Kamis, 18 September 2008

SENYUM ITU BERKAT


Seorang gadis muda menemui pendetanya dan mengaku bahwa ia takut telah melakukan dosa kesombongan. "Apa sebabnya kamu berpikir demikian?" tanya si pendeta. "Karena setiap pagi ketika saya melihat pada cermin, saya selalu berpikir alangkah cantiknya saya ini." jawab si gadis muda. "Jangan takut, anakku," jawab pendeta meyakinkan,"Itu bukan dosa, hanya suatu kesalahan menilai diri."

BULAN PENUH BERKAH



INDAHNYA MEMBERI

"Mereka memberikan lebih banyak daripada yang kami harapkan. Mereka memberikan diri mereka, pertama-tama kepada Allah, kemudian oleh
karena kehendak Allah juga kepada kami." (2 Korintus 8:5).

Janda di Sarfat dihadapkan pada dilema yang cukup sulit atas permintaan Elia. Jika ia memberikan persediaan terakhir bahan makanan yang ada padanya, ia akan mati kelaparan. Namun akhirnya, ia mengambil keputusan itu, walau berisiko (1 Raja-raja 17:15). Ia memberikan makanan penyambung hidupnya kepada Elia yang berarti juga memberikan hidupnya. Demikian pula Jemaat Makedonia (2 Korintus 8:5). Mereka menderita dan kekurangan, tetapi mereka bermurah hati. Bahkan, mereka memberi diri untuk melayani. Pertama-tama mereka melayani Allah, tetapi kemudian juga melayani sesama. Sungguh Indah! Kita juga akan mengalami hal yang indah jika kita belajar dari ibu janda dari Sarfat, serta jemaan Makedonia. Mereka memberi teladang dalam hal memberi. Bagi mereka, tak ada alasan untuk tidak memberi. Apapun keadaannya. Dalam keadaan baik atau tidak baik, dalam kelebihan ataupun kekurangan. Mereka menunjukkan bahwa kita semua bisa memberi, asal kita mau. Sebab kita pasti mempunyai sesuatu untuk diberikan dalam melayani sesama -- paling tidak waktu, tenaga, dan perhatian. Yang perlu terus kita ingat adalah bahwa apapun yang kita punya adalah Anugerah-Nya, yang diberikan bukan saja untuk diri sendiri, melainkan juga untuk melayani sesama demi kemuliaan-Nya. Kesempatan untuk memberi, terlebih memberi diri adalah anugerah yang tidak boleh kita sia-siakan. Memberi hidup kita untuk melayani dengan sungguh-sunguh di mana kita ditempatkan; di rumah, di tempat kerja, dan dimana pun, adalah ibadah yang sejati. Dalam bulan yang penuh berkah SLA Purwodadi juga mempraktekan pengalaman janda di Sarfat dan Jemaat Makedonia membagikan sebagian berkat kepada masyarakat yang berkekurangan sekitar kampus Slapur dalam menyambut hari raya Idul fitri.

Rabu, 17 September 2008

BUKU ADALAH JENDELA DUNIA






Membaca adalah kunci ilmu,sedangkan gudangnya adalah buku.

