Rabu, 31 Oktober 2007

PUISI

Taufik Ismail :
Kerendahan Hati



Kalau engkau tak mampu menjadi beringin
yang tegak di puncak bukit
Jadilah belukar, tetapi belukar yang baik,
yang tumbuh di tepi danau
Kalau kamu tak sanggup menjadi belukar,
Jadilah saja rumput, tetapi rumput yang
memperkuat tanggul pinggiran jalan
Kalau engkau tak mampu menjadi jalan raya
Jadilah saja jalan kecil,
Tetapi jalan setapak yang
Membawa orang ke mata air
Tidaklah semua menjadi kapten
tentu harus ada awak kapalnya....
Bukan besar kecilnya tugas yang menjadikan tinggi
rendahnya nilai dirimu
Jadilah saja dirimu....
Sebaik-baiknya dari dirimu sendiri

Senin, 29 Oktober 2007

ILLUSTRATION

Tuhan yang Lebih Kuat
John G. Paton, seorang misionaris bagi The New Hebrides Islands, sering hidup dalam bahaya sewakt ia bekerja di antara orang-orang aborigin yang tidak pernah mendengar Injil. Suatu kali, tiga orang dukun yang menyatakan bahwa mereka memiliki kuasa untuk menyebabkan kematian, di depan umum menyatakan maksud mereka untuk membunuh Paton dengan sihir mereka sebelum hari Minggu berikutnya. Untuk melakukan ilmu hitam mereka, mereka harus memiliki makanan yang sebagian telah dimakan Paton. Mengetahui ini, Paton dengan berani meminta tiga buah plum. Ia menggigit masing-masing buah itu sedikit lalu menyodorkan buah-buah itu kepada orang-orang yang merencanakan kematiannya. Hari minggu trbit dengan damai, dan si misionaris masuk ke desa sambil tersenyum gembira dan melangkah dengan riang. Para penduduk asli saling memandang dengan takjub, berpikir bahwa itu tidak mungkin Paton. "Orang-orang suci" mereka megnakui bahwa mereka sudah berusaha dengan segala jampi-jampi mereka untuk membunuh dia. TAtkala ditanya mengapa mereka gagal, mereka menjawab bahwa si misionaris adalah orang kudus seperti mereka, juga bahwa Tuhannya lebih kuat daripada roh jahat yang menolong mereka dan Tuhan misionaris itu melindungi dia ! Sejak saat itu, pengaruh Paton bertambah, dan tidak lama kemudian ia dengan penuh sukacita menuntun jiwa-jiwa kepada Tuhan.

Spirit of CHANGE

PERUBAHAN MENANDAKAN ADANYA KEHIDUPAN

Evelyn Waugh mengatakan: "Change is the only evidence of life."

Perubahan menandakan adanya kehidupan. Rhenald Kasali (Change, 2005) menyampaikan sebuah metafora mengenai pulau terpencil. Apabila Anda terjebak di sebuah pulau sunyi, apakah yang Anda tandai sebagai adanya kehidupan ? Sampan yang berhari-hari teronggok di tempat yang sama ? Atau seseorang yang berlari dan memindahkan letak sampan itu ? Anda akan melihat adanya kehidupan dari sampan yang berpindah tempat, bertambah, atau berkurang jumlahnya. Anda menandai adanya kehidupan dari mengamati perubahan.

SENYUM YANG MEMBAWA BERKAT

Seorang pendeta amat marah ketika mendegnar kabar bahwa salah seorang jemaatnya membeli kupon undian semacam SDSB. "Mengapa kamu membeli kupon undian tersebut ? Tidak tahukah kamu bahwa itu sama saja dengan berjudi dan berjudi itu dilarang oleh Tuhan ?! tegur sang pendeta. "Maafkan kehilafan saya. Pak. Habis waktu itu saya benar-benar butuh uang dan tidak tahu apa yang harus saya lakukan," si jemaat berusaha menjelaskan. " Apa kamu pikir bahwa Tuhan tibadak bisa memberikan jalan keluar yang lebih baik selalin memberikanmu berkat melalui kupon undian berhadiah?! "Tapi kupon undian yang saya beli berhasil memenangkan hadiah ketiga sebesar lima juta rupiah,Pak." "Oh ,ya?! Kalau begitu jangan lupa untuk memberikan perpuluhan ya ?! ".................?????!!!!!!" Si Jemaat tampak bengong.

