
Androcles merasa lebih yakin, ia kemudian mendekat. Ia melihat sebuah duri tertancap di salah satu cakar singa itu sehingga cakar itu membengkak dan singa itu kesakitan. Androcles kemudian mengangkat cakar itu dengan lembut untuk mengeluarkan duri. Atas pertolongan itu singa mencium tangan Androcles sebagai tanda terima kasih. Androcles kemudian tinggal bersama singa itu beberapa hari. Ketika singa itu telah membaik, Androcles melanjutkan pelariannya. Akan tetapi, karena ia pergi tidak terlalu jauh, orang-orang majikannya segera menangkapnya. Ia dibawa kembali kepada majikannya. Sebagai hukuman, Androcles dimasukkan penjara. Hari berikutnya di hadapan raja dan para pegawai istana ia dimasukkan dalam gelanggang, di mana seekor singa telah menanti memangsanya. Ketika seekor singa mendekat, Androcles menutup matanya karena takut. Ia sangat terkejut ketika singa itu hanya menjilat tangannya. Ternyata singa itulah yang telah ia selamatkan. Singa itu ditangkap ketika ia juga ditangkap. Raja menyaksikan peristiwa itu, kemudian beiau meminta penjelasan. Setelah mendengar cerita tentang hubungan Androcles dan singa itu, maka Androcles dan singa dibebaskan.
Rasa terima kasih adalah suatu sifat yang tidak hanya diperuntukkan bagi manusia.
SENYUM ITU BERKAT

BANK KELILING YANG TIDAK AMAN
Menjadi Pemandu Wisata ternyata tidak segampang yang dibayangkan. Disamping harus selalu bersikap ramah, berkepribadian menarik, dan berpengetahuan luas, juga harus dapat meluruskan masalah-masalah yang dihadapi para turis.
Bambang Sakri adalah seorang Pemandu Wisata dari Wirawiri Tourism Bureau. Rupanya dia adalah guideyang bisa dikatakan canggih.
Suatu hari, Bambang Sakri mengantarkan para turis dari negeri Sakura. Mereka ingin melihat keindahan alam di pegunungan Dieng, Jawa Tengah. Tetapi dasar orang dari negeri yang super maju, begitu mereka melewati suatu perkebunan di Parakan, Tuan Sakurata, seorang dari antara turis itu, nyeletuk. "E, Tuan Sakri," katanya dengan nada kuatir. "Apakah tidak sebaiknya kita kembali saja?" "Lho, kenapa Tuan Sakurata?"
"This Village is tidak aman," jawab Tuan Sakurata sambil menunjuk seorang petani wanita yang sedang tersenyum ramah kepada para turis yang lewat itu.
Bambang Sakri berpikir sejenak! "Maaf, dia adalah pekerja pekerbunan. Bukan gerilyawan Viet Cong. Memang, dia sama-sama berseragam topi bambu (caping)," ungkap Bambang Sakri tanpa kehilangan keramahannya. "Dia adalah pekerja yang tekun, dan kehidupannya amat dekat dengan alam." "Ya, saya tahu," sahut Tuan Sakurata. "Tetapi harta kekayaannya itu pasti tidak aman disimpan di rumahnya."
"Bagaimana Tuan bisa tahu?" "Coba lihat!" katanya penuh keyakinan. "Emas yang seharusnya diinvestasikan di Bank Desa, terpaksa dibawa ke mana-mana. Lihat, di kulum-kulum dalam mulutnya itu!"
"Itu memang gigi emas, tuan!"
Sesungguhnya kehidupan di dunia ini memang tidak aman. Bahaya selalu mengintai kita. Sudah siapkah Anda menghadapi bahaya itu?
"Buatlah bagimu pundi yang tidak dapat menjadi tua, suatu harta di sorga yang tidak akan habis, yang tidak dapat didekati pencuri dan yang tidak dirusakkan ngengat. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada." Lukas 12:33b-34
Dengarkan mereka bicara

TAK TAHU BERTERIMA KASIH
Di tepi sebuah sungai hiduplah seekor beruang Grixly yang cukup besar tubuhnya, banyak makannya, dan kuat sekali tenaganya. Suatu hari ketika musim panas tiba, sungai itu menjadi surut dan ikannya pun ikut berkurang. Maka berkurang pulalah bahan makanan di tempat itu, sehingga untuk dapat mengenyangkan perutnya, ia harus pergi ke bagian lain di sungai itu untuk bisa memperoleh ikan yang cukup untuk dimakannya. Tiba di suatu tempat yang lain, dilihatnya sudah ada seekor beruang yang lebih kecil sedang menikmati ikan besar hasil tangkapannya. Maka pikir si Grizly itu. "Oh, pasti di salah satu lubuk di sungai ini masih tersimpan banyak ikan yang besar-besar dan sedap sekali untuk disantap."
Demi terpikir olehnya hal yang sedemikian itu, maka si Beruang Grizly itu pun segera turun ke sungai. Bukan untuk segera berenang menangkap ikan melainkan membendung aliran airnya. Supaya dengan demikian ia dapat menguras seluruh isi didalamnya. Dan benar, sebentar kemudian sungai itu sudah terbendung, dan tinggal menguras untuk dapat mengeringkan airnya, supaya dapat menangkap ikan yang dikehendakinya.
Satu, dua, tiga, empat, lima......dan seterusnya, ikan-ikan kecil sudah didapatnya. Tetapi rupanya itu tidak menarik selera si Beruang Grizly. Ikan-ikan itu dibuangnya begitu saja ke tepi sungai, sementara ia terus sibuk mencari-cari ikan yang lebih gendut dan besar.
Beruntunglah kucing Bundel yang kebetulan melewati tepi sungai itu. Ia tinggal memunguti apa yang dilempar oleh si Beruang Grizly, dan menikmatinya saja dengan penuh syukur, tanpa harus berjerih payah lebih dahulu.
Tetapi apa yang trjadi, sampai menjelang sore, si beruang Grizly itu belum berhenti menguras air sungai untuk bisa mendapatkan ikan besar sebagaimana yang diidam-idamkannya. Sampai akhirnya ia pun kelelahan dan berputus asa karena tidak mendapatkan sesuatupun. Dengan badan lebih dan hati yang kecewa ia mentas ke darat. Lalu pulanglah ia dengan perut kosong dan badan kedinginan.
Siapa yang berharap terlalu banyak ia akan menjadi kecewa. Tetapi siapa dapat mensyukuri perolehannya yang sedikit, ia akan dipuaskan dengan rezekinya itu.
"Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala. Semuanya itu mendatangkan murka Allah." (Kolose 3:5-6).
Kamis, 07 Februari 2008
CHURCH OFFICERS SE-KJKT DI SLAPUR
Seminar officers jemaat se-Konferens Jawa Timur yang bertajuk penginjilan menjadi sebuah motivasi dan semangat baru bagi jemaat-jemaat GMAHK di Konferens Jawa Kawasan Timur ini. Tepat pada tanggal 25-27 Januari 2008 yang akan datang, event ini diadakan di SLAPUR.
Sebuah tugas pelayanan yang penuh berkat bagi SLAPUR, sebab SLAPUR menjadi tuan rumah dalam agenda penting ini. Dengan demikian, pertemuan ini diharapkan akan membuahkan hasil yang baik dan penuh berkat. Diperkirakan sedikitnya 150 orang akan berkumpul untuk me- ngadakan seminar dan bersama dalam setiap urutan tata acara dalam kegiatan akbar ini. Sementara itu paduan Suara SLAPUR akan melayani pada Jumat malam dan Sabat pagi.
Asrama putra dan putri akan dihuni oleh para tamu dan undangan yang akan mengikuti seminar ini. Semoga membawa berkat bagi pergerakan jemaat-jemaat di Jawa Timur dan seluruh dunia.
Red.
SLAPUR DALAM LEAD SEMINAR DAN TELL THE WORLD (30 Januari-6 Februari 2008)






Dalam Lead Seminar yang diadakan dalam tingkat Uni Indonesia Kawasan Barat ini, SLAPUR patut bersyukur oleh karena Paduan Suara diberikan kesempatan untuk melayani dan kesempatan itu pula digunakan sebagai salah satu sarana promosi. Pelayanan oleh Paduan Suara SLAPUR diadakan pada Sabat, 2 Februari 2008 dalam ibadah Sabat gabungan di Aula Mahanaim, Sumberwekas, pada acara khotbah dan sekolah sabat.
Lead Seminar yang bersamaan dengan pelaksanaan seminar Tell the World yang juga dihadiri oleh delegasi-delegasi dari seluruh Uni Indonesia Kawasan Barat pun menjadi sebuah kesempatan baik bagi SLAPUR untuk menunjukkan keberadaannya lewat Paduan Suara SLAPUR yang juga melayani pada Senin, 4 Februari 2008 di Blessing Hills Family Resort, Trawas. Merupakan kesempatan baik untuk memper-kenalkan sekolah kita ini kepada pihak pimpinan-pimpinan gereja dan lembaga yang ada di Uni Indonesia Kawasan Barat. Sebagai pembicara dan nara sumber adalah beberapa Pendeta dari General Conference, Amerika dan kantor divisi kita di Filipina, serta officers dari Uni Indonesia Kawasan Barat dan anggota komite eksekutif UIKB.
Berkesempatan berkenalan baik dengan Pastor John (salah seorang nara sumber dari Amerika) dan Mr. Keith Henry (bendahara SSD, Filipina) yang kemudian berkunjung ke asrama putra dan putri SLAPUR pada hari Senin, 4 Februari 2008. SLAPUR sekolah yang menyenangkan, demikian komentar beliau.
Lead Seminar yang bersamaan dengan pelaksanaan seminar Tell the World yang juga dihadiri oleh delegasi-delegasi dari seluruh Uni Indonesia Kawasan Barat pun menjadi sebuah kesempatan baik bagi SLAPUR untuk menunjukkan keberadaannya lewat Paduan Suara SLAPUR yang juga melayani pada Senin, 4 Februari 2008 di Blessing Hills Family Resort, Trawas. Merupakan kesempatan baik untuk memper-kenalkan sekolah kita ini kepada pihak pimpinan-pimpinan gereja dan lembaga yang ada di Uni Indonesia Kawasan Barat. Sebagai pembicara dan nara sumber adalah beberapa Pendeta dari General Conference, Amerika dan kantor divisi kita di Filipina, serta officers dari Uni Indonesia Kawasan Barat dan anggota komite eksekutif UIKB.
Berkesempatan berkenalan baik dengan Pastor John (salah seorang nara sumber dari Amerika) dan Mr. Keith Henry (bendahara SSD, Filipina) yang kemudian berkunjung ke asrama putra dan putri SLAPUR pada hari Senin, 4 Februari 2008. SLAPUR sekolah yang menyenangkan, demikian komentar beliau.
Selasa, 05 Februari 2008
Illustrasi

CINTA YANG GAGAL KARENA
PERBEDAAN KEDUDUKAN
Pada tahun 1971 yang lalu di Brasil, atau tepatnya di kota Sao-Paulo terjadi suatu kisah kasih yang cukup menggemparkan masyarakat di sana. Pada hari Natal, seorang polisi yang berasal dari keluarga sederhana, yang namanya Eli Rosa berkenalan dengan seorang mahasiswi berkebangsaan Jepang yang bernama Mitiko Nishimoto. Ternyata perkenalan itu bukan hanya suatu perkenalan biasa, tetapi diteruskan dengan jalinan cinta yang sangat mendalam di antara kedua muda-mudi ini. Namun mereka menyadari bahwa di antara mereka terdapat suatu jurang perbedaan yang sangat mendalam dan lebar. Eli Rosa hanyalah seorang polisi yang miskin, sedangkan Mitiko adalah anak seorang multi jutawan Jepang di kota Sao-Paulo.
Ketika ayah Mitiko mendengar jalinan percintaan antara anaknya dengan polisi yang miskin itu, dengan sangat keras ia menentangnya. Ia berkata: "Polisi yang miskin itu sama sekali tidak cocok untuk menjadi suamimu. Kalau engkau hendak menikah nanti akan kucarikan seorang suami yang cocok dan pantas untukmu sesuai dengan kedudukan ayahmu." Menghadapi rintangan ini kedua insan yang sedang dimabuk cinta itu tidak terputus asa. Meeka tetap mengadakan hubungan satu sama lainnya meskipun secara sembunyi-sembunyi.
