Tampak dalam gambar kelas X SMA Advent Purwodadi, Hari Jum'at Pagi 17 Oktober 2008 mengikuti kelas Informatika yang dibina oleh Bapak Albertus.
Jumat, 17 Oktober 2008
KELAS INFORMATIKA
Tampak dalam gambar kelas X SMA Advent Purwodadi, Hari Jum'at Pagi 17 Oktober 2008 mengikuti kelas Informatika yang dibina oleh Bapak Albertus.
MOTIVASI
“AMBISI”
Mrs.Helena E. Sabuin, M.Ed
“Ambisi” :Membutakan mata Rohani.
“Ambisi” :Menghilangkan akal sehat.
“Ambisi” :Menimbulkan kecelakaan.
“Ambisi” :Menjadikan pembohong.
“Ambisi” :Menciptakan Pemfitnah.
“Ambisi” :Membawa kesombongan.
“Ambisi” :Menjauhkan sahabat sejati.
“Ambisi” :Melupakan Sang Pencipta.
“Ambisi” :Menghancurkan jati diri.
“Ambisi” :Menuntun kepada kedengkian dan dendam.
“Ambisi” :Dapat menghancurkan Karir, Keluarga, dan masa depan.
Akhirnya ambisi dapat menjadikan seseorang dapat kehilangan makna kehidupan yang dikehendaki Allah baginya.
“Yakobus 4: 2-10”
“Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh, kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa karma kamu tidak berdoa…………… rendahkanlah dirimu dihadapan Tuhan dan Ia akan meninggikan kamu.”
“AMBISI ROHANI”
A = Allah diperlukan dalam diri kita
M = Menyerahkan diri pada Allah
B = Belajar mengenal Allah
I = Isi hidupmu dengan firman Allah
S = Serahkan diri pada Yesus Kristus
I = Ijinkan Roh Suci memperoses hidupmu, seperti hidup Kristus
“Kolose 3: 23”
“Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu, seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.”
Selasa, 14 Oktober 2008
SENYUM ITU BERKAT
Suatu hari sebuah kelas berfoto bersama. Setelah foto jadi, Bu guru membujuk anak-anak untuk membeli, tiap orang satu foto.
Ia pun berkata kepada murid-muridnya, "Kalian seharusnya membeli foto ini, mumpung semua teman kalian di sini lengkap terkumpul. Foto ini akan memberikan kenangan yang manis."
"Suatu hari nanti, ketika kalian sudah besar-besar dan melihat foto ini, saya yakin kalian pasti akan senang." katanya.
Tak seorangpun berkata-kata, lalu Bu Guru melanjutkan, "Coba bayangkan, nanti kalian akan melihat foto ini dan berkata, "oh ini si tina, sekarang jadi dokter. Ini Totok, sekarang jadi pejabat, ini Tari yang sekarang jadi artis, ini......"
Seorang murid lelakidi belakang menyela, "Yang ini Bu guru, sekarang sudah meninggal."
Otak manusia mempunyai belahan kiri dan kanan. Sisi kiri otak bersifat analistik, logistik, kalkulatif, dan berkaitan dengan berbagai keterampilan belajar. Kapasitas otak sebelah kiri terbatas. Anda tidak dapat belajar di atas batas tertentu. sisi kanan otak berhubungan dengan intuisi, imaginasi, penemuan, musik, seni, kreativitas, meditasi, dan penyembuhan. Kekuatan otak sebelah kanan tak terbatas. Salah satu cara untuk merangsang sisi kanan otak adalah dengan sikap bermain-main, dan dengan tertawa kita bisa menyingkapkan potensi tak terbatas keberadaan kita.
Senin, 13 Oktober 2008
AKHIRNYA LEWAT JUGA.......
CUAPEEEEEEK DEEH NUNGGU PRESIDEN RI LEWAT........
TERSENYUM............
Betapa indahnya kalau semua orang tersenyum, maka dunia dan sekitarnya tentunya akan suasana berbeda.
PELAJARAN TERSENYUM
Saya adalah ibu dari tiga orang anak dan baru saja menyelesaikan kuliah. Kelas terakhir yang saya ambil adalah sosiologi. Dosen kami adalah seorang yang sangat inspiratif dengan kualitas yang saya harapkan setiap orang memilikinya. Tugas terakhirnya diberi nama "Tersenyum". Seluruh mahasiswa diminta untuk pergi keluar dan tersenyum kepada tiga orang dan mendokumentasikan reaksi mereka.
