Jumat, 03 Oktober 2008

MOTIVASI


PENGETAHUAN, KERJA KERAS DAN OFTIMIS

Oleh: Helena Elizabeth Souisa, M.Ed.

"Bahwa orang bisa berhasil bila memiliki 1% inspirasi (ide yang hebat) dan 99 % perspirasi (keringat alias kerja keras). " Thomas Alva Edison.

Mungkin masih ada diantara kita yang sedikit mengetahui mengenai keberhasilan hidup Thomas Alva Edison.
Majalah Life menyebutnya sebagai orang nomor satu dalam Millenium. Dia adalah penemu besar yang hidup sekitar seratus tahun yang lalu. Jumlah penemuannya sungguh luar biasa. Tepatnya, jumlah penemuan yang dipatenkan adalah 1.093. Dia menemukan bola lampu listrik, piringan hitam, gambar bergerak, dan banyak lagi yang lain. Dan salah satu yang ditekuni dengan kerja keras untuk jangka panjang dalam penemuannya adalah BATERE TIPE BARU. thomas Alva Edison melakukan percobaan dengan berbagai bahan kimia, logam dan desain. Pertama ia mencoba satu hal, kemudian yang lain. Beberfapa berfungsi lebih baik dan beberapa hasilnya lebih buruk. Untuk jangka waktu yang lama dia tidak mampu membuahkan hasil yang diperlukan. Seorang temannya pernah datang dan menyaksikan THomas
Alva Edison ketika sedang bekerja meneliti batere. Thomas Edison mengatakan pada temannya bahwa : Setelah sepuluh ribu percobaan dia masih belum puas. Saya belum gagal, saya baru menemukan sepuluh ribu jalan yang tidak berfungsi. Thomas Edison memandang setiap kegagalan usahanya bukan sebagai suatu kegagalan melainkan sebagai suatu sukses. Suatu sukses yang membawanya selangkah demi dekat pada sasaran terakhirnya. Ia memusatkan perhatiaannya pada sasaran yang ditujunya dan bersedia melakukan apa saja yang perlu, agar dapat meraihnya. Dan pada akhirnya dia berhasil.
Pelajaran yang dapat kita ambil dari pengalaman hidup Thomas Alva Edison adalah:
1. Teman Thomas Alva Edison membuat kesalahan dengan mencampur adukkan percobaan/usaha yang belum selesai dengan kegagalan. Tetapi thomas Alva Edison mengetahui lebih baik kemampuan dirinya. Kita sering juga melakukan kesalahan serupa ketika kita mencampur adukkan usaha yang belum selesai dengan kegagalan. Tuhan tidak mengharapkan kita menjalani hidup ini tanpa kegagalan dan tidak ada salahnya kalau kita mengalami kegagalan. Kecuali kegagalan kita tanpa suatu usaha yang sungguh-sungguh.

2. Kebanyakan orang mengatakan kemapuan thomas Alva Edison adalah berkat kejeniusannya. Thomas Alva Edison bukanlah seorang jenius dalam arti yang dibayangkan banyak orang. Thomas Alva Edison adalah seorang yang Optimis, yang melihat yang terbaik dalam segalanya. Dan terbukti dalam usia belasan tahun, ia dapat membuat beberapa peralatan mesin cetak Telegrafis yang dijualnya seharga US $ 400.000. Pada usia 29 tahun, ia mendirikan Laboratorium Riset untuk industri dan dalam waktu 13 bulan, ia mencatatkan 400 macam penemuan.

3. Seseorang yang mempunyai pengetahuan yang diperlukan, ditambah dengan sikap optimis, maka rencana-rencananya akan lebih cepat dapat diwujudkan. Thomas Alva Edison ini katakan sebagai berkat kerja keras. Tidak akan ada keberhasilan tanpa kerja keras dan usaha yang sungguh-ungguh.

Untuk meraih suatu keberhasilan selain pengetahuan yang kita miliki, diperlukan usaha yang sungguh-sungguh, kerja keras, merasa mampu/OPTIMIS dan membangun keberhasilan diatas ketekunan dan jangan pernah takut gagal. Salam sukses Selalu.