PIKIRAN.........PIKIRAN


SIKAP BERPIKIR
Drs. Petrus Souisa, M.Ed
Seorang yang bijaksana, William James mengatakan: "Penemuan besar dari genarasi saya adalah bahwa manusia bisa mengubah sikap berpikirnya."

Manusia bisa mengubah kehidupannya dengan mengubah sikap berpikirnya. Disadari atau tidak, setiap tindakan yang kita pilih (apakah itu) --- makan, berbicara, berjalan-jalan, belajar, atau membaca koran didahului oleh dorongan pikiran.

Setiap tindakan atau kegiatan-kegiatan yang kita pilih merupakan akibat suatu pesan yang berasal dari otak kita yang dikirimkan melalui sistem saraf ke otot-otot kita untuk bertindak atau tidak bertindak. Semua kegiatan yang kita lakukan adalah hasil proses BERPIKIR.

Daniel Webster (1782-1852), negarawan dan ahli pidato Amerika mengatakan: Pikiran/berpikir adalah pengangkat segala sesuatu yang terbesar; pikiran manusia adalah proses yang pada akhirnya menjawab tujuan-tujuan manusia.

Kita dapat mengambil satu contoh orang besar yang tidak pernah menyerah menghadapi tantangan dan tahu bagaimana caranya mengubah bencana menjadi keberuntungan dengan mengubah sikap berpikirnya adalah pengalaman Thomas Alpha Edison :........pada bulan Desember 1914, laboratorium Thomas Edison yang besar di west orange, New Jersey mengalami kebakaran. Dalam waktu semalam, Thomas Edison kehilangan semua peralatan dan sebagian besar catatan pekerjaannya yang bernilai dua juta dolar. Putra Edison yaitu Charles Edison lari kesana kemari, dengan kalut berusaha menemukan ayahnya. Charles Edison memberikan kesaksiannya: pada waktu dia menemukan ayahnya, ayahnya sedang berdiri di dekat api. Wajahnya tampak kasar dalam nyala api, rambutnya yang putih berkibar-kibar ditiup angin. Charles Edison dalam kesaksiannya mengatakan: Hati saya sakit memikirkannya. Ayah saya sudah tidak muda lagi, dan segalanya habis dilahap api. Bilamana ayah melihat saya, dia berteriak : Charles cari ibumu dan ajak ibumu kemari. Ibumu tidak akan melihat apapun yang seperti ini selama hidupnya. Pada pagi, esoknya pada waktu Thomas Edison berjalan, disekeliling arang yang membara dari begitu banyak impian dan harapannya, waktu itu Edison sudah berumur 67 tahun. Dalam menghadapi bencana, sikap berpikirnya yang mengubah kehidupannya dikemudian hari. Dengan berjalan diatas orang yang membara ia mengatakan: "Ada NILAI yang besar sekali dari bencana ini, semua kesalahan yang pernah saya buat di Laboratorium ini sudah terbakar. Berkat Tuhan, kita bisa memulai dari awal kembali."

Thomas Edison mempunyai sikap yang amat berbeda terhadap hasil pekerjaannya, terhadap bencana yang ia alami. Ia memandang dan berpikir bahwa setiap kegagalan usahanya itu bukan sebagai suatu kegagalan, melainkan sebagai suatu sukses. Suatu sukses yang membawanya selangkah lebih dekat pada sasaran terakhirnya. Ia memusatkan perhatiannya pada sasaran yang ditujunya dan bersedia melakukan apa saja yang perlu agar dapat meraihnya. Dan pada akhirnya dia berhasil. Rahasia sukses terletak dalam cara berpikir kita. Sebagian besar, segala yang kita capai atau gagal kita capai dalam hidup adalah hasil langsung yang kita simpan di pikiran kita.

*Kita tidak dapat mengubah hidup kita dengan mencoba mengubah hidup kita,

*Kita tidak dapat mengubah tingkah laku kita dengan berusaha mengubah tingkah laku kita,

*Kita tidak dapat mengubah sikap kita dengan mencoba mengubah sikap kita,

*Kita tidak dapat mengubah harapan-harapan kita dengan mencoba mengubah harapan-harapan kita. Tetapi kita dapat mengubah hidup kita, dengan mengubah pemikiran kita, yang perlu di ubah adalah bagaimana cara berpikir kita. Hari ini kalau kita berpikir bahwa kita gagal, maka kita akan gagal. Kalau kita berpikir bahwa tidak mempunyai keberanian, ya kita tidak akan bernai. Bila hari ini ingin menang, tetapi berpikir bahwa kita tidak dapat menang, hampis pasti bahwa kita tidak akan menang.