Oleh karena peri lakunya yang tidak bercela, Eli Rosa mendapat suatu kenaikan pangkat yang cukup meyakinkan; ia dilantik menjadi inspektur polisi. Ia berpendapat bahwa adalah tidak baik jikalau percintaannya dengan Mitiko berlangsung secara rahasia demikian ini, karena itu dengan memberanikan diri pada suatu hari ia mendatangi kantor ayah Mitiko yang terletak di suatu gedung perkantoran megah bertingkat 18. ayah Mitiko menerima kedatangan Eli Rosa dengan wajah yang dingin, dan sebelum Eli Rosa sempat menyatakan niatnya untuk meminang Mitiko, sang ayah yang keras ini sudah mendahului berkata:"Tak usah engkau menyebut namamu, aku sudah tahu siapa engkau, aku juga sudah tahu bahwa engkau sekarang sudah menjadi inspektur polisi. Tetapi jangan sekali-kali engkau menyangka, karena engkau sudah menjadi inspektur lalu layak menjadi suami Mitiko. Laki-laki seperti engkau tidak layak mendampingi anakku yang cantik itu. Jadi, daripada membuang waktu dan tenagamu dengan sia-sia, putuskanlah hubunganmu dengan Mitiko. "Menghadapi kata-kata yang pedas dan keras ini, hati Eli Rosa serasa terbang tak karuan. Buyarlah semua angan-angan dan cita-citanya yang manis. Hampa rasanya hidupnya. Dan dengan hati yang kosong ia keluar dari kamar ayah Mitiko dan berjalan ke tepi jendela yang berada di bangunan ya gke-18 itu. Setelah termenung sebentar ia kemudian melompat ke bawah. Dengan segera tubuhnya jatuh ke bawah terhempas di atas aspal yang keras. Semua orang menjadi gempar, termasuk ayah Mitiko yang sama sekali tidak menduga reaksi Eli Rosa yang demikian nekad itu. Dan yang paling menderita tentunya Mitiko yang begitu mengasihi Eli Rosa. Pikirannya sangat terganggu dan ia harus masuk rumah sakit jiwa untuk menenangkan pikirannya, bahkan ia tidak mau lagi menenal ayahnya yang menurut perasaannya adalah sangat kejam. Sang ayah merasa menyesal sekali dan berkali-kali mencoba untuk menemui anaknya, bahkan rela menyembah Mitiko untuk memintakan ampun atas kesalahan dan kesombongannya. Tetapi semua itu sia-sia. Eli Rosa sudah mati dan tidak dapat hidup kembali dan demikian pun cinta yang membara dalam hati Mitiko sudah ikut mati bersama dengan kematian kekasihnya.
Saudara, bukankah hal seperti itu juga sering kita lihat dalam kehidupan kita sehari-hari dalam bentuk dan versi yang lain? Ayah Mitiko tidak memandang sebelah mata kepada polisi Eli Rosa karena ia hanyalah seorang polisi yang sederhana, bukan jutawan seperti ayah Mitiko. Tentu akan sangat lain jalan cerita ini kalau Eli Rosa juga seorang jutawan.
Manusia memang sering kali mengadakan perbedaan-perbedaan tertentu dalam hidup bermasyarakat. Perbedaan antara si kaya dan si miskin, si terpelajar dan tidak terpelajar, golongan bangsawan dan rakyat jelata dan sebagainya. Perbedaan-perbedaan tersebut sering kali menimbulkan masalah yang rumit serta menyedihkan seperti yang pernah terjadi dalam kisa Mitiko tadi. Tetapi, puji syukur kepada Tuhan, Alkitab memberitakan suatu berita yang sangat menggembirakan di dalam diri Tuhan Yesus. Ketika Ia berada di dunia ini, Ia melayani umat manusia dengan tidak memandang kedudukan, pangkat maupun latar belakang kehidupannya masing-masing. Kita jumpai Tuhan Yesus bergaul serta melayani orang-orang miskin, orang yang dianggap sampah masyarakat seperti: pelacur, pengemis, orang kusta dan lain sebagainya. Tuhan Yesus juga mau beramah-tamah dengan pemungut-pemungut cukai yang pada waktu itu sangat dibenci oleh masyarakat. Bahkan ketika Ia trgantung di kayu salib, di sebelah kiri kanannya tergantung juga dua orang penjahat besar. Tidak ada perbedaan-perbedaan lagi di dalam Tuhan Yesus Kristus, demikian ungkapan yang dinyatakan oleh rasul Paulus. Semua orang, kaya miskin, terpelajar maupun tidak, tua-muda, bangsawan maupun bukan, semua orang memerlukan anugerah serta kemurahan dari Tuhan Yesus yang menyerahkan diriNya untuk menanggung dosa umat manusia.
Kata-kata Penghibur

In God Is Our Strength
It's a troubled world we live in
and we wish that we might find
Not only happines of heart
but longed for peace of mind
But where can we begin our search
In this age of automation
With neighbor againts neighbor
and nation againts nation,
Where values have no permanence
and change is all around
And everything is sinking sand
and nothing solid ground?
In our fight for freedom
let us not forget one thing,
The battle is the Lord's
for He still is the King.
He knows our every purpose,
and God is on our side
For the things that we fitht for
are right and justified.
Our principles are high
so we can count upon the Lord
To give us strength and courage
and His love as a reward
Tuhan adalah Kekuatan Kita
Dunia ini penuh kesulitan
dan kita ingin mencarinya
Bukan saja kebahagiaan di hati
namun juga kedamaian
Namun di mana kita harus mulai mencari
di abad otomatisasi ini
Di mana tetangga saling bermusuhan
dan bangsa-bangsa saling berseteru,
Di mana nilai-nilai hidup tidak tetap
dan perubahan selalu terjadi
Dan dimana-mana kita dapat tenggelam
tanpa ada pijakan yang kuat ?
Dalam perjuangan kebebasan kita
janganlah kita lupa
Bahwa perang ini adalah milik Tuhan
Karena Ia tetap Raja kita.
Ia tahu semua tujuan kita
dan ia selalu di pihak kita
Karena semua yang ia perjuangkan
adalah hak kita dan dibenarkan
Prinsip-prinsip kita tinggi
dan kita percaya bahwa Tuhan
Akan memberi kita kekuatan dan kebearanian
serta kasihNya sebagai imbalan
Senin, 04 Februari 2008
Spirit of CHANGE

MEREKA BISA MENGUBAH DUNIA DALAM SEKEJAP
George Soros mengatakan :"Ketidakpastian, itulah hukum pasar di mana pun."
Pasar adalah sekumpulan manusia yang memiliki daya beli dan minat beli. Ketika setiap orang memiliki karakter yang spesifik, dapatkah kita memprediksi apa yang akan mereka lakukan, baik secara kolektif maupun individual ? Gerakan pasal sulit ditebak. Namun kekuatan pasar luar biasa. Meeka bisa memaksa para diktator untuk turun tahta. Mereka bisa membuat sebuah negara mendadak menjadi miskin. Meeka bisa mengubah dunia dalam sekejap. Itulah gelombang perubahan yang begitu menakutkan bagi mereka yang tidak siap, namun sangat menguntungkan mereka yang siap.