DENGARKAN MEREKA BICARA


BURUNG KENARI DAN PIALANYA

Tersebutlah Burung Kenari memenangkan kejuaraan bernyanyi. Karena ia memang ditakdirkan sebagai burung yang pintar berkicau, maka ketika mengikuti lomba bernyanyi, dialah yang tampil sebagai juaranya. Dan untuk kemengangannya itu ia memperoleh piala penghargaan yang sangat indah dan membanggakan. Bagi kebanyakan burung lain, tentu piala itu akan dipajang di almari kaca di ruang tamu rumah mereka. Supaya dengan begitu setiap saat ia dapat menikmati kebanggaannya itu. Tetapi rupanya tidak demikian dengan si Burung Kenari. Piala penghargaan yang diperolehnya itu justru disembunyikannya di dalam almari pakaian di tempat yang paling sudut dan tidak kelihatan. Karena itu banyak burung lain yang tidak mengetahui bahwa dialah sang juara. Mengetahui hal ini si Burung Gagak yang bersuara serak itu segera mengambil kesempatan. Ia yang hanya mendapatkan juara kelas embek, justru membawa-bawa piala penghargaannnya ke mana pun ia pergi, sambil bercerita bahwa dialah pemenang dalam kejuaraan itu. Karena semua melihat bahwa dialah yang dapat memperlihatkan piala kejuaraan itu maka masyarakat burung jadi percaya bahwa memang dialah sang juara sejati itu. Suatu hari ketika Raja hutan mengadakan pesta untuk menjamu tamu dari luar negeri dipanggillah si Burung Gagak untuk menampilkan keahliannya berolah suara untuk menghibur hadirin. Maka dilantunkannya sebuah lagu yang telah dipilih baik-baik oleh sang Burung gagak. Semua tamu yang mendengar pada mengangguk-angguk dan memahami suara khas si burung yang serak itu.
Tetapi ketika tamu sang raja meminta agar si Burung Gagak menyanyikan nyanyian yang lain, musibah pun terjadi. Ia yang sebenarnya memang bukanlah burung penyanyi itu terpingkal-pingkal batuk tanpa henti hingga mempermalukan keluarga kerajaan. Dengan sangat frustrasi si burung gagak itu mengundurkan diri dari suasana pesta dengan penuh rasa malu. Ia turun panggung diiringi oleh pandangan para tamu yang merasa sangat kasihan kepadanya. "Sang juara sedang tertimpa musibah komentar para hadirin. Tetapi yang lebih mengibakan hati lagi adalah, beberapa hari setelah peristiwa itu si Burung Gagak tidak pernah lagi keluar dari sarangnya. Ia mengurung diri. Menghindari dari perjumpaan dengan burung-burung yang lain. Hingga pada suatu hari kemudian terbetik kabar yang mengejutkan......."Si Burung Gagak mati menggantung diri." teriak Burung Goak di suatu pagi. Maka berdukalah hati seluruh penghuni hutan itu karena merasa kehilangan seorang kawan penghibur yang sejati. Namun di tengah-tengah suasana penguburan, salah seorang di antara mereka melihat kehadiran si Burung Kenari, dan tersadarlah bahwa sesungguhnya bahwa sesungguhnya bukan si Burung Gagaklah sang juara itu,melainkan si Burung Kenari. Maka pernyataannya kemudian......."Kenari, bukankah kamu yang menyandang gelar Penyanyi sejati itu? Tapi di manakah piala kejuaraanmu itu ? Pasanglah, biar semua orang tahu dan kamu dinobatkan sebagai juara yang sesungguhnya." Tetapi si Burung Kenari menjawab perlahan. "Biarlah piala itu berada di tempat penyimpanannya saja, supaya ia tidak menjadi bebanku. Sebab jika ia kubawa ke mana-mana, kalau aku jatuh, ia akan menimpa dan membuatku celaka."
******
Setiap orang selalu mendambakan kemenangan dan keberhasilan, tetapi tidak semua orang selalu siap menerima saat kejatuhan dan kenyataan dari kekalahan dirinya.
"Keangkuhan merendahkan orang, tetapi orang yang rendah hati, menerima pujian." (Amsal 29:23).



STUDI PERIOD






Salah satu ciri khas sekolah berasrama adalah adanya kegiatan belajar yang teratur setiap malam melalui studi period didampingi oleh guru sebagai pengawas dan pembina.

OLAHRAGA TERATUR






Olahraga teratur membuat otak awet muda.
Jalan kaki ditaman secara teratur dapat menjaga pikiran tetap muda dan membuat tubuh langsing.
Sebuah studi menunjukkan bahwa olahraga sedang seumur hidup seperti jalan kaki 3o menit
atau lari ringan 1 mil per hari , dapat memerangi efek penuaan didalam otak.

Selasa, 16 September 2008

Spirit of CHANGE



BERUBAH ADALAH LAHIR KEMBALI MENJADI MANUSIA BARU

William Paley mengatakan : "Setiap tindakan, cara bicara, dan pemikiran selalu dapat diubah, dan perubahan itu dapat dijadikan kebiasaan."

Manusia selalu mampu mengubah dirinya, perilakunya, maupun kebiasaan-kebiasaannya, menjadi lebih baik. Setiap orang bisa menjadi manusia baru, setiap kali mereka berpikir tentang sesuatu yang baru danmelakukan hal-hal baru. Perubahan mestinya kia masukkan ke dalam agenda kehidupan kita. Segala sesuatu memang harus diubah tepat pada waktunya, termasuk diri kita sendiri. Perubahan diri kita adalah proses kelahiran kembali sebagai manusia baru, dan dalam sati kehidupan kita memang perlu lahir berulang kali, agar menjadi sosok yang sempurna.