Kunci sukses terletak dalam cara berpikir kita. Hidup kita akan diubah dengan merubah cara berpikir kita. Bagaimana kita berpikir menentukan akan menjadi apa anda.




Salam, success is my right

Petrus Souisa

Jumat, 26 Oktober 2007

TURUT BERDUKACITA


OSIS SEKOLAH LANJUTAN ADVENT PURWODADI MENYAMPAIKAN
TURUT BERDUKACITA
Atas telah meninggalnya:
"Angeline Djahamau"
Adik kandung dari KATHLENE JAHAMOU (XI-IPA)
Putri dari Pdt. Joni Djahamau tadi malam kurang lebih pukul 20.00 di RS Sarjito Jogjakarta.
Kiranya Tuhan memberikan ketabahan & penghiburan sejati dari Surga untuk segenap keluarga yang berduka.

ILLUSTRATION

SUARA MALAIKAT
Kita sangat sering mendengar ungkapan "suara malaikat!" sehingga saya bertanya-tanya seperti apakah suara malaikat itu sebenarnya. Lalu , saya melakukan suatu pencarian. Kemudian menemukan bahwa suara malaikat secara luar biasa terdengar seperti seseorang yang berkata, "Cepatlah!" Sampai ketika saya ambil alih, pencarian tadi menghadapi kebuntuan karena dilakukan berdasarkan kepercayaan salah bahwa suara malaikat selalu merdu. Kata "Bangunlah" jarang terdengar merdu, tidak pernah lebih merdu daripada ketika diucapkan pada jam 5 pagi. Namun, itulah yang selalu dikatakan malaikat ketika mereka berbicara kepada saya, sebagaimana dituliskan dalam Alkitab. TAl pernah saya pikirkan bahwa malaikat pernah mengatakan apa pun selain,"Bangun dan bergegaslah!" Seorang malaikat datang kepada Petrus dalam Penjara dan berkata, "Bangunlah segera!" Seorang malaikat berkata kepada Gideon (NIV), "Bangunlah dan pergilah dengan kekuatan-Nya ini." Seorang malaikat berkata kepada Elia, "Bangunlah, makanlah!" Seorang malaikat menampakkan diri kepada Yusuf dalam suatu mimpi, ketika Herodes membantai bayi-bayi, dan berkata, "Larilah." Seorang malaikat menampakkan diri kepada Filipus dan berkata,"Bangunlah dan berangkatlah."
Kenyataannya, suara-suara malaikat disampaikan secara monoton dan perintah yang diulang-ulang, "Bangunlah dan bergegaslah!" Dengarkanlah dengan saksama, maka Anda akan dapat mendegar suara malaikat-malaikat mengatasi riuh rendahnya kebisingan dunia. Suara yang seharusnya membuat kita melompat bangun dari kursi-kursi santai dan ranjang-ranjang empuk, "Bangunlah, cepatlah pergi!" Mungkin, merupakan suatu gagasan yang bagus untuk mengizinkan seorang malaikat berbicara di mimbar pada hari Minggu. Seorang pendengar yang menjadi berang berkata kepada Samuel Barrnett ketika ia menjabat sebagai imam Katedral Bristol di Inggris, "Saya datang ke gereja untuk di hibur, tetapi kata-kata Anda terdengar seperti bunyi tanda bahaya kebakaran." Barangkali memang ada api.
Halford E. Luccok, The Christian Century