Motivasi
BAKAT DAN KEBERHASILAN
Satu ungkapan mengatakan:"Keberhasilan didukung oleh bakat dan pengembangannya didukung oleh kemampuan."
Bakat dalam Kamus besar Indonesia halaman 70 dikatakan : adalah dasar (kepandaian, sifat, dan pembawaan yang dibawa dari lahir.'
Pengertian Bakat dalam Psikologi diartikan dengan lebih luas :"Bakat adalah suatu kelebihan,pembawaan adalah watak, sifat-sifat dan sikap-sikap seseorang (yang berhubungan dengan perilaku). Bakat adalah suatu kelebihan yang diberikan manusia sejak ia dalam kandungan. (Jika dalam perjalanan hidupnya berhasil membangkitkan bakat, berhasil menggali dan mengembangkan kelebihan-kelebihan yang diberikan Tuhan kepadanya maka niscaya ia adalah orang yang sangat beruntung).
Mengapa dikatakan sangat beruntung ? Sebab dengan bakat-bakatnya, ia akan mempunyai kelebihan dari yang lain. Dengan bakat-bakatnya segala sesuatu dapat dikerjakan dengan mudah (yang sulit dibuat menjadi mudah).
Tetapi sangat disayangkan, ternyata banyak yang tidak menyadari akan pemberian yang berharga. Setelah lahir sedikit demi sedikit, hari berganti bulan, bulan brganti tahun, dan tahun berganti masa akhirnya bakat terpendam begitu saja oleh waktu dan pergaulan.
William James mengatakan: Sebenarnya kita mungkin hanya mengembangkan kurang dari 10 % potensi yang Tuhan berikan kepada kita. Jikalau benar apa yang dikatakan.....berarti kita masih ada lowongan untuk berkembang. Bagaimanapun terbatasnya kita, tetap ada lowongan kesempatan untuk bisa berkembang dan untuk terus menerus menumbuhkan diri kita . Tidak ada henti-hentinya kita bisa belajar. Tidak ada seorang yang ketika belajar sampai suatu tahap, lalu seluruh otaknya menjadi penuh dan tidak dapat diisi lagi dengan informasi baru. Kita masih bisa terus berkembang dan dibutuhkan keyakinan untuk berkembang. Sebagai contoh : Apabila kita mengalami kesulitan dengan Fisika atau matematika, bukan berarti kita sudah menjadi orang yang gagal/tidak berbakat. Kita masih bisa mencoba untuk mengembangkan diri di bidang lain yang kita kuasai, sehingga kita mempunyai pengalaman sukses dari bidang yang kita kuasai. Dan ini akan menolong membangun perasaan keyakinan diri kita untuk berkembang. Jadi untuk berkembang kita mulai dari apa yang ada pada diri kita, jangan mulai dengan mengkonsentrasikan diri dengan kesulitan yang membuat kita menjadi lemah, malas belajar dan enggan diri. Kita berkembang mulai dengan menerima apa adanya diri kita dan mau mengembangkan apa yang ada pada diri kita. Banyak kesaksian dari orang besar yang sukses dalam kehidupan yang bisa kita ambil hikmahnya. Salah satunya adalah Thomas A. Edison seorang penemu yang besar dalam sejarah. Pada waktu muda, gurunya mengatakan bahwa ia adalah seorang Slow Learner (orang yang lambat belajar). Ia dianggap sebagai seorang yang tidak ada harapan dan dikeluarkan dari sekolah. Tetapi ia bersyukur, memiliki ibu yang mengenal dengan baik bakat yang ada dalam dirinya. Ibunya dengan penuh kesabaran dan penuh keyakinan mengembangkan bakat apa yang ada pada diri Thomas Edison, sehingga dikemudian hari kita dapat melihat ketekunan Thomas Edison di dalam menuntut ilmu dan mengembangkan diri seumur hidupnya. Akhirnya ia menjadi seorang yang berhasil didalam kehidupannya. Thomas Edison berhasil karena ada orang yang mau menerima dia apa adanya dan mau mengembangkan bakat apa yang ada pada dirinya. Success is my right. Drs. Petrus Souisa ,M.Ed.
Jumat, 01 Februari 2008
Dengarkan mereka bicara

SEEKOR CAPUNG YANG TINGGI HATI
Suatu sore di tepi hutan, sekawanan gajah sedang berkumpul sambil menikmati makan sorenya. Dan seekor gajah muda kesulitan meraih daun yang berada di atas dahan yang sedikit lebih tinggi daripada tinggi tubuhnya. Maka dengan kesulitannya gajah muda itu berdiri di atas dua kaki belakangnya. Tetapi meski begitu ia tetap tidak berhasil meraihnya juga. Belalainya tidak cukup panjang untuk menggapai. Sementara itu seekor capung sedari tadi berseliweran terbang melintas-lintas sambil menertawakan perangai si gajah muda itu.
"Hai, Gajah muda, biar tubuhmu besar tetapi rupanya kamu termasuk hewan yang bodoh, ya? Masa, cuma mau meraih daun setinggi itu pun kamu tidak bisa. Heheh........, apa gunanya punya tubuh besar tetapi tolol."
Mendengar ejekan itu panaslah telinga si gajah muda. Tetapi ia tidak menggubrisnya. Melainkan hanya mengibas-ngibaskan telinganya yang lebar itu. Sementara si capung terus terbang mengitarinya sambil berceloteh.
"Hai, Gajah Muda. Lihatlah aku. Tanpa susah payah pun aku dapat terbang setinggi yang kukehendaki. Lihatlah ini." seru capung sambil memperlihatkan kemahirannya mengangkasa. Tetapi di luar kesadarannya, sesungguhnya seekor burung alap-alap sedang mengincarnya sejak tadi pula. Maka begitu capung melepaskan diri dari kerumunan kawanannya, ia segera disambar. Hup ! Kena, dan sirna. Tinggal bulu-bulu sayapnya saja yang tersisa. Jatuh meluruh ke tanah di dekat kaki si gajah. Sambil mendesah si Gajah Muda mendongak ke atas. Gumamnya, "Rupanya di atas yang paling tinggi pun masih ada yang lebih tinggi. Di atas yang paling pintar juga masih ada yang lebih pintas."