ILLUSTRASI


KASIH YANG BENAR

Beberapa puluh tahun yang lalu di negeri Inggris terjadi suatu peristiwa yang cukup menyayat hati. Pada suatu sungai yang mengalir di dekat sebuah desa kecil di pedalaman negeri Inggris, dua orang anak kecil sedang asyik memancing ikan. Mereka memang senang sekali melakukan hobby ini karena mereka sering melihat orang-orang lain juga memancing di sungai tersebut. Tetapi pada hari itu rupanya terjadi sesuatu yang di luar dugaan kedua anak kecil ini. Mereka begitu asyik memancing sambil bergerak dari satu tempat ke tempat yang lain sehingga akhirnya keduanya jauh tergelincir masuk ke dalam air sungai yang cukup dalam. Mereka semuanya tidak dapat berenang, maka dengan sekuat tenaga mereka berteriak minta tolong. Tidak berapa jauh dari kedua anak yang terjerumus ke dalam sungai itu, ada seorang pemuda yang juga sedang asyik memancing. Pada mulanya ia tidak mendengar teriakan minta tolong dari kedua anak itu, tetapi untunglah akhirnya ia mendengar juga teriakan tersebut. Dengan bergegas-gegas pemuda ini berlari ke tempat di mana ia mendengar suara minta tolong itu. Apa yang ia lihat ? Kedua anak itu ternyata sudah terseret arus sungai sehingga semakin jauh dari tepian. Kalau tidak ditolong, pasti mereka akan mati tenggelam. Dengan tidak memikir panjang lagi, pemuda ini segera terjun ke dalam sungai dan berenang secepat-cepatnya mendekati kedua anak yang sudah hampir kehabisan napas ini. Pemuda ini sebetulnya bukanlah seorang perenang yang baik. Ia memang bisa berenang, tetapi hanya ala kadarnya saja. Dengan demikian ia membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mencapai tempat di mana kedua anak itu berada. Dengan sekuat tenaga yang ada padanya, ia berusaha untuk menghela kedua anak itu ke tepi sungai. Akhirnya ia berhasil dengan baik. Kedua anak itu dapat dibawa ke tempat yang kering di tepi sungai. Selamatlah mereka. Tetapi cerita ini tidak berakhir sampai di sini! Pemuda ini merasa sangat letih dan tubuhnya lemah lunglai. Seluruh tenaga dan energinya telah habis terkuras dan usahanya menolong kedua anak kecil itu. Akhirnya, ia tergelincir dan terjerumus ke dalam air sungai yang cukup dalam itu. Ia berteriak-teriak minta tolong, tenaganya sudah tiak ada lagi untuk berenang, sebab ia juga bukan seorang perenang yang baik. Kedua anak kecil yang ditolongnya hanya dapat melihat peristiwa ini dengan kedua mata mereka, sebab mereka juga tidak dapat berbuat apa-apa untuk menolongnya. Demikianlah, akhirnya pemuda ini mati tenggelam di dalam sungai.
Peristiwa ini sangat menggemparkan seluruh penduduk desa. Pemuda yang meninggal itu dianggap sebagai pahlawan dan dikuburkan dengan suatu upacara yang khidmat oleh seluruh penduduk desa. Setelah upacara penguburan selesai dan orang-orang akan kembali ke rumah masing-masing, mereka masih disuguhi suatu pemandangan yang unik. ayah dari pemuda itu menghampiri ke dua anak yang menjadi penyebab kematian anaknya sendiri. Apakah yang ia perbuat? Sang ayah itu berlutut di depan kedua anak kecil ini lalu ia mencium mereka pada pipinya, serta berdoa agar Allah kiranya memberkati kedua anak itu. Penduduk desa menjadi sangat heran melihatnya. Bukankah kedua anak kecil itu adalah penyebab dari kematian si pemuda ? Mengapa si ayah itu malah mencium serta memintakan berkat untuk kedua anak kecil itu ? Apakah sama sekali tidak ada perasaan jengkel, menyesali kedua anak itu atau malah sakit hati ? Sama sekali tidak ! Ayah itu adalah seorang yang beribadah kepada Allah dengan hati yang sungguh-sungguh. Ia mengetahui bahwa Tuhan jualah yang mengatur segala kehidupan manusia di dunia ini, karena itu ia telah menyerahkan anaknya sendiri ke dalam tangan Tuhan, dan ia tetap mengasihi kedua anak kecil yang menjadi penyebab kematian anaknya. Sungguh besar kasih bapak itu bukan ?
Namun pada saat ini ingin saya kemukakan suatu kasih yang jauh lebih besar dan mulia daripada kasih si ayah itu. Berita tentang hal ini tercantum dalam Yohanes 3:16, "Karena begitu besar Allah mengasihi dunia ini, sehingga dikaruniakanNya anakNya yang tunggal supaya barangsiapa yang percaya kepadaNya tidak akan binasa melainkan beroleh hidup yang kekal."
Suatu berita yang luar biasa! Allah mengasihi dunia yang penuh dengan percabulan, kenajisan dan dosa ini. Allah tidak membenci dunia. Berita Alkitab yang utama adalah bahwa Allah mengasihi dunia, Allah mengasihi manusia yang berdosa, termasuk saudara dan saya. Bukti dari kasih Allah yang besar ini tak lain ialah dengan dikaruniakanNya Tuhan Yesus Kristus untuk tergantung di kayu salib golgota sebagai penebus dosa umat manusia. Inilah kasih Allah yang besar kepada manusia yang berdosa. Sekarang soalnya: Apakah kita mau menerima kasih Allah itu di dalam hidup kita ?