Saya adalah seorang yang mudah bersahabat, selalu tersenyum pada setiap orang, dan menyapa "hallo". Saya pikir, tugas ini sangatlah mudah. Segera setelah menerima tugas itu, saya bersama suami dan anak bungsu saya pergi ke restoran McDonald's. Waktu itu pagi di bulan Maret yang sangat dingin dan kering.
Kami berdiri dalam antrian menunggu untuk dilayani. Tiba-tiba semua orang di sekitar kami menyingkir, bahkan suami saya ikut menyingkir. Saya tidak bergerak sama sekali. Suatu perasaan panik menguasai diri saya. Saya berbalik untuk melihat mengapa mereka semua menyingkir. Ketika itulah saya membaui suatu "bau badan kotor" yang sangat menyengat. Tepat di belakang saya berdiri dua orang lelaki tunawisma.
Ketika saya memandang laki-laki yang lebih pendek, yang berdiri dekat dengan saya, ia "tersenyum". Matanya berwarna biru langit indah seakan berharap untuk dapat diterima. "Good day," katanya sambil menghitung beberapa koin yang telah ia kumpulkan. Lelaki yang kedua berdiri di belakang temannya. Tangan bergerak-gerak aneh. Saya menyadari bahwa lelaki kedua itu menderita keterbelakangan mental. Sedangkan lelaki bermata biru adalah penolongnya. Saya menahan haru ketika berdiri di sana bersama mereka. Wanita muda di counter menanyai pesanan lelaki itu. Yang lalu dijawabnya, "Kopi saja, nona" karena hanya itulah yang mampu mereka beli. Asal tahu saja, jika ingin duduk di dalam restoran dan menghangatkan tubuh, kita harus membeli sesuatu. Ia hanya ingin menghangatkan badan.
Kemudian saya benar-benar merasakan desakan yang sedemikian kuat sehingga saya hampir saja merengkuh dan memeluk lelaki kecil bermata biru itu. Tetapi saya menyadari bahwa semua mata di restoran menatap saya, menilai semua tindakan saya. Saya tersenyum dan berkata pada wanita di belakang counter untuk memberikan pada saya dua paket makan pagi lagi dalam nampan terpisah.
Kemudian saya berjalan melingkari sudut ke arah meja yang telah dipilih kedua lelaki itu sebagai tempat istirahatnya. Saya meletakkan nampan itu di atas meja. Saya menyentuh tangan tangan dingin lelaki bermata biru itu. Ia melihat ke arah saya, dengan air mata berlinang ia berkata "Terima kasih."
Saya menepuk tangannya dan berkata, "Saya tidak melakukannya untukmu. Tuhan berada di sini bekerja melalui diriku untuk memberimu harapan." Saya mulai menangis ketika saya berjalan meninggalkannya dan bergabung dengan suami dan anak saya. Ketika saya duduk, suami saya tersenyum dan berkata, "Itulah sebabnya mengapa Tuhan memberikan kamu kepadaku, Sayang. Untuk memberiku harapan." Kami saling berpegangan tangan. Saat itu kami tahu bahwa hanya karena rahmat-Nyalah kami dapat memberikan sesuatu pada orang lain. Hari itu, cahaya kasih Tuhan yang murni dan indah ditunjukkan pada saya.
--------
Saya kembali ke kampus, pada hari terakhir kuliah, dengan cerita ini di tangan. Saya menyerahkan "proyek" itu dan dosen membacanya. Kemudian ia memandang saya dan berkata, "Bolehkan saya membagikan ceritamu kepada yang lain?" Saya mengangguk perlahan. Kemudian ia meminta perhatian dari kelas. Ia mulai membaca dan saat itu saya tahu bahwa kami, sebagai manusia dan bagian dari Tuhan, membagikan pengalaman ini untuk menyembuhkan dan untuk disembuhkan.