Ada satu nasihat bijak dari Bahasa Jawa: "Aja dumeh" (Jangan berlagak). Maka berusahalah menjadi pintar, tetapi yakinlah: selalu masih banyak orang yang lebih pintar daripada kamu. Maka lebih bijak dan terpuji jika kita berendah hati."
"Akhir suatu hal lebih baik daripada awalnya. Panjang sabar lebih baik daripada tinggi hati. Janganlah lekas-lekas marah dalam hati, karena amarah menetap dalam dada orang bodoh." (Pengkhotbah 7:8-9).
Ketawa itu sehat

AKAL-UKIL YANG OKOL
Sudahkah anda mengenal Pak Pawiraokol ? Mudah-mudahan saja belum supaya kelak anda kena tipuannya. Pak Pawiraokol adalah seorang pedagang senjata tajam yang cukup berakal licik. Di samping itu ia sangat ukil (kreatif), dan sering okol-okolan (asal-asalan) dalam membuat sesuatu. Setiap hari ia menjajakan barang dagangannya yang berupa pisau dapur, golok, cangkul, arit, dan yang sejenisnya. Ia berkeliling dari kampung ke kampung, dari desa ke desa, dan dari pasar ke pasar, sambil menawarkan dagangan dengan bahasa khasnya yang canggih dan komunikatif komersial.
"Tuan-tuan dan nyonya-nyoya, sobuga ritkok sali!"serunya. "Piso seribu tiga, arit bengkok bisa kembali. Ayo nyonyanya bapak, bapaknya nyoya, sobuga ritkok sali!"
Tentu saja banyak orang yang tertarik untuk membelinya. Tetapi setiap kali para pembeli menggunakan barang produksi Pak Pawiraokol, meeka selalu kecewa.
Seperti biasa, Pak Pawiraokol selalu dikerumuni oleh banyak orang. Tetapi kali ini kerumunan banyak orang itu tidak akan membeli dagangannya. Mereka akan memprotes karena telah ditipu dan dirugikan. "Hei, Pak!" seru salah seorang pemrotes sambil memperlihatkan arit yang bengkok milip leher bebek kurang darah. "Bagaimana ini, arit yang baruj saya beli dua hari yang lalu kok sudah tidak bisa dipergunakan. Hayo, tukar lagi!"
"Ya nggak boleh to, Mas," sahut Pak Pawiraokol. "Kok nggak boleh! Kemarin sampeyan (kamu) kan bilang kalau arit ini bengkok bisa dikembalikan."
"Mana, coba kemarikan aritnya," sahut Pak Pawiraokol kalem. "Sini saya kasih contoh mbetulinnya." Lalu Pak Pawiraokol membetulkan arit itu dengan memukul-mukulkannya ke kotak dagangan, kemudian ditekak-tekuknya arit itu dengan tangan.
"Nah, beres kan!" serunya kemudian. "Oooo.......," jawab pemrotes itu melongo. Dan beberapa belas menit kemudian Pak Pawiraokol sudah berpindah tempat di.........kantor polisi!
Pekerjaan yang paling enteng dan menyenangkan adalah berbohong dan menipu......selama belum ketahuan !
"Betapa liciknya hati, lebih licik daripada segala sesuatu.........Aku, Tuhan yang menyelidiki hati, yang menguji batin untuk memberi balasan kepada setiap orang setimpal dengan tingkah langkahnya, setimpal dengan hasil perbuatannya." Yeremia 17:9-10
Artikel
MENJADI MANUSIA PEMBELAJAR
Oleh : Drs. Petrus Souisa, M.Ed.
Mrs. Ellen G. White menulis didalam Amanat kepada orang muda hal 176 :”Janganlah merasa puas dengan mencapai satu derajat yang rendah……Tuhan telah memberikan kepada kita kuasa berpikir, bukan untuk dibiarkan menganggur saja…..melainkan untuk disempurnakan setinggi-tingginya……jangan engkau pernah berpikir bahwa engkau sudah belajar cukup…..Pikiran yang telah diusahakan itulah ukuran manusia. Pendidikanmu harus diteruskan sepanjang umur hidupmu, engkau harus belajar tiap-tiap hari, serta menjalankan pengetahuan yang telah kau peroleh itu dalam hidupmu sehari-hari.”
Kita simak baik-baik apa yang dikatakan Mrs. Ellen G. White bahwa pendidikan/belajar adalah pekerjaan seumur hidup. Perlu belajar tiap-tiap hari dan mempraktekkan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari.
Berikut ini kita akan belajar dari seorang yang berhasil dalam hidupnya , apa yang ia pelajari juga dipraktekkan dalam hidupnya.
Apabila kita melihat gambaran pria kecil dengan kumis kecil, membawa tongkat, dan mengenakan celana baggy, sepatu besar yang aneh, dan topi. Kita langsung akan tahu bahwa itu adalah Carlie Chaplin. Dan boleh dikatakan semua orang banyak mengenalinya. Pada tahun 1910-an dan 1920-an, ia adalah orang yang paling terkenal. Pada waktu Charlie Chaplin lahir, tak seorangpun pernah menyangka bahwa ia akan menjadi tenar. Ia dilahirkan dalam kemiskinan sebagai putera dari pemusik Inggris, ketika masih kecil ia menemukan dirinya di jalanan dimana pada waktu itu ibunya di masukkan kelembaga pemasyarakatan. Charlie Chaplin setelah bertahun-tahun di rumah penampungan/serta Yayasan yatim piatu, ia mulai bekerja di panggung untuk menunjang hidupnya. Di usia 17 tahun, Charlie Chaplin sudah menjadi aktor kawakan. Pada tahun 1914, di pertengahan usia dua puluhan, ia bekerja pada Mack Sennet di Key Stone Studios di Hollywood, dengan upah 105 dollar per minggu. Selama tahun pertama dari bisnis film itu, ia membuat tiga puluh lima film sebagai aktor, penulis, dan sutradara. Semua orang segera mengakui talentanya, dan Charlie Chaplin semakin terkenal. Setahun kemudian, ia mendapatkan upah 1.250 dollar per minggu. Lalu pada tahun 1918, ia melakukan sesuatu yang belum pernah di dengar orang sebelumnya, dimana ia menandatangi kontrak senilai 1 juta dollar yang pertama kalinya dalam industri hiburan. Ia sudah kaya, ia sudah terkenal, dan ia menjadi pembuat film paling berkuasa di dunia diusia yang baru dua puluh sembilan tahun. Charlie Chaplin sukses karena ia memiliki talenta besar dan dorongan yang luar biasa. Namun keberhasilan hidupnya didorong oleh sikap yang selalu mau belajar dan mau diajar. Ia terus berupaya untuk tumbuh, belajar, dan menyempurnakan aktingnya. Bahkan ketika ia sudah sangat populer serta mendapatkan bayaran tertinggipu, ia tidak puas dengan apa yang ia sudah miliki. Charlie Chaplin suatu kali pada waktu di wawancarai menjelaskan hasratnya dalam memperbaiki diri....dia katakan sebagai berikut:”Jika sedang menonton salah satu film saya yang ditayangkan kepada hadirin, saya selalu memperhatikan apa yang tidak membuat mereka tertawa. Jika,umpamanya beberapa hadirin tidak tertawa melihat akting yang saya maksudkan untuk melucu, saya langsung merobek-robek adegan tersebut dan berusaha menemukan apa yang keliru dengan gagasannya atau dalam pelaksanaannya. Jika saya mendengar tawa padahal suatu adegan tidak saya maksudkan untuk melucu, saya akan bertanya kepada diri sendiri, mengapa orang tertawa menyaksikannya.”