TERTAWA ITU SEHAT


ANTARA JAKARTA - SYDNEY

Dalam sebuah perjalanan pesawat dari Jakarta ke Sydney, seorang pramugari ketika sedang melayani minuman secara tak sengaja menumpahkan air minum ke pangkuan seorang wanita Indonesia. Seorang pramugari lain (Chief Flight attendance's) membantu rekannya untuk mengatasi persoalan itu. Sang wanita dengan galaknya menghardik (dalam bahasa Inggris): "YOU DON'T FOLLOW MIX ! YOUR CHILDREN FRUIT STUPID DOESN'T PLAY !" Pramugari itu terperangah, tidak mengerti bahasa yang sedemikian ruwet itu. Tahukah Anda terjemahan bahasa Indonesianya? Terjemahannya adalah : "JANGAN IKUT CAMPUR! ANAK BUAHMU BODOHNYA BUKAN MAIN !"


FAKTA:
Setelah tertawa terbahak-bahak, tubuh akan benar-benar rileks. Bahkan, bila kita merentangkan kedua kaki ke sisi saat tertawa.
Tawa kita juga dapat meningkatkan OKSIDASI darah, sampai ke permukaan kulit. Setelah itu pipi jadi merona, berarti sel-sel kulit secara keseluruhan mendapatkan cukup makanan. Nggak percaya? TERTAWALAH !!!!!

Rabu, 01 Oktober 2008

EKSTRAKURILER PADUAN SUARA







Hasil ekstrakuler Paduan suara Sekolah Lanjutan Advent Purwodadi pada tahun ajaran 2007-2008 yang sudah berkesempatan melayani Jemaat Di Solo,Jogjakarta, Surabaya,Sukorejo,Lawang , Sumberwekas-Trawas dan Pasuruan.

Spirit of CHANGE


TERLALU BANYAK INFORMASI DAPAT MENYEBABKAN STIMULASI BERLEBIHAN

Jack Welch mengatakan: "Jika Anda mempunyai gagasan baru setiap hari, Anda akan mati."

Siapa si pecundang dalam dunia yang terus berubah ? Yakni mereka yang tidak melakukan apa-apa. Mereka mungkin saja tidak tahu apa-apa, sehingga tidak melakukan apa-apa. Namun Anda yang tahu terlalu banyak, mungkin juga terjerat problem yang sama, yaitu tidak berbuat apa-apa. Dalam skala tertentu, informasi amat berguna sebagai bekal bertindak, tetapi ketika kita enggan menyeleksinya, informasi akan menjadi tiran dalam jiwa kita. Kita tak bisa mengambil keputusan, justru ketika memiliki terlalu banyak informasi.

RENUNGAN ..........


"ON BECOMING A LEARNER"
(Menjadi manusia pembelajar)

Oleh: Drs. Petrus Souisa, M.Ed

"Janganlah merasa puas dengan mencapai satu derajat yang rendah......Tuhan telah memberikan kepada kita kuasa berpikir, bukan untuk dibiarkan menganggur saja......melainkan untuk disempurnakan setinggi-tingginya.......jangan engkau pernah berpikir bahwa engkau sudah belajar cukup......pikiran yang telah diusahakan itulah ukuran manusia. Pendidikanmu harus diteruskan sepanjang umur hidupmu, engkau harus belajar tiap-iap hari, serta menjalankan pengetahuan yang telah kau peroleh itu dalam hidupmu sehari-hari." Mrs. Ellen G. White, Amanat Kepada Orang Muda hal. 176.

