Kamis, 15 Mei 2008

DON'T YOU WANT TO JOIN THIS CAMPUS?




Mari bergabung dengan SLAPUR membentuk generasi bermutu! (Foto: Situasi kantor pelayanan penerimaan siswa baru)

ORANG-ORANG SUKSES






RAIHLAH KEMENANGAN-KEMENANGAN KECIL




Mengejar sasaran-sasaran Anda adalah sangat mirip dengan menyusun teka-teki. Sementara ujung-ujungnya Anda mencari hasil firnalnya, Anda toh harus mengerjakannya sepotong demi sepotong.


Karena Anda akan menghabiskan sebagian besar waktu Anda berusaha meraih kemajuan, Anda harus menikmati apa yang Anda kerjakan untuk menyelesaikannya. Nikmatilah prosesnya, dan gunakanlah sukses-sukses kecil untuk mendorong upaya Anda yang berkelanjutan.




Karir Louis Minella dihabiskan untuk merencanakan setiap detil penampilan toserba-toserba. Ia mengetahui segalanya tentang bisnis menarik mata pelanggan dan menggunakan tata-letak untuk memaksimalkan penjualan.


Setelah tiga puluh satu tahun dalam bisnis ini, ia pensiun dini. Lalu ia mencari sesuatu yang layak dikerjakannya.


Louis memutuskan untuk membuka sebuah pusat pengiriman, di mana orang bisa mengirimkan paket, membeli kotak, membuat kopi, dan mengirimkan faks. Itu sungguh penyesuaian besar. "Dulunya saya anggota tim sebuah organisasi intgernasional, tetapi sekarang sayalah yang bertanggung jawab atas segalanya". Yang terutama berbeda adalah pelaksanaan pekerjaan itu sendiri. "Sebelumnya, saya menghadapi manajer-manajer kelompok. Saya buat laporan dan saya berikan perintah, dan tidak langsung mengerjakan segala sesuatunya sendiri selain menyuruh orang. Sekarang saya sendiri harus turun tangan."


Ia sangat senang mengatasi kesibukan sehari-hari, seperti menyesuaikan jam kerja karyawati topnya yang berusia enam puluh enam tahun untuk membuatnya senang, atau, memperbaiki kebocoran tinta pada mesin penteraan, atau mencari jalan untuk mengkopi dokumen setebal tujuh ratus halaman.


"Permainannya sama sekali lain di sini, tetapi sungguh memeuaskan mempelajari segala hal kecil-kecil yang dibutuhkan bisnis Anda."


********************


Kepuasan hidup itu 22 persen lebih mungkin diraih oleh mereka-mereka


yang meraih prestasi-prestasi kecil secara teratur ketimbang mereka-mereka


yang hanya tertarik kepada prestasi-prestasi besar.


ARJUNO....MARI BERTARUNG!!!


DOAKAN. OSIS KALI INI MEMBERANIKAN DIRI UNTUK MENGALAHKAN ARJUNO YANG DIKENAL KERAMAT DAN SULIT DITAKLUKKAN ITU. KITA AKAN MENDAKI HARI SENIN, 19 MEI 2008 DENGAN JUMLAH PENDAKI 49 ORANG, dan GURU-GURU PENDAMPING: SABAR ARITONANG, P. SOUISA, H. GULTOM, SUNARDI, dan D. RAJAGUKGUK. DOAKAN.
Oleh: Sabar Aritonang

Dengarkan Mereka Bicara



MUSANG SI TUKANG SEMBUNYI


Tersebutlah Pak Musang yang sakit hati kepada Bu Burung Hantu karena setiap kali upaya pencurian ayamnya digagalkan. Musang begitu dendamnya kepada Burung Hantu tetapi tidak dapat membalas, karena Burung Hantu tidak pernah tidur di malam hari. Selalu saja meronda kampung dan tempat yang satu ketempat lainnya. Maka segala sepak terjang si Musang selalu saja diketahui oleh si Burung yang sangat awas matanya itu dan tajam pikirannya, setajam paruh dan cakar kaki-kakinya. Di tambah lagi, ia dapat terbang bahkan di tengah kegelapan malam. Oleh sebab itu segarang-grang taring si Musang, segan juga hatinya kepada burung yang satu ini. Termasuk di antaranya, keseganannya untuk turun tangan sendiri membalaskan dendamnya itu. Karena jika terbongkar rahasianya, ia akan berhadapan dengan Pak Singa. Raja dan sekaligus hakim di hutan itu.