Dengan caraku sendiri saya telah menyentuh orang-orang yang ada di McDonald's, suamiku, anakku, guruku, dan setiap jiwa yang menghadiri ruang kelas di malam terakhir saya sebagai mahasiswi. Saya lulus dengan satu pelajaran terbesar yang pernah saya pelajari : "Penerimaan Tanpa Syarat". Banyak cinta dan kasih sayang yang dikirimkan kepada setiap orang yang mungkin membaca cerita ini dan mempelajari bagaimana untuk "Mencintai Sesama Dan Memanfaatkan Benda-Benda - Bukannya Mencintai Benda Dan Memanfaatkan Sesama."
SENYUM ITU BERKAT
Duit seratus ketemu dengan duit seratus ribu, dan terjadilah percakapan di bawah ini.
Duit Seratus: Hai kawan, kemana saja sampeyan kok lama nggak ketemu?
Duit 100 ribu: Iya nih, gue akhir-akhir ini sibuk banget, jalan-jalan ke mal, luar negeri, nonton bola di Italia, ke kasino di Las Vegas, golf, dan besok saya mau ke Swiss diBank, enak-adem di ruang penyimpanan uang di sana ketemu teman-teman dari luar negeri.
"eh, lalu bagaimana dengan pengalaman kamu?" tanya duit 100 ribuan pada duit seratus.
"Yah, beginilah kalau jadi orang kecil, kamu tahu sendirilah.....parkir, tempat ibadah, parkir, tempat ibadah....."
Tertawa diyakini dapat mempercepat proses penyembuhan. Atas dasar keyakinan itulah, kepada setiap dokter di Eropa dianjurkan untuk selalu menerima pasiennya dengan senyuman dan tertawa sehingga pasien pun dapat turut terhibur dan senang karenanya.
ILLUSTRASI
Salah satu gejala yang nampak jelas dalam dunia modern yang berkembang dengan pesat ini ialah timbulnya suatu pekerjaan atau profesi yang disebut: pengawal pribadi (bodu-guards), yang tugasnya ialah melindungi orang-oang tertentu dari segala bahaya yang mungkin menimpa. Umumnya para politikus, para jutawan atau orang-orang penting lainnya sangat membutuhkan jasa-jasa dari body-guards ini, karena pada saat ini ada begitu banyak bahaya yang dapat mengancam, entah berupa pembunuhan, perampokan, penculikan dan sebagainya. Sehubungan dengan ini ada sebuah cerita yang sungguh-sungguh terjadi di suatu negara di Timur tengah yaitu Yordania. Wasfi Tell adalah seorang negarawan yang sagat terkemuka di negara Yordania. Ia mendapat kepercayaan negara untuk duduk sebagai Perdana Menteri yang mengurus serta mengatur kelangsungan hidup negara Yordania yang sedang berkembang itu. Sesuai dengan kedudukannya yang penting itu, maka kehidupan sehari-hari dari negarawan Wasfi Tell tidak dapat dipisahkan dari para pengawal pribadi atau body-guards yang setiap saat menjaga keselamatan jiwanya daris etiap bahaya yang mungkin mengancam. Tugas body-guards ini cukup sulit, sebab kalau perlu mereka juga harus rela mempertaruhkan keselamatan jiwa mereka demi keselamatan orang yang dilindunginya. Pada suatu sore yang naas tanggal 28 opember 1971 terjadilah suatu hal yang sungguh di luar dugaan. Tatkala itu negarawan Wasfi Tell baru kembali dari suatu kunjungan di kota Cairo, dan baru saja beliau keluar dari mobil hendak masuk ke hotel Sheraton di mana beliau menginap. Tak lupa para body-guards juga siap sedia megnelilingi sang perdana menteri, dan jumlahnya tidak sedikit: ada 15 orang body-guards yang siap sedia menjaga keselamatan sang negarawan. Namun apakah yang trjadi ? Tiba-tiba terdengarlah serentetan tembakan-tembakan dan peluru berdesingan di sekitar negarawan Wasfi Tell. Seorang di antara 15 body-guards itu terkena tembakan dan yang paling menyedihkan, bapak perdana Menteri Wasfi Tell juga trkena tembakan sehingga akhirnya beliau meninggal dunia. 