Sejenak kita akan belajar dari seorang yang berhasil dalam hidupnya karena menghidupkan apa yang sudah ditulis oleh Mrs. Ellen G. White.
Apabila kita melihat gambaran pria kecil dengan kumis kecil, membawa tongkat, dan mengenakan celana baggy, sepatu besar yang aneh, dan topi. Kita langsung akan tahu bahwa itu adalah CHARLIE CHAPLIN. Dan boleh dikatakan semua orang banyak mengenalinya. Pada tahun 1910-an dan 1920-an, ia adalah orang yang paling terkenal. Bila kita melihat kepada selibriti zaman sekarang, satu-satunya orang yang sama terkenalnya dengan Charlie Chaplin hanyalah MICHAEL JORDAN. Dan untuk mengukur siapa yang lebih hebat, kita harus menunggu 75 tahun lagi untuk mengetahui seberapa baikkah semua orang mengingat Michael Jordan.
Pada waktu Charlie Chaplin lahir, tak seorangpun pernah menyangka bahwa ia akan menjadi tenar. Ia dilahirkan dalam kemiskinan sebagai putera dari pemusik Inggris, ketika masih kecil ia menemukan dirinya di jalanan dimana pada waktu itu ibunya dimasukkan ke-lembaga pemasyarakatan. Setelah Charlie Chaplin bertahun-tahun dirumah penampungan/yayasan yatim piatu, ia mulai bekerja di panggung untuk menunjang hidupnya. Di usia 17 tahun,charlieChaplin sudah menjadi aktor kawakan. Pada tahun 1914, di pertengahan usia dua puluhan, ia bekerja pada Mack Sennet di Key Stone Studios di Hollywood, dengan upah $ 150 per minggu. Selama tahun pertama dari bisnis film itu, ia membuat tiga puluh lima film sebagai aktor, penulis, dan sutradara. Semua orang segera mengakui talentanya, dan Charlie Chaplin semakin terkenal. Setahun kemudian, ia mendapatkan upah $ 1.250 per minggu. Lalu pada tahun 1918, ia melakukan sesuatu yang belum pernah didengar orang sebelumnya, di mana ia menandatangani kontrak senilai $ 1 juta yang pertama kalinya dalam industri hiburan.
Charlie Chaplin sudah kaya, ia sudah terkenal, dan ia menjadi pembuat film paling berkuasa du dunia - di usia yang baru dua puluh sembilan tahun. Charlie Chaplin sukses karena ia memiliki talenta besar dan dorongan yang luar biasa. Namun keberhasilan hidupnya didorong oleh sikap yang selalu mau belajar dan mau diajar. Ia terus berupaya untuk tumbuh, belajar, dan menyempurnakan aktingnya. Bahkan ketika ia sudah sangat populer serta mendapatkan bayaran tertinggipun, ia tidak puas dengan apa yang ia sudah miliki. Chalie Chaplin suatu kali pada waktu di wawancarai menjelaskan hasratnya dalam memperbaiki diri dia mengatakan sebagai berikut : "Jika sedang menonton salah satu film saya yang ditayangkan kepada hadirin, saya selalu memperhatikan apa yang tidak membuat mereka tertawa. Jika umpamanya beberapa hadirin tidak tertawa melihat akting yang saya maksudkan untuk melucu, saya langsung merobek-robek adegan tersebut dan berusaha menemukan apa yang keliru dengan gagasannya atau dalam pelaksanaannya. Jika saya mendengar tawa padahal sudatu adegan tidak saya maksudkan untuk melucu, saya akan bertanya kepada diri sendiri, mengapa orang tertawa menyaksikannya."
Hasrat untuk mau belajar terus menerus dan bertumbuh menjadikan Charlie Chaplin seorang sukses ekonomi, dan membawa tingkat kesempurnaan yang tinggi pada segala sesuatu yang ia lakukan.
Hari ini, banyak filmnya dianggap sebagai mahakarya, dan ia dihargai sebagai salah seorang pembuat film terbesar sepanjang zaman. Seandainya saja Charlie Chaplin menggantikan sikap mau belajarnya dan sikap mau diajarnya dengan kepuasan diri yang sombong ketika ia sukses, namanya akan disejajarkan dengan Ford Sterling atau Ben Turpin, bintang film bisu yang sudah dilupakan orang. Namun Chalie chaplin terus tumbuh dan belajar sebagai seorang aktor, sutradara, dan akhirnya eksekutif film.
Dari kisah keberhasilan hidup Charlie Chaplin kita dapat mengambil pelajaran:
* Bahwa untuk berhasil/sukses, kita menghadapi bahaya sikap berpuas diri dengan apa yang sudah kita capai.
* Untuk mencapai keberhasilan kita perlu bertumbuh terus. Pertumbuhan akan menentukan siapa kita yang sesungguhnya. siapa kita yang sesungguhnya akan menentukan siapa yang akan tertarik kepada kita.
Jadi jawabannya sangat sederhana, keberhasilan Charlie Chaplin adalah oleh karena ia mau belajar dan mau di ajar.
Kita belajar untuk hidup. Tetapi yang lebih penting lagi adalah bahwa kita hidup untuk belajar. Sebab kalau kita hanya belajar untuk hidup, maka apa bedanya kita dengan anak burung yang belajar terbang supaya bisa hidup. Arti belajar dan arti hidup akan menjadi dangkal. Oleh karena itu, kita perlu tahap berikutnya yaitu, hidup untuk belajar.
Titus 3:14 : "Dan biarlah orang-orang kita juga belajar melakukan pekerjaan yang baik untuk dapat memenuhi keperluan hidup yang pokok, supaya hidup mereka jangan tidak berbuah."
Filipin 4:9,11 : "Dan apa yang kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Kukakatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah BELAJAR mencukupkan diri dalam segala keadaan."
Apapun yang menjadi potensi unik yang kita miliki, atau apapun yang menjadi panggilan hidup yang kita jalani, jangan lupa kita belajar untuk hidup dan yang lebih penting lagi adalah bahwa kita hidup untuk belajar --- on becoming a learner/menjadi manusia pembelajar. Salam tetap semangat !!!.