Kamis, 25 Oktober 2007

SUMPAH UNTUK INDONESIA


SUMPAH UNTUK INDONESIA
Oleh I B PUTERA MANUABA

SUMPAH Pemuda yang diikrarkan 75 tahun silam, 28 Oktober 1928, dapat kita pandang sebagai cikal- bakal pembentukan negara kesatuan RI. Saat itu the founding fathers kita secara antusias menyatakan tiga inti ikrar gagasan perekat bangsa, yakni: "Satu Bangsa", "Satu Tanah Air", dan "Satu Bahasa Persatuan".
Ketika itu ikrar Sumpah Pemuda memiliki makna yang amat signifikan bagi pembangunan kesadaran rakyat RI. Adalah suatu realita historis yang tak terbantahkan dalam sejarah bangsa bahwa ikrar itu memang dapat menggelorakan semangat nasionalisme yang dahsyat. Gelora nasionalisme yang makin membara menyembul menjadi letupan keberanian patriotik untuk melawan segala bentuk penjajahan kolonialis yang mengakibatkan rakyat menderita dan sengsara.
Patut kita akui bahwa Sumpah Pemuda adalah sumpah bagi tegaknya persatuan Indonesia. Sumpah itu telah mampu menyatukan rakyat yang tersebar luas dan tercerai-berai akibat politik devide et impera yang dicanangkan penjajah Belanda. Ia menjadi roh pemersatu bangsa. Maka, kemerdekaan yang kita raih dan nikmati hingga detik ini adalah ekses dari sumpah itu.
Generasi ’28 adalah generasi perintis yang berkomitmen tinggi mempersatukan bangsa dan melepaskan rakyat dari segala bentuk pendegradasian manusia, terutama yang berupa penjajahan secara berkepanjangan. Atas dasar itulah, maka dapat dibayangkan betapa kegigihan bangsa yang dipelopori pemuda idealis untuk menjadikan bangsa ini sebagai bangsa yang merdeka, mandiri, dan memiliki jati diri.
Gaung Sumpah Pemuda itu memang mampu menginspirasi gerakan para pejuang bangsa sehingga mereka memiliki tekad dan semangat pantang mundur untuk membela bangsa dan tanah air. Kemerdekaan RI yang berhasil diraih pada 17 Agustus 1945 tentunya tak lepas dari gaung sumpah ini.
Menilik besarnya gaung Sumpah Pemuda mengarusi nilai-nilai perjuangan bangsa, tentu tak satu pun warga bangsa kita meragukan peran peristiwa itu sebagai tonggak sejarah yang selalu diingat dan dikenang para generasi bangsa. Semangat untuk bersatu padu sebagai bangunan sebuah bangsa yang berkarakteristik multikultural. Sumpah itu telah terpancang kuat dalam benak setiap anak bangsa. Tanpa sumpah itu mungkin perjalanan bangsa ini akan berkisah lain. Namun, yang jelas, kini kita telah menjadi satu bangsa dan satu tanah air yang diperantarai oleh bahasa persatuan, yakni bahasa Indonesia.
SUMPAH Pemuda telah menjadi pilar pemersatu bangsa. Karena itu, kini kita wajib mengejewantahkan cita-cita para pencetus sumpah itu. Namun, sayangnya, realitas perjalanan bangsa yang melanda negeri kita dalam beberapa tahun terakhir ini rasanya berjalan terbalik. Jika dulu orang rela dan berani berkorban demi bangsa dan tanah air, kini justru makin banyak yang justru mengorbankan bangsa dan tanah air.
Pada titik ini, semangat patriotik bergeser menjadi depatriotik. Makna sumpah itu bagai terganjal batu besar sehingga sumpah tersebut seakan terhenti mengarusi jiwa dan semangat bangsa ini. Akibatnya, Indonesia sebagai sebuah bangsa dan tanah air kini bukannya makin berjaya, tetapi justru terkoyak. Gejala depatriotik dan denasionalis ini memang seharusnya lebih dini diantisipasi agar bangsa dan tanah air kita tak makin terkontaminasi dan terpuruk.
Untuk itu peringatan Sumpah Pemuda ini barangkali bisa dijadikan momentum untuk melakukan sumpah untuk Indonesia. Mencermati kondisi bangsa yang amat memprihatinkan saat ini, sebagai bangsa kita perlu mengikrarkan sumpah dalam kesadaran inklusif masing-masing, kendati tanpa ada acara seremonial sebagaimana sumpah yang dilakukan puluhan tahun silam. Yang jelas, kita perlu bersumpah secara substantif dalam kesadaran kita sebagai warga yang memang benar-benar mencintai bangsa dan tanah air Indonesia.
Sebagai langkah penyelamatan bangsa, kita perlu mengikrarkan beberapa sumpah untuk negeri ini. Pertama, kita perlu bersumpah untuk tak berbuat korupsi. Korupsi yang merajalela saat ini terang-terang sangat merugikan bangsa dan negara kita. Besarnya korupsi di negeri ini membuat kita memperoleh predikat negara terkorup ke-6 di dunia. Predikat itu tentu saja menampar keras citra bangsa kita dalam pergaulan dunia internasional. Kendati terlambat, kita seyogianya mau bersikeras untuk melawan kemauan korup yang bersemayam dalam jiwa. Kita harus mengikrarkan sumpah antikorupsi secara bersungguh-sungguh dan bukan hanya dalam wacana.
Kedua, kita harus bersumpah untuk hidup sederhana. Mensyukuri apa adanya dengan senantiasa disertai ikhtiar dan doa adalah sikap yang pantas dikedepankan sebagai warga bangsa. Cara hidup seperti ini kiranya juga efektif untuk mengatasi krisis multidimensional di negeri ini. Hidup dalam lingkaran hedonisme hanyalah akan menjerat dan membelenggu kehidupan kita pada keinginan-keinginan tiada berbatas. Pada titik ini kita juga tak bakal mampu menghargai vitalitas hidup sebagai jalan menuju kehidupan yang abadi, yang nirduniawi. Keterbelengguan hidup hedonis atau materialis hanyalah akan menciptakan generasi hewaniah yang tak mampu menepis godaan duniawi sehingga asyik berkubang dalam kenikmatan-kenikmatan semu.
Ketiga, kita harus bersumpah untuk sadar hukum. Pelanggaran hukum, baik perdata maupun pidana, yang makin merajalela di negeri ini menjadi bukti nyata betapa kita makin tak jera dengan hukum. Ironisnya, di negeri ini, banyak orang yang paham hukum, tetapi justru mempermainkan hukum. Dalam konteks ini hukum hanya diperlakukan sebagai alat yang bisa dibelokkan kesana-kemari. Hukum tak dijadikan lagi sebagai standar menuju hidup tertib, teratur, benar, dan adil pada atmosfer berkehidupan dalam suatu bangsa yang berdaulat. Secara normatif, hukum memang menjadi hasil kesepakatan bersama. Namun, secara manusiawi, hukum juga harus dapat berlaku fleksibel sehingga kebijakan atau vonis hukum seharusnya lebih mengikuti kebergunaannya bagi kemanusiaan itu sendiri.
Keempat, kita harus bersumpah untuk lebih mengedepankan sikap altruistik. Sikap yang lebih mengedepankan demi kepentingan orang lain, bangsa, dan negara. Karena itu, kita mencoba memperkecil debit sikap individualistik dan konsumeristik berlebihan. Dengan sikap altruistik kita harus mampu secara horizontal membantu dan menolong sesama dan mengabdikan diri pada bangsa dan negara. Rasa berbangsa dan bernegara menjadikan kita melakukan dedikasi tanpa pamrih. Seharusnya kita berbuat sesuatu tanpa terlebih dahulu memikirkan imbalannya. Di sini kita bukannya tak perlu imbalan, tetapi mampu memosisikan imbalan hanya sebagai dampak dari apa yang kita lakukan. Dapatkah kita bekerja bukan semata-mata demi uang? Bukankah setiap kerja kita akan memberi dampak? Barangsiapa yang mula-mula bekerja semata-mata demi uang, ia potensial akan terjebak oleh kekuasaan uang itu sendiri. Karena itu, hidup haruslah mengutamakan kerja. Kesalahan filosofis memosisikan kerja dan uang akan membuat kita bekerja terlalu pamrih.
Kelima, kita harus bersumpah untuk berhenti mengatasnamakan rakyat demi kepentingan pribadi atau kelompok. Nasib rakyat adalah yang benar-benar harus dibela serta diperjuangkan dan mereka bukan diposisikan hanya sebagai obyek untuk meraih keuntungan. Sudah menjadi kewajiban utama bagi siapa pun yang berkuasa untuk senantiasa memihak kepada rakyat. Harus ada pemahaman bahwa rakyat harus benar-benar diposisikan sebagai pemegang kedaulatan. Pendelegasian kekuasaan oleh rakyat hendaknya tak diartikan menghilangkan kedaulatannya.
Selain sumpah-sumpah tersebut tentu masih banyak sumpah lainnya lagi yang harus diikrarkan dalam jiwa dan hati agar kita mampu hidup lurus dan berguna di tengah bangsa dan negara ini. Semakin banyak orang bersumpah secara tulus ikhlas dalam standar-standar hidup yang bermakna, citra bangsa kita akan makin bercahaya.