15 Orang body-guards ternyata tidak dapat menyelamatkan nyawa sang perdana menteri. Hal ini menunjukkan keterbatasan manusia; bukannya para body-guards itu lalai, tetapi para body-guards itu pun manusia biasa yang sangat terbatas kemampuan dan kecekatannya sehingga mereka tidak mampu mengatasi keadaan yang sangat tidak diduga-duga itu. Penjagaan, perlindungan atau pun pengawalan manusia belumlah dapat memberikan jaminan yang pasti bagi keselamatan jiwa seseorang, sebab manusia adalah makhluk yang terbatas. Tetapi alangkah indahnya apa yang telah dijanjikan oleh Tuhan Yesus dalam Injil Matius 28:20 sebagai berikut; "ketahuilah olehmu, Aku ini beserta dengan kamu senantiasa sehingga pada kesudahan alam." Ini bukanlah janji dari manusia tetapi janji dari Tuhan Yesus sendiri, padahal Ibrani 13:8 menyatakan Tuhan Yesus tidak berubah baik dahulu sekarang sampai selama-lamanya. Body-guards manusia tidak dapat terus-menerus memberikan penyertaan serta perlindungan kepada orang yang mereka coba lindungi. Apakah para body-guards itu dapat memberikan penghiburan kepada hati yang sedang dirundung duka nestapa atau kegelisahan? Apakah mereka dapat memberikan damai serta ketentraman di dalam hati ? Tuhan Yesus bersedia memberikan penyertaanNya di dalam segala hal dalam hidup kita skalian. Pada waktu senang maupun pada waktu susah, Ia adalah Sahabat yang sejati, yang tidak pernah meninggalkan kita. Body-guards dapat saja meninggalkan seseorang hanya karena kurang puas akan honorarium yang diterimanya. Tetapi Tuhan Yesus telah menyatakan Aku tidak akan meninggalkan engkau melainkan menyertai engkau sampai kesudahan alam. Saudara, bukankah ini merupakan suatu janji serta penghiburan yang sangat indah? Alangkah berbahagianya jikalau saudara juga boleh mendapat penyertaan Tuhan yang seperti demikian ini.
UPACARA BENDERA
Upacara Bendera pada tanggal 13 Oktober 2008 SLA Purwodadi dibuat secara berbeda disatukan di Sport Hall dan yang menyampaikan Amanat adalah Bapak Petrus Souisa Kepala SMA Advent Purwodadi yang menekankan untuk mencapai prestasi puncak pentingnya kita memiliki Passion yang luar biasa. Passion adalah dalam arti sederhana sebuah semangat yang besar disertai emosi yang kuat, sebuah hasrat yang membara atau burning desire, untuk memuwujudkan sesuatu tujuan. Temukan Passion dalam diri dengan memulai melihat didalam diri apa yang menjadi kesukaan yang akan kita wujudkan menjadi Passion. Pengkhotbah 9:10 mengatakan: "Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, kemana engkau akan pergi."
Jumat, 10 Oktober 2008
SENYUM ITU BERKAT
Mahluk baru dengan rambut panjang ini sungguh menyusahkan. Selalu berkeliaran dan membuntutiku. Aku tak nyaman, aku tak biasa dikawani.
HAWA:
Sepanjang minggu aku membuntutinya di belakang dan mencoba berkenalan. Aku harus bicara sebab ia pemalu.......tapi aku tak peduli. Ia tampaknya senang melihatku di sekitarnya.
FAKTA:
Tahukah Anda ? Anak-anak bisa tertawa sekitar 300-400 kali dalam sehari. Bagaimana dengan orang dewasa ? Penelitian menunjukkan orang dewasa ternyata hanya bisa tertawa 15 kali sehari.
RAHASIA ORANG-ORANG SUKSES.............
Seandainya anda ingin membuat sandwich, tentu anda akan mengerjakannya secara berurutan. Pertama seiris roti, lalu isinya dan bumbunya, baru irisan roti kedua. Takkan masuk akal kalau anda mengubah urutannya. Seandainyapun anda benar-benar suka mustard, anda takkan meletakkannya dulu di piring. Tetapi ketika kita mengejar sasaran-sasaran kita, kita lihat langkah-langkah yang ingin kita ambil dan terkadang berusaha melewati langkah-langkah yang kurang menarik. Tetapi mengacaukan urutan langkah itu ujung-ujungnya membuat frustrasi dan sia-sia. Capailah sasaran-sasaran Anda satu persatu, dan hargailah prosesnya sementara anda maju terus. Kalau tidak, anda takkan maju.