Hasrat untuk tumbuh menjadikan Charlie Chaplin sukses secara ekonomi, dan membawa tingkat kesempurnaan yang tinggi pada segala sesuatu yang ia lakukan. Di zaman itu, karya Charlie Chaplin dianggap sebagai hiburan yang mengagumkan. Dan dengan berjalannya waktu, ia di kenal sebagai jenius komik. Hari ini, banyak filmnya di anggap sebagai mahakarya, dan ia dihargai sebagai salah seorang pembuat film trbesar sepanjang zaman. Seandainya Charlie Chaplin menggantikan sikap mau belajarnya dan sikap mau di ajarnya dengan kepuasan diri yang sombong ketika ia sukses namanya akan disejajarkan dengan Ford Sterling atau Benturpin, bintang Film bisu yang sudah dilupakan orang. Namun Charlie Chaplin terus tumbuh dan belajar sebagai seorang aktor, sutradara, dan akhirnya eksekutif film. Ketika ia belajar dari pengalaman bahwa para pembuat film di tentukan nasibnya oleh studio serta distributor, ia mulai membentuk organisasinya sendiri yaitu United artists bersama dengan Douglas Fairbank, Mary Pickford, dan D.W. Griffith. Perusahaan film ini masih beroperasi hingga sekarang. Dari kisah keberhasilan hidup Charlie Chaplin kita dapat mengambil pelajaran:
Bahwa untuk berhasil/sukses, kita menghadapi bahaya sikap berpuas diri dengan apa yang sudah kita capai.
Untuk mencapai keberhasilan kita perlu bertumbuh terus. Pertumbuhan akan menentukan siapa kita yang sesungguhnya. Siapa kita yang sesungguhnya akan menentukan siapa yang akan tertarik kepada kita. Dan siapa yang tertarik kepada kita akan menentukan sukses/keberhasilan kita. Jadi jawabannya sederhana, keberhasilan Charlie Chaplin adalah oleh karena ia mau belajar dan mau di ajar.
Kita belajar untuk hidup. Tetapi yang lebih penting lagi adalah bahwa kita hidup untuk belajar. Sebab kalau kita hanya belajar untuk hidup, maka apa bedanya kita dengan anak burung yang belajar terbang supaya bisa hidup. Arti belajar dan arti hidup akan menjadi dangkal. Oleh karena itu, kita perlu tahap berikutnya yaitu hidup untuk belajar.
Sikap mau belajar dan mau di ajar tidak lepas membuat kekeliruan. Lupakan kekeliruan-kekeliruan itu, namun ingatlah selalu pelajaran apa yang kia peroleh darinya. Dan jangan lupa kita belajar untuk hidup dan yang lebih penting lagi adalah bahwa kita hidup untuk belajar ...on becoming a learner (menjadi manusia pembelajar). Tuhan memberkati. Success is my right.
Oleh : Drs. Petrus Souisa, M.Ed.
Mrs. Ellen G. White menulis didalam Amanat kepada orang muda hal 176 :”Janganlah merasa puas dengan mencapai satu derajat yang rendah……Tuhan telah memberikan kepada kita kuasa berpikir, bukan untuk dibiarkan menganggur saja…..melainkan untuk disempurnakan setinggi-tingginya……jangan engkau pernah berpikir bahwa engkau sudah belajar cukup…..Pikiran yang telah diusahakan itulah ukuran manusia. Pendidikanmu harus diteruskan sepanjang umur hidupmu, engkau harus belajar tiap-tiap hari, serta menjalankan pengetahuan yang telah kau peroleh itu dalam hidupmu sehari-hari.”
Kita simak baik-baik apa yang dikatakan Mrs. Ellen G. White bahwa pendidikan/belajar adalah pekerjaan seumur hidup. Perlu belajar tiap-tiap hari dan mempraktekkan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari.
Berikut ini kita akan belajar dari seorang yang berhasil dalam hidupnya , apa yang ia pelajari juga dipraktekkan dalam hidupnya.