I B PUTERA MANUABA Dosen Fakultas Sastra Universitas Airlangga, Surabaya

Rabu, 24 Oktober 2007

P U I S I

TAK SEMPURNA
Pejamkan mata hatiku
Heningkan perasaanku
Hilangkan benih cintamu
Yang pernah bersemi dihati
Ku coba pejamkan mata hatiku
Sekali lagi tuk berfikir
Masihkah salju hatimu
Seputih sayap malaikatku
Yang ada di surga langit
Masih terlintas dilubuk hatiku
Senyum tulusmu padaku
Manis bibirmu saat ku kecup
Hangat peluk tubuhmu
Semua masih terekam merdu
Mata air dihatiku meluap
genangi kelopak mataku
Tetes demi tetes disela mataku
Terjatuh lepas bersama isakku
Tiap tetes air mataku
Hilangkan cintaku padamu
Pudarkan janjimu padaku
Yang pernah kau benarkan
Hanya untukku selalu
Semua tak sempurna
Karena kau telah temukan malaikat penjagamu
Semua hanya jadi drama cintaku
Dengan tawamu diatas laraku
Walau hatiku teriak ingkari
nyatapi rasa itu masih ada
walau ku harus tetap bersandiwara
apakah menanti itu suatu hal yang memuakkan