PUISI


KESUSAHAN

Tuhan, tolonglah kami untuk menerima kasihMu
yang kau berikan tanpa imbalan apa pun
Dan ajarilah kami untuk berterima kasih
atas berkahMu yang begitu banyak
Namun, bantulah kami juga untuk menyadari
bahwa kasihMu kau berikan dalam berbagai cara
Dan tidak selalu dalam bentuk kegembiraan
dan hari-hari yang cerah dan penuh pesona
Karena seringkali Engkau pun mengirimkan kesusahan
yang kami tolak dengan ceroboh,
Tanpa menyadari bahwa itu lah kehendak Mu
dan bahwa kami harus menerimanya dengan ceria
Dan dalam kesusahan dan kesenangan
kami selalu akan mendengar suaraMu
Jika kami dengarkan dalam keheningan
dan menemukan alasannya untuk bergembira

Senin, 15 September 2008

ARTIKEL


HASRAT MENEMUKAN DAN MENGEMBANGKAN DIRI

Oleh: Drs. Petrus Souisa, M.Ed.

Satu cerita klasik dari Negeri Tirai Bambu/negeri China mengenai kisah hidup SUN BIN salah satu keturunan Jenderal Sun Tzi yang terkenal sebagai pengarang buku klasik mengenai Strategi Seni berperang. Menurut cerita tradisional China, Sun bIN hidup abad ke tiga sebelum masehi di zaman di mana negara-negara pada waktu itu saling berperang yang situasinya serba kacau.
Pada masa mudanya Sun Bin bersama teman dekatnya bernama Pang Juan belajar ilmu perang dan siasat pada seorang guru yang bijak dan misterius bernama Wang Li pengarang salah satu Ilmu siasat klasik yang paling rumit dan canggih.
Sesudah Sun Bin dan temannya selesai menimba Ilmu taktik Perang dari Wangli . Pang Juan sahabat Sun bin bekerja di satu keluarga bangsawan Wei dan diangkat menjadi seorang komandan tentara berpangkat tinggi/ menjadi jenderal.
Pang Juan mempunyai tabiat/sifat yang kurang baik karena takut di kemudian hari bilamana bakat/kemampuannya sebagai ahli siasat nanti akan dikalahkan oleh Sun Bin, maka Pang Juan membuat dan mempunyai rencana yang jahat berkomplot untuk melenyapkan Sun Bin dari atas muka bumi ini.
Itu sebabnya Pang Juan mengatur dan merencanakan ada satu pertemuan dengan Sun Bin. Dan diundanglah Sun Bin kenegeri Wei yang seolah-olah bermaksud untuk bertukar pendapat dengan Pang Juan. Pada waktu Sun Bin tiba, Pang Juan menangkapnya atas tuduhan kriminal dan memberikan hukuman siksa yang paling berat. Kedua kaki Sun Bin dipenggal dan wajahnya di rusak dalam bentuk hukuman yang dirancang untuk menjatuhkan martabat seseorang sampai ke tingkat yang paling rendah. Dan sejak saat itu, ia menjadi terkenal dengan nama Sun Bin atau Sun si lumpuh. kisah hidup Sun Bin yang lumpuh ini tidak berakhir sampai disana. Sun bin, sekalipun dalam kondisi yang begitu mengenaskan, ia masih memiliki semangat dan kesadaran yang tinggi mengenai potensi/bakat dan harga dirinya yang unik sebagai manusia, dia kenal betul siapa dirinya. Itu sebabnya, pada waktu ia masih di dalam penjara, ia tetap berjuang dan berusaha, walaupun waktunya sangat terbatas, ia mengusahakan sedapat mungkin ada pertemuan singkat dan bersifat pribadi dengan seorang pejabat utusan negara Qi. Sun Bin sekalipun dengan susah payah dan masih merasakan nyeri di sekujur tubuhnya, Sun Bin dalam pertemuan singkat itu dengan cepat membuat pejabat utusan negara Qi menjadi terkesan. Terkesan tidak hanya dengan keraniannya, tetapi juga terkesan dengan kebijaksanaannya dalam hal strategi dan ilmu berperang. Pejabat utusan dari negara Qi merasakan ada keistimewaan pada diri Sun Bin, istimewa bukan hanya pada kekuatan tubuhnya yang sudah penuh dengan bilur-bilur dan bercak-bercak membiru bekas luka pada wajah, kepala dan leher, melainkan juga tertarik pada keteguhan hati dan gagasan-gagasan yang bijaksana dalam diri Sun bin. Dan akhir cerita pejabat utusan dari negara Qi sadar bahwa betapa berharganya Sun Bin ini bila dijadikan sekutu. Dan kemudian pejabat utusan tadi menyelundupkan Sun Bin keluar dari negeri Wei kenegara Qi negaranya sendiri. Dan sejak saat itu Sun Bin dalam perjalanan hidup selanjutnya dalam waktu yang tidak lama ditunjuk sebagai penasihat Militer dan ahli siasat Jenderal terkenal yaitu TIANJI yang sangat megnanggumi kecerdasan Sun Bin sebagai penasehat perang.
Ada satu pelajaran berharga yang dapat kita ambil dari kisah nyata hidup Sun Bin ini. Bagaimana seseorang dapat bangkit dari kesulitan untuk meraih kesuksesan dengan menyadari ada potensi bakat yang unik dalam dirinya. Menurut Sun Bin, dia katakan : "Kita semua masing-masing mempunyai Hasrat untuk menemukan dan mengembangkan diri kita dalam mengisi dan mencapai tujuan hidup, dalam hal-hal yang penting dan mendalam. Yang pertama dan paling penting dalam hal ini adalah: menyadari bakat-bakat kita dan menggunakan semua itu secara terpadu dalam meraih keberhasilan."
Mrs. Ellen G. White menulis dalam buku Christ Object Lesson halaman 256 mengatakan : "Bakat atau potensi yang digunakan itulah bakat/potensi yang dilipat gandakan. sukses bukanlah hasil dari suatu kebetulan atau nasib; ia merupakan hasil pimpinan Allah, pahala dari iman dan kebijaksanaan, dari kebajikan dan usaha yang tekun.Tuhan menginginkan agar kita menggunakan setiap pemberian yang kita miliki; dan jika kita berbuat hal ini, kita akan mendapatkan pemberian yang lebih besar lagi untuk digunakan. Ia tidak menganugerhkan kita secara gaib kesanggupan yang kurang pada kita, tetapi sementara kita menggunakan apa yang kita miliki. Ia akan bekerja dengan kita untuk meningkatkan dan menguatkan setiap kemampuan kita."
Jadi untuk bisa berkembang, marilah kita mulai dari apa yang ada pada diri kita. Jangan mulai dengan mengkonsentrasikan diri dengan kesulitan yang akan membuat kita menjadi lemah, malas belajar dan enggan diri. Mudah-mudahan kisah hidup Sun Bin dalam memotivasi kita dalam mengembangkan dan menemukan secara sehat setiap potensi yang kita miliki. bukan hanya mencapai yang terbaik, melainkan juga mengembangkan yang terbaik apa yang ada pada diri kita dan pada akhirnya kita boleh sukses dan membawa kebahagiaan dalam hidup kita.