Apabila kita melihat gambaran pria kecil dengan kumis kecil, membawa tongkat, dan mengenakan celana baggy, sepatu besar yang aneh, dan topi. Kita langsung akan tahu bahwa itu adalah Carlie Chaplin. Dan boleh dikatakan semua orang banyak mengenalinya. Pada tahun 1910-an dan 1920-an, ia adalah orang yang paling terkenal. Pada waktu Charlie Chaplin lahir, tak seorangpun pernah menyangka bahwa ia akan menjadi tenar. Ia dilahirkan dalam kemiskinan sebagai putera dari pemusik Inggris, ketika masih kecil ia menemukan dirinya di jalanan dimana pada waktu itu ibunya di masukkan kelembaga pemasyarakatan. Charlie Chaplin setelah bertahun-tahun di rumah penampungan/serta Yayasan yatim piatu, ia mulai bekerja di panggung untuk menunjang hidupnya. Di usia 17 tahun, Charlie Chaplin sudah menjadi aktor kawakan. Pada tahun 1914, di pertengahan usia dua puluhan, ia bekerja pada Mack Sennet di Key Stone Studios di Hollywood, dengan upah 105 dollar per minggu. Selama tahun pertama dari bisnis film itu, ia membuat tiga puluh lima film sebagai aktor, penulis, dan sutradara. Semua orang segera mengakui talentanya, dan Charlie Chaplin semakin terkenal. Setahun kemudian, ia mendapatkan upah 1.250 dollar per minggu. Lalu pada tahun 1918, ia melakukan sesuatu yang belum pernah di dengar orang sebelumnya, dimana ia menandatangi kontrak senilai 1 juta dollar yang pertama kalinya dalam industri hiburan. Ia sudah kaya, ia sudah terkenal, dan ia menjadi pembuat film paling berkuasa di dunia diusia yang baru dua puluh sembilan tahun. Charlie Chaplin sukses karena ia memiliki talenta besar dan dorongan yang luar biasa. Namun keberhasilan hidupnya didorong oleh sikap yang selalu mau belajar dan mau diajar. Ia terus berupaya untuk tumbuh, belajar, dan menyempurnakan aktingnya. Bahkan ketika ia sudah sangat populer serta mendapatkan bayaran tertinggipu, ia tidak puas dengan apa yang ia sudah miliki. Charlie Chaplin suatu kali pada waktu di wawancarai menjelaskan hasratnya dalam memperbaiki diri....dia katakan sebagai berikut:”Jika sedang menonton salah satu film saya yang ditayangkan kepada hadirin, saya selalu memperhatikan apa yang tidak membuat mereka tertawa. Jika,umpamanya beberapa hadirin tidak tertawa melihat akting yang saya maksudkan untuk melucu, saya langsung merobek-robek adegan tersebut dan berusaha menemukan apa yang keliru dengan gagasannya atau dalam pelaksanaannya. Jika saya mendengar tawa padahal suatu adegan tidak saya maksudkan untuk melucu, saya akan bertanya kepada diri sendiri, mengapa orang tertawa menyaksikannya.”
Hasrat untuk tumbuh menjadikan Charlie Chaplin sukses secara ekonomi, dan membawa tingkat kesempurnaan yang tinggi pada segala sesuatu yang ia lakukan. Di zaman itu, karya Charlie Chaplin dianggap sebagai hiburan yang mengagumkan. Dan dengan berjalannya waktu, ia di kenal sebagai jenius komik. Hari ini, banyak filmnya di anggap sebagai mahakarya, dan ia dihargai sebagai salah seorang pembuat film trbesar sepanjang zaman. Seandainya Charlie Chaplin menggantikan sikap mau belajarnya dan sikap mau di ajarnya dengan kepuasan diri yang sombong ketika ia sukses namanya akan disejajarkan dengan Ford Sterling atau Benturpin, bintang Film bisu yang sudah dilupakan orang. Namun Charlie Chaplin terus tumbuh dan belajar sebagai seorang aktor, sutradara, dan akhirnya eksekutif film. Ketika ia belajar dari pengalaman bahwa para pembuat film di tentukan nasibnya oleh studio serta distributor, ia mulai membentuk organisasinya sendiri yaitu United artists bersama dengan Douglas Fairbank, Mary Pickford, dan D.W. Griffith. Perusahaan film ini masih beroperasi hingga sekarang. Dari kisah keberhasilan hidup Charlie Chaplin kita dapat mengambil pelajaran:
Bahwa untuk berhasil/sukses, kita menghadapi bahaya sikap berpuas diri dengan apa yang sudah kita capai.
Untuk mencapai keberhasilan kita perlu bertumbuh terus. Pertumbuhan akan menentukan siapa kita yang sesungguhnya. Siapa kita yang sesungguhnya akan menentukan siapa yang akan tertarik kepada kita. Dan siapa yang tertarik kepada kita akan menentukan sukses/keberhasilan kita. Jadi jawabannya sederhana, keberhasilan Charlie Chaplin adalah oleh karena ia mau belajar dan mau di ajar.
Kita belajar untuk hidup. Tetapi yang lebih penting lagi adalah bahwa kita hidup untuk belajar. Sebab kalau kita hanya belajar untuk hidup, maka apa bedanya kita dengan anak burung yang belajar terbang supaya bisa hidup. Arti belajar dan arti hidup akan menjadi dangkal. Oleh karena itu, kita perlu tahap berikutnya yaitu hidup untuk belajar.
Sikap mau belajar dan mau di ajar tidak lepas membuat kekeliruan. Lupakan kekeliruan-kekeliruan itu, namun ingatlah selalu pelajaran apa yang kia peroleh darinya. Dan jangan lupa kita belajar untuk hidup dan yang lebih penting lagi adalah bahwa kita hidup untuk belajar ...on becoming a learner (menjadi manusia pembelajar). Tuhan memberkati. Success is my right.
Selasa, 22 Januari 2008
Spirit of CHANGE
PEPATAH KUNO VIETNAM
"Kerbau yang terlalu terlambat mencapai lubang air harus minum dari air yang keruh."
Perubahan dapat ditandai dengan adanya berbagai momentum yang datang dan pergi silih berganti. Setiap momentum membawa peluang. Setiap peluang membawa kesempatan bagi setiap orang untuk mendahului yang lain. Jika Anda tidak mampu mendahului pesaing, maka anda hanya akan mendapatkan sisanya, yaitu air yang keruh.
Kata-kata Penghibur

SOME BODY CARES
Somebody cares and always will,
The World forgets but God loves you still,
You cannot go beyond His love
No matter what you're guilty of.
For God forgives until the end,
He is your faithful, loyal Friend,
And though you try to hide your face
There is no shelter any place
That can escape His watchful eye,
For on the earth and in the sky
He's ever present and always there
To take you in His tender care
And bind the wounds and mend the breaks
When all the world around forsakes
Somebody cares and loves you still
And God is the Someone who always will
TUHAN MENYAYANGIMU
Seseorang selalu menyayangimu,
Dunia boleh lupa, namun Tuhan mengasihimu,
Engkau tidak dapat menhindar dari kasihNya
Tidak perduli berapa besar dosamu
Karena Tuhan selalu mengampunimu,
Ia adalah temanmu yang setia dan dapat dipercaya,
Walaupun kamu mencoba bersembunyi daripadaNya
Tidak ada pelindungan di manapun
Yang dapat menyembunyikanmu dari mataNya yang jeli,
Karena di dunia dan di surga
Ia selalu ada dan selalu siap
Untuk menyayangi kita semua
Dan membebat semua luka dan memperbaiki semua keretakan
Ketika seluruh dunia agaknya telah meninggalkan kita
Seseorang mengasihi dan menyayangimu selalu
Dan Tuhan-lah Seseorang itu
Artikel

VISI LEWAT MATA BARU
Drs. Petrus Souisa, M.Ed
Helena Souisa, M.Ed
William Jennings Bryan, seorang negarawan, ahli Pidato dan Pembaharu amerika (1860-1925) mengatakan: "Mimpi, cita-cita atau Visi bukanlah persoalan kebetulan belaka, itu adalah persoalan pilihan, itu bukan satu hal untuk ditunggu, itu adalah satu hal untuk dicapai."