SENYUM YANG MEMBAWA BERKAT

Gereja baru memasang sebuah komputer. Bapak Pendeta yang usianya hampir 70 - an, terkagum-kagum dengan kempuan mesin istimewa ini. Data dari Jemaat masuk dengan mudah, dan pembagian-pembagian berdasarkan golongan dikerjakan komputer dengan sangat cepat. Sang ahli komputer berusaha menerangkan kepada bapak pendeta, cara kerjanya. "Selama anda mengisi data", katanya sabar "jangan sekali-kali menekan tombol ini". Kemudian ia menunjukkan kepada tombol "cancel".
"Kalau bapak menekan tombol ini, semua data terhapus". Pendeta yang tergolong orang yang iseng, dan beliau sangat ingin menekan tombol cancel tersebut.
"Ingin coba, bagaimana rasanya" pikir beliau. Begitulah, suatu petang, tatkala sedang berada sendirian di dalam kantor gereja, beliau menyalakan komputer kemudian menekan tombol cancel. Pada saat itu kebetulan lampu tiba-tiba padam (giliran PLN mungkin) dan ruangan menjadi gelap gulita. Pendeta yang malang, duduk dengan gelagapan di ruang yang gelap. Terheran-heran, betapa banyak kesulitan yang ditimbulkannya karena iseng menekan tombol cancel tersebut.

SAINS..........SAINS.......

JAM WAKTU INTERNASIONAL
Salinlah piringan waktu internasional di sebelah kanan atas atau lekatkan pada kertas gambar dan guntinglah menurut bulatannya. Ambillah beker dan bukalah kaca serta bingkainya. Masukkan jarum panjang ke dalam lubang keping waktu dunia tersebut dan rekatlah jarum pendeknya dibaliknya. Usahakan agar panah besar "BERLIN" bertepatan di atas jarum pendek. Dengan jarum inilah keping itu ikut berputar, karenanya jangan sampai keping itu ikut berputar, karenanya jangan sampai keping itu macet. Jam ini menunjukkan semua waktu di bumi. Bacalah dahulu waktu Eropa Tengah (Panah Berlin). Jika kita mengamatinya mulai dari Berlin dan berputar ke kiri pada lingkaran luar, maka akan ditemukan tempat-tempat di sebelah barat Berlin. Setiap satu sekat lingkaran, waktu mundur satu jam. Jika kita mengamatinya mulai dari Berlin dalam lingkaran dalam berputar ke kanan, maka akan ditemukan tempat-tempat di sebelah timur Berlin. Dengan setiap sekat lingkaran, waktu bertambah satu jam. Jika panah besar Berlin di Jerman menunjukkan pukul 13, maka di Selandia Baru waktu sudah pukul 24. Garis yang terputus-putus antara sekat "Aleuten" dan "Selandia Baru" merupakan garis batas tanggal internasional.
Contoh : Beker di Jerman menunjukkan pukul 19.02. Pukul berapakah saat itu di San Francisco ? Jika dilihat di peta dunia, ternyata San Francisco terletak dalam daerah waktu Los Angeles. Pada keping putar kita mengamatinya dari Berlin dalam ruangan luar berputar ke kiri sampai dekat Los Angeles. Waktu menunjukkan pukul 10.02. Peta itu memperlihatkan dunia dengan 24 daerah waktunya, yang di sini sangat disederhanakan. Karena di beberapa daerah yang merupakan kesatuan diadakan waktu seragam, batas daerah waktu itu kadang-kadang tidak menembus negara, melainkan menyusur garis batasnya. Bahkan semua negara Eropa Barat termasuk Inggris bersama dengan negara-negara Eropa Tengah mengikuti waktu Eropah Tengah. Selanjutnya perlu diperhatikan, bahwa beberapa negara mengadakan waktu musim panas; jadi pada musim panas jam dimajukan satu jam. Karena bumi dalam 24 jam berputar dari barat ke timur satu kali pada porosnya, matahari tampaknya berjalan dari timur ke barat dan menentukan waktu dalam daerah waktu masing-masing. Pada peta ini di Berlin waktu menunjukkan pukul 13, sedangkan di New York baru pukul 7 pagi. Pada pinggir sebelah kanan (garis tanggal) sudah mulai hari baru. Tandailah pada keping waktu itu tiap daerah. PS