James McIntyre menyelidiki kecelakaan-kecelakaan pesawat. "Dalam suatu kecelakaan, anda lihat di mana segalanya berakhir, lalu anda telusuri kembali bagaimana segalanya dimulai."
McIntyre, yang dibesarkan dalam kemiskinan di Bronx, dididik untuk menjadi pilot di Angkatan Laut, kuliah, lalu berkarir sebagai pilot Angkatan Laut dan penerbangan-penerbangan komersil. Ia tidak suka sering-sering memikirkan masa kecilnya atau upayanya ke luar dari kemiskinan. "Dibesarkan di Fort Apache, saya bahkan tak dapat membayangkan kehidupan yang saya jalani ini. Saya harus hidup pada hari itu sebab saya tak melihat banyak di hari esok. angkatan laut mengeluarkan saya dari sana dan membiayai kuliah saya, tetapi sebelum saya dapat memikirkan masa depan, saya wajib melayani mereka selama bertahun-tahun. Kuncinya bagi saya adalah mengerjakan apa yang pandai saya kerjakan dan tidak menguatirkan apa yang akan datang berikutnya. Saya tahu bahwa seandainya saya sudah dididik dengan benar, saya akan siap seumur hidup saya."
Kamis, 09 Oktober 2008
MOTIVASI

Oleh: Drs. Petrus Souisa, M.Ed.
Satu Quotation yang bisa dikutip dikatakan sebagai berikut: "Dengan belajar, anda bisa mengubah dunia !!! Dan Dunia yang paling dekat dengan Anda adalah dunia pandangan, pikiran dan hati Anda."
Coba kita membayangkan berikut ini : Ada 3 remaja yang sedang berlibur dan duduk santai dipinggir danau, mereka menggunakan kacamata yang berbeda yaitu menggunakan kacamata hijau, biru dan kacamata hitam. Remaja yang menggunakan kacamatan hijau mengatakan: 'Wah indahnya danau yang hijau ini........" Sedangkan remaja yang menggunakan kacamata biru mengatakan kepada si kaca mata hijau: Buta kali matamu, danau biru begini kenapa kamu katakan hijau. Remaja yang menggunakan kacamata hitam, dengan wajah yang bingung mengatakan, "Kalian ini bagaimana, cuaca mendung begini kenapa dikatakan indah! kalian semua payah. Dari pernyataan ketiga remaja ini, atau cara pandang mereka kenapa berbeda pendapat ? Kenapa ada yang menyatakan danaunya berwarna biru, berwarna hijau, bahkan berwarna hitam. Karena mereka mengenakan kacamata yang berbeda. Mereka bisa saja ribut mempertahankan pendapatnya dan tidak ada yang paling benar. Tidak ada yang benar, karena melihat dari kacamata yang berbeda (cara memandangnya yang berbeda). Yang ingin saya garis bawahi adalah makna yang dapat kita ambil dari cara pandang yang berbeda adalah demikian halnya dengan belajar. Kalau kita memandang belajar dengan kacamata yang salah, entah itu hitam, biru, merah, atau samar-samar, maka kita akan memiliki arti atau pemahaman belajar yang terbatas. Oleh karena itu, kalau kita benar-benar berniat ingin belajar lebih baik, kita perlu awali dengan menyadari apakah kita melihat belajar sudah dari banyak sisi? Dan apakah kita sudah mengenakan kacamata yang benar untuk melihat bagaimana belajar yang baik? Sekiranya kita semua masih belum mengenakan kacamata yang benar dalam belajar, sepertinya kita perlu memakai kacamata baru untuk melihat lebih banyak sisi dari belajar, supaya bisa melihat belajar seindah warna aslinya.
Saya mengajar kita semua untuk melihat bagaimana belajar dengan menggunakan kacamata AMPUH. Apa itu kacamata Ampuh ?? Ampuh adalah sebuah akronim atau kata singkatan. Ampuh adalah ramuan dari beberapa nilai tentang belajar dalam pengertian tidak terbatas pada belajar di sekolah saja.