Tetapi bukanlah Pak Musang namanya kalau tidak dapat melaksanakan akal liciknya. Maka pada suatu hari untuk dapat membalaskan dendamnya. Pak Musang memanggil dua ekor kelinci, untuk digunakan sebagai percobaan. Disuruhnya mereka mencelakakan si Burung Hantu dengan cara apa saja, asal dapat menjatuhkan si burung, dan nanti bagian dialah yang akan mengakhiri hidup si burung malang itu.

"Tapi bagaimana dong caranya?" tanya kelinci yang terkenal tidak pernah berpikir itu. "Ya terserah kamu. Misalnya, apakah kamu berpura-pura jadi tikus, supaya kamu diburu oleh si burung Bantu. Lalu begitu burung hantu memburu, salah satu dari kamu memukul dia dari belakang. Bug! Dengan begitu'kan kalian bisa berpura-pura tidak mencelakai si burung itu, melainkan sekedar membela diri karena salah satu dari kalian sedang diincarnya."

Dua kelinci bodoh itu mengangguk-angguk, menyetujui rencana mereka untuk mencelakai si Burung Hantu. Setelah keduanya paham, mereka menikmati santapan bersama. Namun begitu keluar dari rumah Pak Musang, keduanya kembali bingung. Terus terang mereka tidak dapat berpura-pura menjadi tikus, agar diserang oleh si Burung Hantu. Maka mereka sepakat untuk memukul saja Burung Hantu yang sedang lengah itu, dan kemudian segeralah mereka menyembunyikan diri. Aman. Selesailah tugas mereka.

Benar. Sekarang rencana itulah yang mereka jalankan. Maka dengan mengendap-endap mereka mendekati si Burung Hantu yang tengah makan, lalu dipukullah burung malang itu dari belakang. Bug!! Terkaparlah burung itu tak sadarkan diri. Merasa taktik mereka berhasil, maka kedua kelinci itu segera berlari menyembunyikan diri. Tetapi malang, persis di tempat persembunyiannya itu, ia ditangkap oleh Pak Singa, dengan tuduhan percobaan pembunuhan. Rupanya Pak Singa telah mencium rencana jahat mereka dan sekarang menangkapnya.

Kedua kelinci itu sungguh meronta-ronta, karena mereka tahu hukuman apa yang bakal mereka terima nanti. Tetapi sementara itu mereka melihat Pak Musang berlari masuk ke persembunyiannya yang baru, untuk menghilangkan jejaknya sebagai pihak yang telah mengotaki kejahatan itu.

Dan akhirnya, kelinci-kelinci itu benar-benar harus menjadi korban kelinci percobaan. Menanggungkan nasibnya karena bujukan dan akal-bulus pihak lain.

************

Si licik akan berbisik-bisik selagi hari sepi, dan segera berlari terbirit-birit

ketika hari menjadi terang benderang. Oleh karena itu jangan mudah termakan hasutan,

karena para penghasut selalu akan melarikan diri lebih dahulu setelah yang

terhasut tertangkap.


"Karena congkak, orang fasik giat memburu orang yang tertindas;

mereka terjebak dalam tipu daya yang mereka rancangkan."

(Mazmur 10:2)

Rabu, 14 Mei 2008

PADUAN SUARA...SWEET CHANCE!






Waduh, seru. Terimakasih Kak Marsya... For the best service! Selamat kuliah lagi dan sampai ketemu kalau mbak liburan lagi.

Selasa, 13 Mei 2008

NEW FACE OF OUR EDUCATION






HARI PENDIDIKAN NASIONAL





Diberikan penghargaan kepada para guru pada peringatan HARDIKNAS, dilakukan dengan khusus di SPORT HALL pada Sabat, 3 Mei

2008.

PUISI--KEHADIRANMU

Kau tahu…?
Kehadiran merubah jalan hidupku
Kehadiranmu melenyapkan impianku
Kehadiranmu menghancurkan kembali
Rasa percayaku…
Kehadiranmu menumbuhkan rasa benci
Yang tak pernah ada kini…
Langit cerah terasa gelap bagiku
Matahariku kian redup
Seiring berjalannya waktu
Blue one’s Xb

PENGUMUMAN

1. Acara malam minggu akan dibawakan oleh OSIS.
2. Acara penamatan senior akan diadakan dari tanggal 23-25 Mei 2008. Sehubungan dengan hal tersebut, kita akan mengadakan acara pagelaran budaya pada malam minggu penamatan. Setiap kelas wajib membawakan sebuah acara untuk pagelaran tersebut.
3. Kepada seluruh anggota ekskul diharapkan aktif dalam seluruh kegiatan,karena akan berpengaruh pada nilai raport.


