Selasa, 25 November 2008

HARI GURU



Sebuah puisi yang boleh kita simak dalam rangka Hari Guru 25 Desember 2008.

Hari Guru

“Sejuta batu nisan
guru tua yang terlupakan oleh sejarah.
Terbaca torehan darah kering:
Di sini berbaring seorang guru
semampu membaca buku usang
sambil belajar menahan lapar.
Hidup sebulan dengan gaji sehari.
Itulah nisan tua sejuta
guru tua yang terlupakan oleh sejarah,”

Ah itu lagu lama kang …
lagu barunya sudah terbit nih:

guru-guru kini sudah bisa belagu
menepis segala ambigu
tiada bisa menandingi aku
sebab gajianku berlipat beribu

guru sekarang sudah bisa terbang
semua keperluan dapat tunjangan
setiap bulan inklud di uang gajian
aku pun sudah bisa terbang

siapa yang menghina kami
ku injak kepala sampai kaki
bandingkan berapa situ bergaji
tahukah kami sudah bisa bernyanyi

taralala trilili………………..

Selamat hari Guru!



DENGARKAN MEREKA BICARA


MERPATI TAK LAGI BERKICAU

Suatu hari Ibu kelinci tampak bersedih hati, duduk manyun di depan rumahnya. Ia tidak lagi tampak putih cantik dan lincah berlarian seperti biasanya, melainkan lesu, lusuh dan tidak bergairah.
Bu Merpati memperhatikannya sejak tadi dari atas dahan. Tetapi lama kelamaan bosan juga melihat tetangganya yang termangu seperti itu, maka ia segera mendekati.
"Kenapa kamu suntrut seperti itu. Bu Kelinci ? Padahal biasanya kamu ceria sekali," sapa Bu Merpati. "berkicau" kepada tetangganya.
"Susah," jawab Bu kelinci. "Rasanya tidak perlu aku hidup bertetangga dengan kawan sebelah, dan yang lain-lainnya." lanjut Bu Kelinci dengan ketus.
"Lho, memangnya kenapa sih?" desak Bu Merpati pula.
"Bayangkan, betapa repotnya aku harus menanam kacang dan wortel di kebun. Tetapi begitu berbuah, belum sempat aku mencicipi hasil keringatku itu, sudah datang si Jerapah minta sumbangan." kata Kelinci menjelaskan. "Belum lagi, cara memintanya pun pakai membilang ini dan itu, Milih yang ini dan milih yang itu. Apa enggak kesal?"
Bu Merpati mengangguk-angguk mendengarkannya. Dan ketika dalam perjalanan hendak pulang ke rumah. Merpati bertemu dengan si Jerapah. Hewan berleher super panjang itu pun mengeluh kepadanya. Katanya, ia barusan pulang dari Puskesmas,memeriksakan anaknya yang sakit perut lantaran kebanyakan makan sayur kacang. Maka jika tidak berkeberatan dan ada uang. Jerapah minta tolong agar dipinjami uang barang seribu-dua ribu untuk memberlikan obat bagi anaknya itu.
"Kamu ini bagaimana, sih Jerapah? Dari rumah Kelinci, kamu minta sumbangan. Tapi begitu hasil sumbangan itu kamu makan dan kamu menjadi sakit, sekarang kamu cari pinjaman kepadaku. Lalu apa dong usahamu untuk mencukupi hidupmu sendiri itu, kok keahlianmu cuma minta dan pinjam melulu." kicau Burung Merpati lagi seperti Kutilang. Mendengar kata-kata ini hati Jerapah jadi terbakar. Ia marah bukan kepalang dan mengancam akan membunuh si Burung Merpati. Tentu saja Merpati sangat ketakutan, karena sebagai burung ia tidak pernah bertengkar dengan yang lain. Maka dengan tergopoh-gopoh ia minta perlindungan kepada Pak Mawas, dan melaporkan duduk perkaranya.
"Jika aku menjadi Kelinci, aku akan mengikhlaskan semua kacang yang telah diminta oleh Jerapah. Karena jika pemberianku tidak kuberikan dengan ikhlas. Tuhan tidak akan membalasku dengan berkat yang lain." kata Pak Mawas perlahan. "Jika aku menjadi kamu Merpati. Aku akan menutup mulutku di depan Jerapah. Karena lebih baik aku berdiam diri, jika aku tidak dapat menemukan kata-kata bijak yang dapat menyejukkan hati, karena masing-masing kelakuan kita tentu ada sebabnya." Maka sejak saat itu Burung Merpati tidak pernah berkicau lagi.