Di antara sekian banyak teori tentang mimpi, ada yang menyebutkan bahwa Mimpi adalah percikan-percikan Pulsa otak kita yang saling memancar tak terkendali. Persis semburan energi acak.
Teori ini memperlihatkan bahwa ketidak teraturan itulah yang membebaskan pola pikir kita, yang biasanya terkotak-kotak. Sehingga dalam mimpi, fantasi apapun diizinkan untuk muncul. Itu sebabnya, mimpi juga memiliki arti lain. Misalnya cita-cita atau Visi.
Untuk lebih jelas pemahaman kita mengenai pentingnya Mimpi, cita-cita atau Visi ini, kita ambil sebuah contoh : Diceritakan penemuan patung garuda terbesar di dunia, yang dipahat utuh dari sebatang pohon, juga berawal dari sebuah mimpi.
Pada tahun 1981, Made Ade, pemahat kondang di Bali, dalam mimpinya diberi Visi tentang patung garuda yang besar. Dan pucuk dicita pada tahun 1985 Made Ade dikirimi sebatang pohon Trembesi dari Madura. Usianya ratusan tahun, beratnya 8 ton dan ia kemudian ingat pada mimpinya dulu. Dari pohon inilah ia akhirnya menciptakan patung Garuda terbesar di dunia yang posisinya sedang menari dan sangat anggun. Tinggi patung ini tak tanggung-tanggung 4,25 meter. Lebarnya 3,50 meter, tebalnya 2 meter lebih. Karena begitu beratnya kayu Trembesi ini, Made Ade terpaksa memahatnya dalam keadaan terbaring. Pada tahun 1988, Made Ade berhasil mewujudkan mimpi dan juga karya agungnya. Patung Garuda terbesar di dunia yang dipahat utuh dari sebatang pohon. Namun sangat disayangkan, karya agung Made Ade ini tidak mendapat sambutan semestinya. Aneh tapi nyata, banyak tohoh dari pengusaha kaya hingga menteri yang pernah melihatnya, justru tidak menghargai karya agung ini. Patung garuda ini justru tidak laku di jual, karena ukurannya yang kelewat besar. Dan Adeline Yen Mah pemnulis buku Warthing the tree menulis dan mengatakan sebagai berikut: "It has been said that the act of discovery lies not in seeking new Views but in Finding new eyes."
Karena tidak laku dijual, akhirnya selama 12 tahun patung garuda terbesar di dunia ini harus tergolek ditanah. Ia terlantar di hantam cuaca dan rayap. Baru pada tahun 2000 patung ini ditemukan lewat "Mata Baru" sebagaimana dikatakan Adeline Yen Mah ..... pada bulan Oktober tahun 2000 Anhar Setyadibrata, pemilik Hotel Tugu Bali berkunjung ke Desa Pakudui di Gianjar Bali yang terkenal masyarakatnya sebagai pembuat patung garuda. Sore itu Anhar Setyadibrata mencari patung Garuda untuk di tempatkan di Restoran Tugu Malang Jawa Timur yang baru. Seluruh Studio pematung di Desa Pakudui telah ditelusurinya, namun tidak ada satu pun patung garuda yang ditaksirnya. Dan ketika matahari mulai surut, Anhar Setyadibrata tiba di studio pematung terkenal yaitu Made Ade. Entah kenapa, Anhar ditempat ini hatinya berdesir kencang. Dibantu oleh lampu senter, akhirnya Anhar menemukan patung garuda terbesar di dunia yang kebetulan selama 12 tahun terlantar terbaring ditanah.
Lewat "Mata Baru" Anhar, patung garuda ini diselamatkan dan di berdirikan untuk pertama kalinya. Dan kalau kebettulan mengunjungi HOTEL TUGU BALI, kita bisa menyaksikan Sang Garuda yang sedang menari di Bali Agung.
Made Ade sebagai pemahat memiliki mimpi, cita-cita atau Visi besar untuk membuat patung garuda terbesar di dunia. Namun, Visi agungnya gagal di mengerti banyak orang. BArulah ketika Anhar Setyadibrata pemilik Hotel Tugu Bali datang dengan "Mata Barunya" maka cita-cita atau Visi besar Made Ade baru menjadi kenyataan.
Dari contoh cerita ini dapat kita ambil satu pelajaran: Di dalam meraih suatu keberhasilan, keadaannnya juga mirip. Disadari atau tidak sejak masa kanak-kanak kita semua mempunyai Mimpi, cita-cita atau Visi. Semasa sekolah di taman kanak-kanak, kita sering ditanya ibu guru atau bapa guru apa yang menjadi cita-citamu ? Dengan cepat kita menjawab ingin menjadi dokter, Presiden, tentara, hakim dan sebagainya. Apakah ucapan dimasa kecil itu menjadi kenyataan dan sesuai dengan keadaan sekarang ? Hampir sebagian menyimpang dengan keadaan sekarang ? Hampir sebagian besar menyimpang artinya ucapan itu sekedar buah bibir yang tak terencana secara matang. Dan pada umumnya cita-cita hidup yang serius muncul ketika seseorang duduk dibangku Sekolah Menengah Atas. Tetapi kadang-kadang cita-cita itu pun menjadi keluar dari garis yang sudah ditentukan.
Kami ingin kita melihat kembali dengan Mata yang baru cita-cita atau mimpi yang sudah kita miliki, yang sudah kita rencanakan dari sejak kecil. Dengan mata yang baru kita menumbuh kembangkan apa yang kita cita-citakan. Dan perlu diingat bahwa tidak pernah ada sesuatu "yang terjadi dengan sendiriny". Kalau kita tidak tahu apa yang kita inginkan dalam hidup ini dan memiliki tekad untuk mendapatkannya, maka kita akan terpaksa harus menerima sisa-sisa yang ditinggalkan oleh orang lain yang mengetahui kemana mereka pergi dan memiliki rencana untuk sampai pada apa yang mereka cita-citakan. Mudah-mudahan kuasa Tuhan menolong masing-masing kita menumbuh kembangkan mimpi, cita-cita kita yaitu melihat dengan mata yang baru. Tuhan memberkati. Success is my right.
Langganan:
Postingan (Atom)