Acara malam minggu OSIS pada hari Sabtu, 3 Mei 2008 adalah menonton bersama sebuah film yang berjudul “Life Is Beautiful” dan diadakan di ruangan TV asrama putra.
Hal tersebut dikarenakan listrik sport hall pada malam itu padam, sehingga acara langsung dipindahkan ke ruangan TV asrama putra.
Acara tepat dimulai pada pukul 07.30 malam, doa buka dibawakan oleh Mescherina Biere dan MC Sri Devi.
Film ini menceritakan kehidupan sebuah keluarga Jerman yang bahagia. Sampai suatu ketika, terjadi sebuah peperangan dan keluarga ini pun terpisah. Sang Ayah beserta anaknya ditahan sementara di tempat lain Ibunya pun ditahan. Pengorbanan sang Ayah yang sangat besar, sampai ia merelakan hidupnya untuk menyelamatkan hidup sang Istri dan anaknya.
Acara berakhir tepat pada pukul 09.30 malam, dan doa tutup dilayangkan oleh Anindita Roseline.

PUISI--BERTEPUK SEBELAH TANGAN

Ketika kusadari
Bagaimana perasaanmu sebenarnya
Ku hanya diam
Ku tahu cintaku
Bertepuk sebelah tangan
Aku tahu…
Cinta tak harus memiliki
Tapi kenapa???
Kenapa kau memberiku harapan…
Kalau kau tak miliki rasa itu
Rasa cinta yang tumbuh
Dari dasar hatimu
Walaupun bumi menelan langit
Aku akan tetap mencintaimu
Sampai tiba waktuku
Menutup mata…
Sampai jantungku berhenti

By:BlueOne’s.

KILAS KAWAT

1. Bagi para senior SMA diharapkan sudah ada dikampus paling lambat tanggal 20 Mei 2008.
2. Untuk para senior SMP yang akan menghadapi UAN semoga berhasil!!GOOD LUCK yah!!
3. Acara malam minggu diadakan oleh OSIS.
4. Pengumuman kepada seluruh siswa/i SLAPUR pada tanggal 01-02 Mei 2008 kegiatan belajar me-ngajar ditiadakan.
5. Untuk mengisi masa liburan kita, maka OSIS akan mengadakan pertandingan bola basket antar- angkatan yang akan diadakan pada hari Kamis,01 Mei 2008.



Kunjungan Pdt. Rakmeni (Direktur Penerbitan GMAHK Uni Indonesia Kawasan Barat) dan Pdt. Ulireke (Direktur Penerbitan GMAHK Konferens Jawa Kawasan Timur) membawa sebuah doro-ngan luar biasa. Demikianlah para murid SLA Purwodadi diharapkan akan menjadi murid SLE (Student Literature Evange-list) Purwodadi pada masa liburan mendatang. Adapun kegunaan bagi para murid SLAPUR yang memilih untuk menjadi evangelis literature pada masa liburan mendatang adalah untuk membina tata krama, etika, kemampuan berbahasa, kemampuan untuk mandiri, memperoleh bea siswa, dan hidup berani bertualang.
Pertemuan diadakan di SPORT HALL pada Selasa, 29 April 2008 dan pada Rabu pagi, 30 April 2008 serta akan diakhiri pada hari ini pukul 14.00 WIB di SPORT HALL. Semoga tidak sedikit yang memilih untuk menjadi penginjil sukarela bagi pekerjaan Injil lewat buku-buku pada masa liburan yang tidak lama lagi.

Kamis, 08 Mei 2008

Cerita bijak




POHON EK DAN SERUMPUN BULUH


Di dalam sebuah rimba tumbuh sebatang pohon ek yang besar di pinggir sebuah sungai. disamping pohon ek tumbuh serumpun buluh muda. rumpun buluh selalu menunduk penuh hormat setiap kali angin bertiup menerpanya. Pohon ek tidak setuju dengan kebiasaan buluh itu. Pada suatu hari pohon ek berkata kepada rumpun buluh, "Kamu Buluh, mengapa kamu selalu merunduk setiap kali angin bertiup? Berdirilah tegak betapapun kencangnya angin bertiup!" "Oh pohon Ek yang perkasa," jawab rumpun buluh dengan rendah hati, "Kami ini hanya kecil semampai, dan bila kami harus melawan angin, kami tentu harus menanggung akibatnya." "Jangan pernah kalah!" tegas pohon ek dengan sikap dingin dan kembali sibuk dengan urusannya. Jelas rumpun buluh tidak mau mendengarkan nasihatnya. Pada suatu malam datanglah badai besar. Angin bertiup kencang , menggoyangkan rumpun buluh hampir sampai ke tanah, dan rumpun buluh itu tidak marah. Akan tetapi, pohon ek berjuang keras melawan angin, meskipun kali ini angin terlalu keras baginya. Dalam sekejap pohon ek berderak-derak patah. Ia tergeletak di tanah dalam keadaan menyedihkan. Sementara rumpun buluh terus tunduk kepada angin dan tidak patah.