****

Murah hati membuat hidup jadi seringan kapas.

"Sebab jika kamu rela untuk memberi, maka pemberianmu akan diterima. Kalau pemberianmu itu berdasarkan apa yang ada padamu, bukan berdasarkan apa yang tidak ada padamu........ Seperti ada tertulis:'Orang yang mengumpulkan banyak, tidak berlebihan, dan orang yang mengumpulkan sedikit tidak kekurangan.'" (11 Korintus 8:12,15).

Senin, 24 November 2008

WARNET SLAPUR






Pengunjung setia warnet Slapur, untuk mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh bapak-ibu guru Slapur.

RENUNGAN


AMBISI

"Siapa saja yang ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu." (Markus 10:43).

Pada tahun 2003, Michael Weiskopf wartawan majalah TIME, berangkat ke Irak bersama tentara Amerika Serikat, ia meliput suasana perang dari dalam tank baja. Tak dinyana, sebuah granat dilemparkan ke dalam tank itu dan meledak ! Welkopf pun kehilangan tangan kanannya. Ketika kembali pada keluarganya, ia merenung: "Mengapa aku mau diutus ke medan perang hingga cacat begini?" Akhirnya, ia menemukan jawabnya: ambisi. Weiskopf ingin menaikkan pamornya supaya dikenal sebagai jurnalis terhebat. Kini ia menyesal. Ambisi adalah keinginan membara untuk sukses atau mencapai sesuatu yang lebih. Tak salah bila manusia berambisi. Bahkan, untuk memajukan gereja dibutuhkan pemimpin yang berambisi. Masalahnya, ke mana ambisi itu di arahkan ? Yakobus dan Yohanes punya ambisi egois yang terarah pada diri sendiri. Mereka meminta Yesus kelak menempatkan mereka di posisi tertinggi (ayat 37). Menjadi yang terhebat. Pemegang kuasa. Mendengar permintaan itu, kesepuluh murid lain marah. Mengapa? Karena mereka pun mengincar kedudukan itu ! DAri situ Yesus mengarahkan mereka agar memiliki ambisi yang terbaik:"meminum cawan yang harus Kuminum" (ayat 38). Ambisi untuk berkorban seperti Yesus. Menjadi hamba yang gigih melayani Tuhan dan sesama. Dalam pelayanan, tidak salah kita memiliki ambisi, tetapi mesti hati-hati, sebab ambisi itu bagaikan api. Bisa menghangatkan, tetapi bisa juga menghanguskan. ambisi egois menghasilkan perseteruan, sebaliknya ambisi yang kudus mempersatukan. sudah benarkah arah ambisi Anda? ADakah Anda mencari hal-hal yang besar bagi Tuhan, atau bagi diri sendiri? --- JTI

SENYUM ITU BERKAT


IRI HATI

Bihun sangat iri hati pada Mie. Setiap kali bertemu di supermarket, mereka tidak pernah bertegur sapa, bahkan Bihun sering mengolok-olok Mie di depan umum. "Dasar kribo jelek hiiih, mentang-mentang kuning dan gemuk aja orang-orang lebih suka sama dia, nggak tau malu."
Hari-hari berlalu dengan semakin menumpuknya rasa kebencian. Mie tetap adem ayem, tidak peduli bihun mau bilang apa. Pikir Mie, "Kafilah menggonggong, gue berlalu aah......."

suatu hari di supermarket muncul barang baru bernama Spaghetti. Saking tidak kuat menahan emosi, Bihun berlari dari raknya dan memukuli kepala Spaghetti sambil berteriak, "Jangan kira gue enggak ngenalin elu ya !!! Meskipun di rebonding begitu, gue tetep tau elu si kribo jelek itu !!

Fakta:
Banyak yang tidak menyadari ternyata tertawa merupakan hasil evolusi yang menyelamatkan manusia dari kepunahan. Pakar biologi, Prof Carsten Niemitz dari Berlin, mengatakan beberapa jenis primata mengembangkan bahasa tubuh dan mimik muka yang rumit, termasuk di dalamnya tertawa sejak puluhan juta tahun lalu. Tujuannya agar mimik muka tertawa untuk mencegah agresivitas sesama jenis, dan untuk membedakan mana tindakan bersungguh-sungguh dan mana tindakan yang cuma main-main, dibedakan oleh mimik muka yang rumit tersebut.

Spirit of CHANGE


"JANGAN MEMBUAT RUMIT SITUASI APAPUN. Just keep it simple.