EKSTRAKURIKULER SENI TARI








Kegiatan ekstrakurikuler Seni tari dan hasilnya setiap tahun ditampilkan dalam acara Pelepasan atau Penamatan dan event-event tertentu.

Senin, 29 September 2008

ILLUSTRATION


PANGERAN YANG BIJAKSANA

Pada abad ke-17 yang lalu, di kota Barcelona, Spanyol, ada seorang pangeran yang sangat termashur karena kebijaksanaannya. Pada suatu hari sang pangeran bertugas untuk memeriksa orang-orang hukuman yang dikenakan kerja paksa untuk bekerja di pelabuhan Barcelona. Satu per satu orang hukuman ini dibawa menghadap kepada sang Pangeran, sebab beliau ingin mengetahui apa sebabnya orang-orang ini sampai dikenakan hukuman yang demikian berat. Kepada orang-orang hukuman itu dikemukakan satu pernyataan yang harus mereka jawab sebagai berikut: Perbuatan jahat apakah yang telah kau perbuat sehingga mendapat hukuman kerja paksa ? Sang pangeran yang bijaksana ini sangat mengharapkan agar para hukuman itu memberikan jawaban yang jujur, sehingga beliau dapat menarik suatu kesimpulan yang tepat dari hasil penyelidikannya itu. Tetapi apakah yang terjadi ? Orang hukuman yang pertama menjawab bahwa ia sebenarnya adalah seorang yang baik, dan hanya karena fitnah seorang ia akhirnya harus menerima hukuman yang berat. Orang hukuman kedua menjawab bahwa ia juga sebenarnya adalah yang baik dan bertanggung jawab, tetapi oleh karena minuman keraslah ia melakukan suatu pembunuhan yang tidak ia sadari sepenuhnya. Ia merasa sebenarnya ia cukup baik dan menyalahkan minuman keras yang mempengaruhinya. Orang hukuman ketiga menjawab bahwa ia juga seperti temannya yang terdahulu adalah orang yang cukup baik, bahkan pernah membuat amal-amal yang besar. Tetapi suatu gempa bumi dahsyat menghancurkan rumah dan keluarganya sehingga akhirnya terpaksa ia hidup sebagai pencuri. Jadi, ia hendak menyalahkan gempa bumi dan faktor-faktor lain yang tidak dapat ia kuasai. Demikianlah seterusnya, semua orang hukuman itu umumnya memberikan jawaban bahwa mereka sebenarnya cukup baik, tetapi karena ini atau itu maka mereka terpaksa menerima hukuman. Masing-masing mencoba untuk menunjukkan betapa baiknya mereka itu sebenarnya. Sang pangeran menjadi sangat jemu mendengarkan jawaban-jawaban yang dikemukakan oleh orang-orang hukuman itu sebab ia yakin bahwa mereka tidak memberikan jawaban yang jujur. Akhirnya tampillah seorang hukuman yang sudah cukup tua serta kelihatannya sudah cukup banyak makan asam garam dunia ini. Sang pangeran yang sudah lelah dan jemu tidak mengharapkan untuk mendapat suatu jawaban yang jujur dan terus terang. Tetapi alangkah terkejutnya sang pangeran ketika ia mendapat suatu jawaban yang lain daripada yang lainnya. Si terhukum itu menjawab: "Ya pangeran yang