Selasa, 23 Oktober 2007

P U I S I

THE TIME IS NOW
The Time is here, the time is now
The time for all man kind
To join together hand in hand
And leave our fear behind
Like a rock of ages stand
Raise your voices loud
Spread the word
that it be heard
high above the crowd
Till the end it must be voiced
One and all forone
Every father's daughter
And every mother's son
The time is here, the time is now
The time for all mankind
To join together hand for peace
and leave all war behind
The time is here, the time is now !!!!

"KISAH PENDOA"

Ketika kumohon pada Allah kekuatan,
Allah memberiku kesulitan, agar aku menjadi kuat.
Ketika kumohon pada Allah kebijaksanaan,
Allah memberiku masalah, untuk kupecahkan.
Ketika kumohon pada Allah kesejahteraan,
Allah memberiku akal pikiran, untuk berpikir.
Ketika kumohon pada Allah keberanian,
Allah memberiku kondisi bahaya, untuk kuatasi.
Ketika kumohon pada Allah cinta,
Allah memberiku orang-orang bermasalah, untuk kutolong.
Ketika kumohon pada Allah bantuan,
Allah memberiku kesempatan.
Aku tak selalu menerima apa yang kuminta,
Tetapi aku menerima segala yang kubuthkan. PS

CHINESE PROVERB

If there is light in the soul,
There will be beauty in the person
If there is beauty in the person,
There will be harmony in the home
If there is harmony in the home,
There will be order in the nation
If there is order in the nation,
There will be peace in the world
Jika ada cahaya di dalam jiwa,
akan ada keindahan di dalam pribadi
Jika ada keindahan (kecantikan) di dalam pribadi,
akan ada kedamaian didalam rumah
Jika ada kedamaian (harmony) di dalam rumah,
akan ada ketertiban didalam bangsa
Jika ada ketertiban didalam bangsa dan negara
akan ada kedamaian di dunia
When wealth is lost, nothing is lost
When health is lost, something is lost
When character is lost, everything is lost
Apabila kita kehilangan harta,
sebenarnya tidak ada yang hilang.
Apabila kita kehilangan kesehatan,
ada sesuatu yang hilang.
Apabila kita kehilangan watak.
segalanya akan hilang

5 KATA-KATA BIJAK

"Adalah suatu kebesaran jika Anda gagal,
tetapi dapat bangun lagi. Jangan malu jika Anda gagal sementara."
Dr. Ling Liong Sik
"Jalannya becek dan licin. Saya tergelincir lalu jatuh. Namun saya bangun
lagi dan berkata kepada diri sendiri, "Saya hanya tergelincir bukannnya jatuh."
Abraham Lincoln
"Kebebasan bukanlah sesuatu yang menguntungkan jika tidak
memberikan kebebasan untuk melakukan kesalahan."
Mahatma Gandhi
"Saya berpikir dan berpikir selama berbulan-bulan dan bertahun-tahun. Ternyata
99 kali kesimpulannya salah. Tetapi pada kesempatan yang ke 100, saya betul."
Albert Einstein
"Kesalahan adalah sebagian dari kehidupan. Anda tidak akan dapat
mengelakkannya. Apa yang dapat Anda harapkan hanyalah agar ia
tidak menjadi beban dan Anda tidak melakukan kesalahan yang sama, dua kali."
Lee Iacocca

TURUT BERDUKACITA

OSIS SEKOLAH LANJUTAN ADVENT PURWODADI MENYAMPAIKAN
TURUT BERDUKACITA
Atas telah meninggalnya:
Ny. Linawaty Sudargo (Ny Setiawan Sudargo)
dalam usia 69 th
Hari Senin 22 Oktober 2007, kurang lebih Jam 16:00 di Jombang.
Yang ditinggalkan adalah:
1. Setiawan Sudargo (Suami)
2. Hartono Sudargo dan Keluarga AS
3. Kiantono Sudargo dan Keluarga, Surabaya
4. Ipon Sudargo dan Keluarga Jakarta
Rumah DukaJalan Cempaka 18 Jombang 0321 864 751