Jack Trout mengatakan: "Ide-ide strategis besar hampir selalu muncul dengan kata-kata sederhana. Itulah the power of simplicity."

Dimasa lalu, orang cenderung membuat rumit sesuatu yang sederhana. Sekarang, orang membuat sederhana situasi yang kompleks. Kejeniusan seorang pemimpin tampak ketika ia mampu memikirkan dan mengungkapkan gagasan besar dengan bahasa yang sederhana. Gagasan yang cemerlang adalah gagasan yang simpel, substansif, dan disampaikan dengan gaya bahasa orang awam. Anda bisa menggerakkan orang untuk berubah dengan slogan. Bukankah slogan selalu simpel dan mengacu pada tindakan?

KHOTBAH SENIOR 2008






Normauli Kelas XII IPA menyampaikan Khotbahnya dalam Program khotbah Senior di Kebaktian Vespers pada Sabat 21 Nopember 2008 yang menekankan : "Berat atau ringan itu masalah pilihanmu". Apabila masalah berat datang kepada kita sanggupkah kita meringankannya? Bagaimana caranya membuat ringan?
1. Jadilah sadar. Mazmur 113:125.
2. Mintalah pertolongan Allah. Mazmur 70:2.
3. Hadapi bersama dengan Allah. Mazmur 119:197,198.
4. Bertumbuh lebih kuat di dalam Dia.
5. Untuk meringankan masalah kita dengan bersyukur. Amsal 27:7.

UPACARA BENDERA






Kegiatan Upacara Bendera hari Senin 24 Nopember 2008 dengan pembina Upacara Bender Ibu Helena Elizabeth Souisa Kepala Asrama Putri menyampaikan amanatnya Tantangan dan Peluang Berprestasi dengan potensi dasar yang Tuhan berikan kepada kita sebagai umat-Nya yaitu dengan mengembangkan Kompetisi yang sehat dalam meraih prestasi.

Jumat, 21 November 2008

RENUNGAN


SEBUAH ILUSTRASI "Karena telah ternyata bahwa kamulah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia." 2 Korintus 3:3. Dalam sebuah khotbah, ilustrasi merupakan hal yang sangat penting agar pesan firman tuhan yang disampaikan dapat diterima dengan jelas. Tanpa ilustrasi, khotbah yang bagus sekalipun kerap kali sukar dipahami. Rektor sebuah sekolah tinggi teologi megatakan bahwa ilustrasi bagaikan jendela yang menerangi isi seluruh rumah. Bahkan ia menyebutkan bahwa ilustrasi yang baik akan membantu keberhasilan sebuah pewartaan firman hingga sebesar 40 %. Jemaat Korintus terkenal dengan reputasinya yang buruk. Walaupun mereka sudah percaya kepada Yesus, namun kehidupan meeka belum mencerminkan ajaran Kristus yang sesungguhnya. Rasul Paulus mengingatkan jemaat di Korintus bahwa mereka adalah surat Kristus (ayat 3). Ini berarti bahwa ketika surat itu dibaca, maka ia harus mencerminkan Kristus yang sesungguhnya. Kristus harus tampak secara jelas dan bukan samar-samar melalui kehidupan nyata setiap hari. Gypsy smith, seorang penginjil besar di zamannya, mengajarkan bahwa sebenarnya ada lima injil. Ketika mengucapkan kalimat terakhir, para pendengarnya memprotes dalam hati. Namun belum sempat memprotes, ia menjelaskan sambil menyebutkan masing-masing Injil yang dimaksud. Menurutnya, Injil itu terdiri dari Matius, Markus, Lukas, Yohanes, dan yang kelima adalah orang kristiani itu sendiri. Kekristenan dan ajarannya sesungguhnya sangat menarik. Namun, yang terkadang membuatnya kurang menarik adalah orang-orang Kristiani yang mengilustrasikannya. Sungguh sayang bila ini terus terjadi. Dunia menanti ilustrasi nyata. Mari minta Roh Kudus menolong kita untuk menunjukannya dengan (ayat 18). ----MZ

Kamis, 20 November 2008

KOMPETISI SAMPOERNA PONDATION




Tanggal 18 Nopember 2008 dan 19 Nopember 2008 seluruh sekolah Kabupaten Pasuruan baik SMP maupun SMA mengikuti Kompetisi Sampoerna Pondation dan tidak ketinggal SMA Advent Purwodadi juga mengikuti Kompetisi untuk cerdas-cermat bidang studi MIPA dan lumayan masuk pada Juara Harapan 1 dari 50 Sekolah yang berkompetisi. Presenter masuk 7 besar dari 50 sekolah, Mading 7 besar dari 20 sekolah, Bahasa Inggris masuk 7 besar dari 50 Sekolah.