Rabu, 10 September 2008

SENYUM ITU BERKAT


Seorang ibu memberikan dua lembar uang lima ratusan kepada anaknya yang baru berusia empat tahun ketika hendak mengikuti kebaktian Sekolah Sabat. "Ini mama beri dua lembar uang. Yang satu untuk Tuhan dan yang satu lagi untuk jajan." kata sang ibu menjelaskan. "Makasih, mama." Setelah kebaktian selesai, sang ibu datang untuk menjemput anaknya. "Ma, tadi saya tidak memberikan kolekte." "Lho kenapa? Mama kan sudah memberikan kolekte." "Uangnya tadi hilang satu lembar, ma." "Lalu yang satu lagi mana ?" "Sudah saya pergunakan untuk jajan." "SEharusnya uang yang tidak hilang itu kamu gunakan untuk kolekte." "Tapi yang hilang itu uang Tuhan, ma."

DENGARKAN MEREKA BICARA



SERIGALA DAN KOLAM SAKTINYA

Suatu hari di musim kemarau yang sangat kering, seekor serigala merasa sangat kelaparan. Sepotong daging yang diperolehnya tadi pagi sudah habis dimakan anaknya. Sedangkan sekarang sampai menjelang petang, ia belum juga mendapatkan lagi sepotong daging untuk dirinya sendiri atau untuk istrinya. Padahal biasanya, ketika musim lagi baik, ia dapat menangkap mangsa dengan mudah dan dapat mengenyangkan seluruh perut keluarganya. Dengan letih ia bersandar di bawah pohon randu yang sudah tidak rindang lagi. Udara panas saat itu membuatnya terengah-engah. Seekor burung gagak kebetulan sedang bertengger di atasnya, dan sedang membawa sepotong dendeng yang tampaknya enak sekali untuk dinikmati. Tetapi serigala tidak melihatnya, karena ia telah trlanjur patah semangat setelahs eharian tidak menemukan rezeki. Kepalanya lebih banyak menunduk lesu. "Gaok, letih sekali kelihatannya kamu ini, Serigala." sapa burung Gagak itu. "Nih, terimalah dendengku ini. Makanlah. Pasti tubuhmu akan menjadi segar kembali." Serigala menengadahkan mukanya sambil keheranan. Ia bertanya-tanya dalam hati. Seolah tidak percaya bahwa saat itu burung Gagak memberinya sepotong dendeng yang lezat Plok! Bahkan sampai dendeng yang memang gurihn itu dijatuhkannya ke atas pangkuan si Serigala. "Makanlah." seru si Burung gagak lagi, lalu terbang tanpa mempedulikan kebengongan si Serigala. Karena Serigala memang sangat membutuhkan, maka dibawanyalah pulang dendeng pemberian si Burung itu, meski dengan hati yang berduka. Berduka ? Ya, karena dengan pemberian itu si Serigala jadi bertanya-tanya dalam hati. "Apakah tampangku begitu mengenaskan sehingga menimbulkan belas kasihan siapa pun yang melihatku?"
"Tidak selalu begitu." jawab istrinya setelah si Serigala tiba di rumah. Lalu dibawalah suaminya itu ke Kolam Sakti di belakang rumah mereka. Di situ Pak Serigala mencuci-muka dan berkaca ke dalamnya. Lalu tampaklah kepadanya apa yang pernah ia lakukan dahulu kepada binatang-binatang yang lain. Bayangan dalam kolam itu menampakkan gambar seekor serigala sedang memberi makan kepada anak-anak rubah, dan bebek dan bebefrapa yang lain. "Kenapa kamu memberi mereka makan Suamiku?" tanya istrinya. "Karena aku mengasihi mereka." jawab serigala. "Kalau begitu, sekarang jangan biarkan hatimu sedih, Suamiku." lanjut istri serigala. "Burung gagak itu memberimu makan bukan dengan maksud merendahkan dirimu. Tetapi ia memberimu karena ia memang ingin mengasihi kamu. Sama seperti yang pernah kamu perbuat kepada binatang-binatang yang lain." Serigala tertunduk dan menitikkan airmata, bukan karena sedih, melainkan karena berbahagia bahwa cinta kasih mampu menghidupkan kembali semangat yang patah.