mulia, saya ini memang orang yang patut dihukum. Saya ini dahulu pernah menjabat suatu jabatan yang penting di suatu kota yang cukup besar. Tetapi kemudian saya tidak tahan uji, sehingga saya telah berbuat banyak kesalahan dan atas kesalahan-kesalahan yang pernah saya perbuat itu saya telah mendapat hukuman yang setimpal. Sayalah orang yang kotor, yang hina dan tidak berharga. Itulah jawaban yang dapat saya berikan. Kiranya pangeran yang mulia menjadi mengerti adanya."
Mendapatkan jawaban yang demikian ini membuat hati sang pangeran sangat terharu. Inilah jawaban yang dinanti-nantikan , jawaban yang jujur, yang tidak menutup-nutupi kesalahan dan dosa-dosanya. Sang pangeran yang bijaksana itu kemudian memutuskan untuk membebaskan tahanan yang malang tetapi jujur itu, sebagai penghargaan atas kejujuran dan ketulusannya. Bukankah kita sering bersikap seperti orang-orang tahanan di Spanyol itu yang masing-masing berdalih membenarkan diri sendiri serta merasa bahwa diri kita sebenarnya cukup baik? Kita merasa bahwa kita cukup sopan, cukup baik, cukup beradab dan kalaupun kita pernah berbuat dosa, kita selalu menyalahkan faktor lain seperti: keadaan ekonomi, minuman keras dan lain sebagainya. Manusia pada umumnya cenderung untuk tidak mau mengakui bahwa dirinya penuh dosa, baik pikirannya, perbuatannya maupun perkataannya. Kitab Roma 3:23 menyatakan, "Semua orang telah berbuat dosa dan tidak ada seorang pun yang benar di hadapan Allah." RAsul Yohanes menegaskan dalam l Yohanes 1:8, "Jikalau kita mengatakan bahwa kita tiada berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran itu tiada pada kita." Puji syukur kepada Tuhan karena rasul Yohanes juga memberikan suatu jalan ke luar yang sangat indah seperti yang dinyatakannya dalam 1 Yohanes 1:9, "Jikalau kita mengaku segala dosa kita, maka Allah itu setia dan adil sehingga Ia mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita daripada segala kejahatan." Maukah saudara menanggalkan segala kepura-puraan tanpa mencoba untuk membenarkan diri sendiri serta berpaling kepada Tuhan untuk kemudian memperoleh rahmat pegnampunannya?

SENYUM ITU BERKAT


Disebuah kelas kecil Sekolah Gereja, anak-anak baru saja mendengar cerita tentang Simson dari guru agamanya.
"Apakah kalian sudah jelas dengan kisah yang ibu ceritakan tadi ?" tanya sang guru Sekolah Gereja.
"Sudah !" jawab anak-anak Sekolah Gereja serempak.
"Chris, apa judul cerita tadi ?"
"Simson, Bu," Jawab Chris
"Betul, sekarang kamu Matias, bagaimana sifat Simson ?"
"Mengapa ibu bercerita panjang lebar bila ibu sendiri tidak tahu sifat Simson!?"

K B M






Salah satu hasil kegiatan belajar mengajar dengan pendekatan Porto folio dan kontekstual dari mata pelajaran Sejarah.