SENYUM ITU BERKAT


GAJI

Seorang Eropa bertemu dengan seorang Indonesia. Orang Indonesia bertanya kepada Orang Eropa, berapa gajimu dan untuk apa saja uang sejumlah itu ?
Orang Eropa menjawab, "Gaji saya 3.000 Euro. 1.000 euro untuk tempat tinggal, 1.000 Euro untuk makan, 500 Euro untuk hiburan." "Lalu sisa 500 Euro untuk apa? tanya orang Indonesia. Orang Eropa menjawab secaa ketus," Oh itu urusan saya. Anda tidak berhak bertanya!" Kemudian orang Eropa balik bertanya,"Kalau Anda bagaimana?"
"Gaji saya Rp. 950 ribu. Rp.450 ribu untuk tempat tinggal, Rp. 350 ribu untuk makan, Rp. 250 ribu untuk transpor, Rp. 200 ribu untuk sekolah anak, Rp. 200 ribu untuk bayar cicilan pinjaman..... Rp. 100 ribu untuk....."
Penjelasan orang Indonesia terhenti karena orang Eropa menyetop penjelasan itu dan langsung bertanya." Uang itu jumlahnya sudah melampaui gaji Anda. Sisanya dari mana? " tanya orang Eropa itu keheranan. Orang Indonesia itu menjawab dengan enteng. "Begini Mister, tentang uang yang kurang, itu urusan saya. Anda tidak berhak bertanya."

Fakta:
Peliharalah jiwa yang awet muda dengan lelucon-lelucon praktis yang sehat. Bila anggota keluarga saling memikirkan dan menyediakan waktu untuk bermain-main dan berkelakar dengan baik dan bersih, hal itu mencerminkan keadaan mereka yang saling mengasihi dan saling menghargai.

Spirit of CHANGE



OTAK KITA ADALAH PERANGKAT LUNAK TERPENTING DALAM MENGHADAPI PERUBAHAN

John Naisbitt mengatakan:"Yang penting adalah peangkat lunaknya."

Persaingan di masa kini bukan ditentukan oleh perangkat keras yang dimiliki oleh suatu organisasi, melainkan perangkat lunaknya. Hard ware sama sekali tidak bernilai tanpa sofware. Bagi organisasi bisnis modern, peangkat lunak bukan hanya sistem komputer yang canggih, tetapi juga manusianya (brainware). Manusia-manusia yang paling valuable dalam masa perubahan radikal adalah mereka yang memiliki perspektif dan cara berpikir yang tepat. Nilai seseorang bukan terletak pada pendidikan formalnya, tetapi pada cara berpikir dan cara bertindak.

AKREDITASI SEKOLAH





Sebanyak 50 siswa pada RAbu malam mengisi angket untuk persiapan Akreditasi dari Organisasi GMAHK Divisi Asia Pasifik Selatan pada tanggal 23 Pebruari 2008.

PEMANTAPAN UJIAN NASIONAL




Kegiatan Pemantapan Ujian Nasional bidang studi Sosiologi Selama Malam 18 Nopember 2008.

Selasa, 18 November 2008

UPACARA BENDERA




Kegiatan Upacara Bendera Hari Senin 17 Nopember 2008 dengan Pembina Upacara Bendera Bapak B. Sujatmiko Kepala Tata Usaha Sekolah Lanjutan Advent Purwodadi.

PEMANTAPAN UJIAN NASIONAL




Kegiatan Pemantapan Persiapan Ujian Nasional Sosiologi pada hari Kamis 13 Nopember 2008.

Kamis, 13 November 2008

KUNJUNGAN TAMU





Pada hari Rabu tanggal 12 Nopember 2008 Sekolah Lanjutan Advent Purwodadi mendapat Kunjungan Tamu dari Lembaga Alkitab Gideon yang membagikan Alkitab secara gratis atau cuma-cuma kepada setiap siswa Slapur.

PEMANTAPAN UJIAN NASIONAL







Kegiatan Pemantapan Ujian Nasional bagi kelas XII baik program IPA dan Program IPS hari Selasa Malam 11 Nopember 2008. Bidang Studi Sosiologi dan Bahasa Inggris.

Senin, 10 November 2008

Work Education





Kegiatan kerja bakti (Work education) membersihkan Kampus SLA Purwodadi pada hari Minggu 9 Nopember 2008.