****
Ada saatnya memberi, ada pula saatnya menerima. Tetapi jika semuanya itu di lakukan karena sikap yang mengasihi, maka Tuhan pun akan melipatgandakan kebahagiaan itu.

"Saudara-saudara, memang kamu telah di panggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih. Sebab seluruh hukum Taurat tercakup dalam satu firman ini, yaitu: "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."





Spirit of CHANGE



PERUBAHAN TIDAK TERJADI DALAM SEMALAM

Lao Tze mengatakan : "Perjalanan 1000 mil dimulai oleh satu langkah."

Perubahan harus kita maknai sebagai kata kerja, bukan kata benda. Karena itu, perubahan adalah proses. Jika seseorang menginginkan hasil cepat dari proses perubahan yang dia lakukan, kemungkinan hasil yang didapatkannya bersifat instan. Sebagai sesuatu yang bersifat temporer, perubahan yang bersifat instan memang tetap layak untuk dirayakan. Namun demikian janganlah menggeser fokus pada pencapaian jangka pendek semata. Perubahan sebagai proses adalah perjalanan seribu mil yang sangat panjang. Dalam beberapa kasus, sebuah proses panjang perubahan mencapai titik sasaran justru setelah penggagasnya meninggal. Sebagai contoh, continuous improvement dalam proses bisnis, bahkan merupakan sebuah proses yang tanpa akhir.




Senin, 08 September 2008

PENGUKUHAN PENGURUS KELAS TAMATAN SMP-SMA 2008-2009








Hari Senin tanggal 9 September 2008 telah dikukuhkan Pengurus Kelas Tamatan SMP-SMA Advent Purwodadi Tahun Ajaran 2008-2009 dengan susunan pengurus sebagai berikut:

Pengurus Kelas Tamatan SMP :

Presiden Senior : Monica Pungus
Sekretaris : Katheleen Simbolon
Bendahara : Cindy Simamora
Humas :Joeline simbolon
Pendeta : Kevin .N
Sponsor : Pdtm. Didi Lanjen
Penasehat : Ir. Agus Bianto

Pengurus Kelas Tamatan SMA :

Presiden Senior : Gerry Ujudeda
Wakil Presiden : Joel Magai
Sekretaris : Edri, Ribka Sidebang Silalahi
Bendahara :Elita, Dela Sinaga
Humas : Adriel Autopah
Pendeta : Joshua Imanuel Bangun
Seksi Dana : M. Biere, K. Jahamau, Milan Naibaho, F. Tambunan
Seksi Dekorasi dan Perlengkapan : Paula Raiza, Octovensa, Ester, David Umbas, Calvin Dompas, Yosafat, Yessi Ava, Antoni Kusumahadi
Seksi konsumsi : Norma Ulli, Fingga, Ronald, Desti Elwika, Victor Jerry.
Seksi Dokumentasi : Kevin, Jeffry, Intan
Seksi Kostum : Helga, Shally, Alson
Sponsor :Ibu Ester Bianto
Penasehat : Drs. Petrus Souisa, M.Ed.

Jumat, 05 September 2008

Kegiatan Liburan permulaan puasa.






Pada tanggal 1 dan 2 September 2008 liburan permulaan puasa diisi oleh OSIS Slapur dengan kegiatan lomba menegement Kelas.