Spirit of CHANGE


GUNAKAN MEMORI OTAK ANDA
UNTUK MENGUSIR AMNESIA PERUBAHAN

Lynne Reder mengatakan : "Memori bukan cuma kemampuan Anda untuk mengingat nomor telepon. Memori adalah sistem dinamis yang digunakan dalam semua aspek lain dari pemrosesan pikiran. Kita memakai memori untuk melihat. Kita menggunakan memori mamahami bahasa. Kita menggunakan memori untuk tidak tersesat.

Rutinitas seringkali membuat kita terlena dan melupakan pentingnya pentingnya mengubah diri. Karena itu sesekali lepaskanlah diri Anda dari rutinitas dan gali kembali memori Anda mengenai keinginan untuk berubah. Gunakan memori Anda untuk melihat jauh masa depan.


Minggu, 28 September 2008

PELATIHAN KOMPUTER






Kegiatan Pelatihan Komputer bagi Guru dan Staff Sekolah Lanjutan Advent Purwodadi Minggu 28 September 2008.(Kegiatan setiap bulan, Minggu ke empat).

KPA





Kegiatan Kelas Pendalaman Alkitab pada hari Sabat tanggal 27 September 2008

KKR GURU DAN KARYAWAN SLAPUR





Selain ada kegiatan KKR bagi Guru dan Karyawan Slapur , pada Kebaktian Vespers dan Kebaktian Sabat Bapak Bambang Purnomo M.Sc. Direktur Pendidikan dan Kesehatan KJKT juga memberikan pelajaran Kesehatan bagi Jemaat Slapur (Pola Hidup Eden dan Nutrisi) dan berakhirnya KKR bagi Guru dan karyawan Slapur pada hari Sabat 27 September 2008 ditutup dengan acara ramah tamah dirumah dinas 1.

Jumat, 26 September 2008

Spirit of CHANGE


PERUBAHAN DALAM HAL APAPUN DIMULAI DARI PERUBAHAN CARA BERPIKIR

Norman Vincent Peale mengatakan: "Ubahlah pemikiran Anda, maka Anda akan mengubah dunia Anda."

Banyak orang ingin berubah (menjadi lebih baik) tetapi enggan mengubah pola pikir. Mereka mirip orang yang membangun pondasi di atas pasir. Perubahan hanya bisa terjadi setelah seseorang mengubah cara berpikirnya. Anda akan takjub setelah mengetahui betapa banyaknya hal yang bisa diubah, setelah Anda memperbaharui cara berpikir Anda.

DENGARKAN MEREKA BICARA


PEMILIHAN WARGA HUTAN TERBAIK

Tersebutlah pada suatu hari Raja Rimba hendak memberikan anugerah tahunan kepada anggota masyarakat hutan yang telah berjasa kepada kerajaan, berupa pengangkatannya sebagai warga Hutan Teladan. Maka untuk itu dibentuklah semacam panitia kecil yang akan berperan sebagai tim penilai masing-masing warga yang diajukan sebagai calon penerima anugerah itu. Anggota tim itu terdiri atas wakil-wakil para binatang hutan yang ada di situ. Warga burung, diwakili oleh Burung Nuri. Warga binatang melata diwakili oleh ular Sawah. Warga binatang berkaki empat diwakili oleh Pak Kuda. Warga binatang malam diwakili oleh Si Rase, dan warga para serangga diwakili oleh Labah-labah. Mereka inilah yang akan menentukan kriteria apa yang harus dikenakan agar mereka dapat memperoleh warga yang dinilai benar-benar layak untuk menerima anugerah itu. "Pertama-tama, ia haruslah binatang yang setia." Kata Nuri. "Itu berarti si Anjing. Karena tidak ada binatang lain di hutan ini yang dapat mengalahkan kesetiaan seekor anjing." sahut Pak Kuda. "Tidak bisa." tolak si Rase. "Biar setia, tapi kalau hidupnya kotor, suka makan bangkai dan kotoran, ia tetap dipandang najis."
"Kalau begitu, yang pertama-tama harus binatang yang pembersih, itu ditandai dengan suka mencuci tangannya." Sahut labah-labah cepat. Lalu lanjutnya, "Dan itu berarti, teman kita: Si Lalat."
"Wah, no-way! Tidak bisa,"tolak si Ular, "Lalat itu jelas-jelas bukan binatang pembersih. Ia justru seekor binatang yang munafik. Kelihatannya saja suka membersihkan tagannya setiap saat. Tapi lihatlah, dimana tempat ia hinggap? Sungguh-sungguh tidak bermartabat dia itu."
"Kalau begitu, yang pertama-tama: ia haruslah binatang yang setiawan, yang kedua: pembersih. Dan prassyarat yang ketiga adalah rajin bekerja."celetuk Pak Kuda. "Dan itu berarti saya."
Namun celetukan Pak Kuda ini justru telah menimbulkan reaksi keras. Sampai-sampai ia didemo agar dicabut saja dari kepanitiaan, karena jelas-jelas telah memperlihatkan sikapnya yang terlalu mementingkan diri sendiri. Gemparlah kepanitiaan itu dan tidak sempat menelorkan keputusan apa-apa. Akhirnya Raja Rimba justru membatalkan keputusannya untuk memberikan anugerah itu.
************
Jika kita jadi penjahit, jangan ukur badan sendiri.
Jika kita tidak mengubah diri menjadi orang lain,
mustahil kita dapat memahami mereka.