SENYUM YANG MEMBAWA BERKAT

O'Nolan,pria Irlandia itu, sedang berbincang-bincang dengan seorang kolektor buku langka.
"Sayang baru sekarang kita bertemu," Kata O'Nolan, " Sebab minggu lalu baru saja saya membuang sebuah buku tua - sebuah Alkitab yang dicetak oleh seorang yang bernama Guten .......Akh, saya lupa nama lengkapnya."
"Ya Tuhan, " teriak kolektor buku langka itu dengan sangat terperanjat, " Apakah yang akan maksudkan adalah gutenberg ?"
"Ya, ya," kata O'Nolan, " Gutenberglah nama orang itu." Tahukah kau ?" kata kolektor itu lagi, "Bahwa Alkitab versi Gutenberg itu terakhir kali dilelang seharga satu juta dolar ?"
"Akh, Alkitab yang saya buang itu mana mungkin dibeli orang dengan harga sebesar itu," kata si Irlandia acuh tak acuh, "Apalagi Alkitab itu telah penuh dengan coretan-coretan dari seorang yang bernama Martin Luther." PS

HARI INI ADALAH MILIK KITA

Mazmur 118:24
This is the day of the Lord's victory.
Let us be happy, let us celebrate.
(Todays English Bersion)
This is the day which the Lord has made.
Let us rejoice and be glad in it.
(Rivise standar version)
Raja Daud tidak mengatakan hari kemarin atau hari besok yang akan menjadi milik kita. Tetapi Raja Daud katakan hari ini adalah milik kita yang mungkin penuh kesempatan, yang mungkin penuh kegembiraan atau mungkin hari yang bergairah untuk berprestasi.
"Inilah hari yang dijadikan Tuhan,
marilah kita bersorak-sorak dan bersuka cita karenanya."
Hari ini adalah milik anda, milik kita semua. Kita harus memanfaatkannya.
Ada satu pepatah kuno yang mengatakan : "Orang tidak pernah tahu apa yang akan terjadi pada hari ini."
Disadari atau tidak sebenarnya kita semua hanya memiliki satu hari saja. Tidak ada satu haripun yang sama dengan hari yang lain. (Hari kemarin,hari ini atau hari besok tidak ada yang sama).
Hari ini , hari manapun dapat memberikan peluang yang besar dalam hidup anda.
Hari ini adalah milik Anda. Hari ini adalah sahabat kita, apapun yang ada di dalamnya, menjadi milik kita untuk kita hadapi.
Hari ini adalah milik anda, dan kita harus menggunakannya dengan baik. Karena akan berlalu dengan cepat, hanya 24 jam.
Kita semua hanya memiliki waktu 24 jam pada hari ini. Setiap hari yang baru --- sama kita memiliki hanya 24 jam. Dari 24 jam dalam satu hari, sekurang-kurangnya hanya 16 jam yang dapat kita gunakan dan manfaatkan dengan sebaik-baiknya yang mungkin penuh kesempatan dalam meraih sukses. Oleh sebab itu sekiranya diantara anda pada waktu-waktu yang lalu ada yang lalai menggunakan waktu dengan baik, pikirkan bahwa hari ini adalah milik anda yang bisa anda gunakan dengan sebaik-baiknya. Apa yang kita buat hari ini dan setiap keputusan apa yang kita lakukan pada hari ini sangat menentukan sekali/sangat mempengaruhi sisa hidup kita.
Hari ini adalah milik anda, milik kita semua, mungkin datang kesempatan yang lebih besar dan manfaatkanlah sebaik-baiknya.
Salam, succes is my right
Helena Souisa

Senin, 22 Oktober 2007

Spirit of CHANGE

"Perubahan bisa dianggap mednakutkan, bisa juga dianggap
sebagai suatu kesempatan. Makna yang bisa Anda peroleh,
tergantung pada sikap Anda terhadap keduanya."
Ernest C. Wilson
GELAS ITU SETENGAH PENUH ATAU SETENGAH KOSONG ?
Persepsi merupakan kekuatan yang menggiring kita kepada sikap dan perilaku. Jika perubahan dipersepsikan sebagai sesuatu yang menakutkan, kita akan cenderung menolaknya. Namun jika perubahan kita anggap sebagai sebuah oppotunity, maka kita akan bersikap proaktif. Perubahan memang bisa menimbulkan kecemasan, bahkan kepanikan. Namun keterlambatan merespons perubahan bisa menjadi kehancuran.