Rabu, 03 September 2008

ILLUSTRASI




MENGUMPULKAN BULU-BULU YANG BETERBANGAN

Didalam kehidupan manusia di dunia ini kita melihat alangkah banyaknya orang yang menjadi korban dari desas-desus, fitnah, gosip, bisik-bisik dan segala hal lain yang senada dengan itu. Memang manusia rupa-rupanya cenderung untuk mendengarkan tentang kejelekan-kejelekan orang lain yang belum tentu benar keadaannya demikian. Kalau saya misalnya mempunyai kebaikan tertentu, belum tentu hal itu tersiar ke mana-mana, tetapi cobalah kalau saya ini mempunyai suatu kejelekan yang kelihatan, tentu dengan cepat berita ini tersiar ke seluruh kenalan dan handai taulan dengan disertai bumbu-bumbu yang lebih memperburuk keadaan. Dan yang paling menyedihkan ialah bahwa sebagian besar dari desas-desus itu belum tentu benar. Malah sering kali fitnah dan bisik-bisik itu timbul dari hati yang penuh dengan kebencian, kedengkian serta kejahatan.
Alkitash, di dalam suatu kota ada seorang yang hobbynya menyiarkan tentang kejelekan-kejelekan seseorang tertentu. Dengan sekuat tenaga ia menyiarkan berita-berita bohong tentang keburukan Tuan A. Dan bukan hanya Tuan A Saja, tetapi juga orang-orang lain juga. Demikianlah hobbynya sehingga ia dikenal sebagai "Juara mempergunjingkan orang". Tetapi pada suatu hari orang ini merasa bahwa apa yang sudah ia perbuat selama ini adalah tidak baik dan ia merasa menyesal akan hal ini. Lalu ia berpikir, Apakah yang akan diperbuatnya untuk menebus segala kesalahan serta keburukannya di masa yang lampau? "Aku akan datang kepada orang-orang yang telah kurusakkan namanya itu dan mohon maaf yang sebesar-besarnya." demikian pikirnya.
Maka datanglah ia ke rumah tuan A serta menyatakan dan mencurahkan isi hatinya serta memohon maaf yang sebesar-besarnya serta berjanji tidak mau berbuat hal yang buruk itu lagi. Tuan A, yang namanya dicemarkan oleh si pemfitnah ini, termenung sejenak mendengar permintaan ini. Akhirnya ia berkata, "Sebelum aku dapat memaafkan segala tindakanmu itu aku ingin agar engkau melakukan sesuatu untukku. Ambillah sebuah kantong besar dan isilah kantong ini dengan bulu-bulu yang sebelumnya telah engkau hitung jumlahnya. Nah, setelah itu aku harap engkau mau pergi ke sebuah bangunan yang tertinggi di kota ini yang bertingkat 25, lalu bawalah kantong berisi bulu-bulu ini ke tingkat yang tertinggi yaitu tingkat ke-25. Lalu disana bukalah kantong itu dan biarkanlah bulu-bulu yang ada di dalamnya terbang tertiup angin kesana-kemari. Lalu setelah itu turunlah dari gedung itu dan mulailah kaucari bulu-bulu yang beterbangan itu satu persatu. Ingat jangan sampai ada yang kurang sehelai bulu pun. Kalau engkau dapat mengumpulkan kembali bulu-bulu itu, tanpa kurang sehelai pun..........barulah aku mau memaafkan engkau." Wah...... si tukang sebar desas-desus serta fitnah itu terpukau mendengar permintaan tuan A. Ia mengerti bahwa adalah sangat mustahil untuk mengumpulkan bulu-bulu yang sudah beterbangan ditiup angin. Ia mengerti makna permintaan tuan A itu. Ia telah menyebarkan kabar dusta tentang tuan A, ia telah memfitnah nama tuan A, dan berita tentang kejelekan tuan A telah tersiar ke mana-mana, padahal itu adalah berita bohong. Sekarang ia mau meminta maaf kepada tuan A tetapi bagaimanakah caranya ia hendak menarik kembali perkataannya yang sudah dikeluarkannya pada waktu-waktu yang lalu? Ini adalah suatu yang mustahil. Ada pepatah kuno yang mengatakan bahwa perkataan yang sudah dikeluarkan entah itu baik atau buruk, tidak dapat ditarik kembali.
Alkitab mengatakan bahwa meskipun lidah manusia itu suatu anggota tubuh yang kecil, tetapi mempunyai pengaruh yang besar sekali. Orang yang dapat mengendalikan lidahnya, adalah seorang yang benar-benar berkenan di hadapan Tuhan, tetapi jikalau lidahnya tidak dikendalikan, itu dapat diumpamakan sebagai api yang dapat membakar hutan yang besar dan tak dapat dikendalikan lagi. Oleh karena itu sebelum terjadi hal-hal yang tidak dikehendaki, biarlah kita mau menjaga lidah kita sebaik-baiknya sehingga tidak menjadi alat yang negatif, tetapi menjadi suatu alat yang bermanfaat.


Jumat, 29 Agustus 2008

Spirit of CHANGE


PERUBAHAN BISA MENJADI PROSES YANG MENYENANGKAN

Pepatah kuno mengatakan :
"Bagi seorang anak, dunia adalah tempat yang indah, kesenangan tanpa akhir, penuh keajaiban. Ketika Andamenjadi dewasa dan cenderung melupakan bahwa dunia adalah tempat yang indah, dunia tetap penuh keajaiban, jika Anda mempunyai mata untuk melihatnya."