SERTIFIKAT NOMOR POKOK SEKOLAH NASIONAL


Sertifikat Nomor Pokok Sekolah Nasional
Sekolah Menengah Atas Advent Purwodadi Kabupaten Pasuruan : 20519330
Sekolah Menengah Pertama Advent Purwodadi Kabupaten Pasuruan: 20519163

KKR GURU DAN KARYAWAN SLAPUR




KKR bagi guru dan staff Sekolah Lanjutan Advent Purwodadi pada tanggal 22 September 2008 s/d 27 September 2008, pembicara Bapak Bambang Purnomo Direktur Pendidikan Konference Jawa Kawasan Timur.

Selasa, 23 September 2008

SENYUM ITU BERKAT


Seorang Pendeta lupa akan nama pasangan pengantin yang akan menikah, maka Pendeta memanggil dari atas mimbar, "Silahkan yang mau disatukan dalam pernikahan kudus, maju kedepan setelah kebaktian." Setelah kebaktian selesai ternyata ada sejumlah orang yang sudah lanjut usia maju kedepan.

ILLUSTRASI


MENCARI KETENANGAN YANG SESUNGGUHNYA

Salah satu gejala kehidupan di zaman modern ini ialah meningkatnya ketegangan dan keresahan di dalam jiwa manusia yang disebabkan oleh berbagai faktor. Dunia modern menuntut keahlian yang khusus di dalam segala bidang, pada hal persaingan cukup hebat. Mau tidak mau hal inio mengakibatkan ketegangan dan keresahan. Rumah tangga-rumah tangga yang retak dan berantakan semakin bertambah setiap hari. Berita-berita tentang tentang perceraian sudah bukan merupakan hal yang asing lagi. Hubungan yang tidak harmonis di antara anggota-anggota keluarga juga sudah merupakan hal yang sehari-hari. Orang tua yang sibuk dengan urusannya sendiri sangat keliru bila mereka berpendapat bahwa jikalau mereka sudah memberikan makanan, pakaian dan uang saku kepada anak-anaknya, itu sudah cukup. Dengan demikian mulailah apa yang disebut sebagai gejala modern dalam rumah tangga: hubungan yang renggang, dingin; yang membawa bermacam-macam masalah rumah tangga. Memang benar apa yang dikatakan oleh banyak orang bahwa kehidupan di abad modern atau abad atom ini merupakan kehidupan yang keras, yang harus dihadapi dengan saraf baja yang kokoh. Tetapi apakah semua orang mempunyai saraf yang seperti baja itu ? Sering kali ini hanyalah merupakan impian belaka, karena nyatanya begitu banyak orang yang dicekam oleh ketgakutan, kecemasan, kekuatiran, keresahan, ketegangan dan sebagainya. Jumlah orang-orang ini makin hari bukannya makin berkurang, tetapi justru semakin bertambah-tambah saja. Dan akibat dari semuanya itu cukup hebat, orang menjadi sukar tidur dan jiwanya tidak tenang, selalu gelisah dan resah. Lalu mulailah mereka mencari jalan keluar dari problema dan tekanan-tekanan hidup yang meresahkan jiwanya itu dengan minum obat-obat tidur dan pil-pil penenang. Seorang pejabat Departemen Kesehatan Amerika Serikat, Julius Segal, baru-baru ini mengatakan bahwa ada lebih dari 800.000 pound obat tidur/penenang yang di telan masyarakat Amerika Serikat setiap tahunnya, dan di pasaran terdapat lebih dari 200 jenis obat tidur/penenang. Julius