A hurup pertama dari kata ampuh adalah : Ambil Kesempatan. Kita perlu melihat dunia yang akan kita jalani sebagai suatu kesempatan yang harus kita manfaatkan, apabila kesempatan itu tidak kita ambil, maka akan menjadi kesempitan. M huruf kedua dari kata ampuh adalah: Mantapkan Motivasi maksudnya adalah kita perlu membekali diri dengan motivasi yang mantap, setiap langkah yang akan kita jalani adalah bagian dari sukses yang kita rencanakan dan membuat kita makin dewasa dalam berpikir dan bertindak.
P huruf ketiga dari kata Ampuh adalah Pelajari keterampilan. Modal lain yang tidak kalah pentingnya adalah keterampilan, yang dapat membuat kita lebih "AHLI" dengan menguasai keterampilan berpikir, keterampilan berpikir, keterampilan belajar dan terampil mengatur waktu. U huruf ke empat dari kacamata/ kata AMPUH adalah Usaha Optimal maksudnya adalah kita akan mengalami baik itu kegagalan dan kesuksesan; dan yang paling penting bukan tentang apa yang kita alami, melainkan yang paling penting adalah bagaimana kita menghadapi pengalaman tersebut; dimana kita butuh kunci-kunci untuk mengatasi baik itu kegagalan maupun keberhasilan.
H huruf ke lima dari Ampuh adalah Hidup seimbang. Kita tidak hanya harus memahami apa yang sudah kita yakini, akan tetapi perlu juga mewujudkannya dalam kehidupan sehari-hari. Semoga bermanfaat. Salam tetap semangat.
SENYUM ITU BERKAT
Mengira rumah sedang kosong, seorang pencuri masuk kedalamnya. Ternyata di dalam kamar ada pasangan suami-istri pemilik rumah itu.
"Siapa namamu?" ujar pencuri sambil mengacam si wanita.
"E-E-Elizabeth." ujarnya.
"Ini hari keberuntunganmu," katanya. "Saya tidak bisa menembak orang yang bernama Elizabeth karena itu adalah nama ibu saya tersayang." Dia menoleh ke arah sang suami. "Siapa namamu?"
"Nama saya Harry." Ujar si pria. "Tapi orang memanggil saya Elizabeth.
Rasa humor adalah kapasitas seseorang untuk menangkap, menghubungkan, dan menanggapi sebuah situasi dengan cara yang bersifat lebih lucu dan jenaka. Rasa humor bukanlah bakat bawaan sejak lahir, tetapi suatu keahlian yang bisa diperoleh melalui latihan. Tapi satu hal yang pasti, Tuhan sudah memberikan kepada semua orang potensi yang luar biasa untuk tertawa.
Spirit of CHANGE
James C. Collins & Jerry I. Porras mengatakan: "Proses evolusi mempunyai tenaga yang sangat besar untuk mendorong kemajuan. Itulah yang terjadi pada perusahaan-perusahaan visioner."
Perusahaan visioner berorientasi jangka sangat panjang (built to last), sehingga bagi mereka, evolusi merupakan keharusan . Mereka harus selalu meremajakan sel tubuhnya agar senantiasa muda, memiliki respons dan reaksi terhadap kompetisi. Meeka menjadi remaja kembali dalam usia ratusan tahun.
Minggu, 05 Oktober 2008
PENGHARGAAN KEPADA PENGSIUNAN
Jumat, 03 Oktober 2008
Spirit of CHANGE
John Naisbitt mengatakan : "Informasi merupakan kekuasaan."
Seorang serdadu dalam PErang Saudara di Amerika Serikat menggunakan bedil dan meriam untuk mengalahkan musuhnya. Mereka menunggang kuda untuk menopang mobilitasnya. Seorang serdadu dalam Perang Dunia kedua telah mengendarai truk dan kendaraan lapis baja. Mereka menggunakan senapan mesin dan radar. Sedangkan serdadu di Peang Teluk 1990 menggunakan peluru kendali dan bom pintar untuk menaklukkan lawannya. Setiap era melahirkan peralatan baru dan rules of the game yang baru. Kia hidup di era informasi sebagai senjata. Seperti halnya kekuasaan (sebagai alat yang bebas nilai), informasi juga bisa menjerumuskan kita. Tergantung pada bagaimana sikap dan cara kita terhadapnya.