Terkadang kita ingin kembali jadi seorang anak yang tak punya beban. Dalam dunia yang penuh perubahan tak terduga, kita bisa kembali menjadi seorang anak kecil. Lihatlah keajaiban-keajaiban di balik perubahan. Carilah tempat di mana Anda bisa memainkan peran. Kita bisa memperoleh keayikan seorang anak yang membangun patung pasir. Kita akan terkejut melihat betapa banyak hal mengasyikkan yang bisa kita lakukan sebagai orang dewasa. Ya, perubahan bisa diciptakan sebagai proses yang menyenangkan.





SISWA BERPRESTASI






Pada acara Chapel hari Jum'at tanggal 29 Agustus 2005 telah diumumkan 5 besar siswa yang berprestasi tahun ajaran 2007-2008 baik SMP maupun SMA oleh Wakasek Kurikulum Bapak Gibson Hutabarat SS dan Direktur SLA Purwodadi Bapak P.Souisa memberikan motivasi kepada setiap siswa yang hadir dengan topik pembicaraan bahwa setiap orang adalah nomor satu (every one is number one) sukses menyertai kalian semua dan tetap semangat .

Rabu, 27 Agustus 2008

Artikel


BIJAKSANA DAN BERPANDANGAN JAUH KEDEPAN

Oleh: Drs. Petrus Souisa, M.Ed.


Hanya orang yang bijaksana dan berpandangan jauh ke depanlah yang
dapat melihat krisis yang akan terjadi dan dapat bertindak dengan
tepat mengatasai krisis tersebut.

Diceritakan dalam sejarah China pada akhir tahun 206 SM, dinasti Chin jatuh. Namun demikian, pemerintahan yang baru belum terbentuk. Sementara itu pasukan-pasukan berkeliaran di ibu kota yang telah hancur. Para jenderal dan pejabat sibuk mengerahkan tentara-tentara mereka untuk menjarah istana kerajaan yang megah dan puri-puri milik orang-orang kaya. Semua tentara dengan susah payah mengangkuti tumpukan-tumpukan emas dan perak, perhiasan yang mahal, barang-barang antik yang berharga. Namun, seorang komisioner yang berpandangan jauh ke depan bernama Hsiao Ho memerintahkan para bawahannya untuk mengambil alih Biro Informasi. Bukannya harta benda yang dipungut, tetapi para tentara-nya justru memenuhi kereta-kereta mereka dengan peta militer, data sosial, tabel populasi, dan statistik yang penting.
Segera setelah penjarahan besar ini, pecahlah perang saudara. Tabel-tabel dan peta-peta yang terselamatkan itu menunjukkan pentingnya beberapa lokasi yang strategi dan mengungkapkan banyak tempat persembunyian senjata dan perbekalan. Majikan Hsiao Ho yang bernama King Han merasa sangat puas dengan informasi penting ini, dan menyanjung sang komisioner yang tanggap terhadap keadaan Komisioner tersebut kemudian diangkat menjadi perdana menteri pertama.
Sedangkan pada masa situasi tanpa aturan dan hukum (chaos) tersebut, kebanyakan orang sibuk menimbun logam-logam berharga, seorang pegawai toko mengumpulkan banyak tepung dan gandum. Segera sesudah itu pecahlah perang saudara yang dahsyat. Para petani tidak dapat menanami ladang gandum mereka, dan harga-harga bahan makanan membubung tinggi. Gabah menjadi sama berharganya dengan emas. Pegawai toko itu menjual barang-barangnya sedikit demi sedikit, dan memperoleh keuntungan yang besar. Orang lain menyimpan tumpukan emas dan perhiasan tanpa mengetahui di mana mereka dapat menukarkan kekayaan mereka itu dengan makanan dan akhirnya mereka mati kelaparan.
Pelajaran yang bisa diambil dari sejarah China ini adalah pada masa-masa krisis atau chaos, emas dan barang-barang berharga yang lain, yang pada umumnya kita hargai tinggi, belum tentu merupakan barang yang paling berharga. Jadi, dibutuhkan orang yang mempunyai visi ke depan untuk menilai situasi dan kondisi.
Kita patut bersyukur di sekolah yang kita cintai ini ada sarana komunikasi melalui Pro Jugend yang sudah terbit dari waktu ke waktu yang sampai saat ini dalam tahun 1 sudah terbit 46 volume, dan kita harapkan harta informasi yang kita miliki dan yang bermanfaat ini kita tetap terus lestarikan dan tingkatkan menjadi media komunikasi yang lebih baik lagi dan membawa kehidupan kita menjadi orang yang bijaksana dan berpandangan jauh kedepan. Tetap semangat !!! Succes is my right.

KERJA BAKTI NIH YEEEE !!!!





Nilai Pendidikan bekerja perlu ditanamkan sejak sedini mungkin bagi siswa-siswi Slapur , itu sebabnya setiap hari Minggu setelah ibadah pagi semua siswa menuju ke posnya masing-masing untuk kerja bakti membersihkan dan memperindah Kampus SLA Purwodadi.