Segal menambahkan bahwa orang-orang yang kecanduan obat tidur/penenang ini jumlahnya semakin bertambah banyak, dan umumnya mereka tidak menyadari bahaya yang mengancam di dalam pemakaian obat-obat semacam ini. Tetapi mereka telah terikat oleh kebiasaan yang buruk ini dan tak ada jalan ke luar untuk melepaskan mereka kembali. Coba bayangkan, lebih dari 200 macam jenis obat tidur/penenang yang beredar di pasaran. Sungguh bukan jumlah yang kecil ! Tidur dan istirahat yang seharusnya merupakan proses wajar dari kehidupan manusia, sekarang seolah-olah menjadi suatu barang lux yang harus dibeli dengan harga mahal. Dan yang lebih dahsyat dari itu, obat-obat penenang itu hanya menolong sementara saja, dan hal yang berikutnya sudah pasti trjadi yaitu keterikatan orang tersebut kepada obat-obat yang berbahaya itu. Tahukah saudara bahwa ada obat lain yang jauh lebih mujarab daripada obat tidur/penenang yang dijual di pasaran? Jauh sebelum Dr. Julius Segal menyatakan tentang keterikatan manusia kepada obat tidur. Raja Daud seorang yang mempunyai banyak pengalaman dalam hidupnya mengungkapkan rahasia ketenangannya dalam Mazmur 4:9, "Dengan selamat aku berbaring lalu tidur karena Engkau juga ya Tuhan mendudukkan aku dengan sentausa......" Pada waktu itu Saul yang selalu menghendaki kematian dirinya mengejar-ngejar dia. Seharusnya jiwa Daud berada dalam ketegangan dan keresahan yang luar biasa. Tetapi sungguh ajaib, di dalam keadaan seperti itu Daud dapat tenang, teduh dan terlelap dengan sepenuhnya. Mengapa demikian? Sebab Daud mempunyai iman dan penyerahan kepada tuhan yang memberikan damai dan sentausa di dalam hidupnya. Tuhan Yesus datang ke dalam dunia untuk memberikan damai, sentausa dan ketentraman di dalam hidup manusia, dan ini jelas nilainya jauh lebih tinggi dan lebih mulia daripada obat-obat tidur/penenang yang dibuat oleh manusia. Jadi, jikalau saudara menginginkan ketenangan dan kedamaian yang sejati, bukalah hati saudara untuk Yesus dan biarlah Ia yang adalah Raja Damai itu memberikan ketenangan dan keteduhan di dalam hidup saudara.

Senin, 22 September 2008

Spirit of CHANGE


GARIS YANG TIPIS ANTARA ANCAMAN DAN PELUANG

" Warren Buffet mengatakan:"Kami hanya berupaya untuk merasa takut di kala yang lain bersifat serakah, dan bersikap serakah di kala yang lain merasa takut."

sesuatu yang baru biasanya menghasilkan dua reaksi yang berbeda, ketakutan dan hasarat memanfaatkannya. Keduanya sama baiknya dan sama buruknya bagi kita. Cobalah mencari informasi tentang bagaimana orang lain mererspons perubahan itu. Susunlah strategi yang berbeda daripada kebanyakan orang. Untuk mendapat manfaat dari semua hal yang baru, memang dibutuhkan mental kepeloporan. Memang mengandung risiko, akan tetapi imbalannya juga luar biasa. Anda adalah seorang master perubahan apabila bisa membedakan antara ancaman dan peluang.