Pagi harinya, ketika badai telah berhenti, keadaan rumpun buluh tetap baik seperti semula. Akan tetapi, pohon ek yang dulu kokoh dan rimbun kini tinggal sebatang kayu hutan yang patah dan telah mati.

*********

Lebih bijaksana bersikap rendah hati dan berserah dengan sepenuh hati,

daripada berkeras kepala tetapi akhirnya hancur bila mendapat kesulitan.

Renungan



TIDAK TAHU BERTERIMA KASIH


Pada abad ke-18 yang lalu, atau tepatnya pada tahun 1788, di Maroko Afrika Utara terjadi suatu peristiwa yang cukup mengejutkan bagi seorang pangeran kecil berumur sepuluh tahun yang bernama pangeran Abdurrahman. Ketika itu ia sedang mengendarai seekor kuda di dekat sebuah sungai yang sedang banjir dengan dahsyatnya. Lalu tiba-tiba entah mengapa, kuda yang sedang ditungganginya itu melonjak-lonjak secara liar, sehingga sang pangeran yang kecil ini tidak lagi dapat menguasai kuda itu dan terlempar masuk ke dalam sungai yang arusnya sedang menderu-deru. Semua pengawal sang pangeran sangat terkejut melihat keadaan ini, demikian juga oang banyak yang berada di situ. Tetapi untuk sejenak suasana menjadi beku dan mencekam perasaan, oang ingin menolong sang pangeran tetapi takut melihat arus sungai yang dahsyat, jangan-jangan malah jiwa si penolong sendiri yang melayang.

Kebetulan di sana ada seorang anak gembala miskin yang bernama Ali. Tanpa pikir panjang, ia segera melompat ke dalam sungai yang menggila itu dan mencoba untuk menyelamatkan pangeran cilik yang sudah hampir mati kepayahan itu. Dengan susah payah dan dengan segala tenaga yang ada. Ali berhasil menyelamatkan nyawa pangeran Abdurrahman dan membawanya ke tepi sungai. Semua orang menjadik lega dan memuji tindakan Ali yang penuh dengan keberanian itu.

Tiga puluh lima tahun kemudian, setelah terjadinya peristiwa besar di tepi sungai itu, pangeran Abdurrahman dinobatkan menjadi raja Maroko pesta yang sangat meriah. Dengan penuh sukacita rakyat menyambut sang pangeran sebagai pimpinan mereka yang baru. Dan berita ini juga sampai ke telinga Ali yang kini sudah berusia 55 tahun. Ah, demikian pikir Ali yang sederhana ini, aku akan pergi menjumpai sang raja yang mulia, dan aku akan mohon berkat serta kemurahannya untuk menolong hidupku yang miskin ini. Bukankah aku sudah pernah menolong menyelamatkan nyawa sang raja? Maka dengan penuh harapan Ali pergi ke istana serta menghadap raja Abdurrahman. Ali menyembah sujud di hadapan kaki sang raja dan ia berkata bahwa ia mohon kemurahan raja untuk menolong dia yang miskin, sebab ia pernah menolong nyawa raja 35 tahun yang lalu. Raja Abdurrahman termenung sejenak mendengar hal ini, kemudian akhirnya ia berkata: "Baiklah Ali, engkau akan mendapat upahmu." Ah......alangkah senangnya Ali mendengar janji sang raja, ia memandang raja dengan penuh harapan. Sudah terbayang di hadapan matanya kehidupan yang lebih baik dan menyenangkan di hari tuanya. Tetapi, apakah yang terjadi. apakah ia tidak salah mendengar? Sang raja dengan suara yang keras memerintahkan kepada seorang pengawalnya dengan kata-kata sebagai berikut: "Hai pengawal, bawalah orang ini ke dalam penjara dan di sana pancunglah kepalanya sebagai upahnya." Dengan sia-sia Ali mencoba untuk membela dirinya serta mengingatkan bahwa ia pernah menyelamatkan nyawa sang pangeran tetapi sia-sia saja. Tak lama kemudian kepala Ali sudah terpisah dari tubuhnya secara sangat mengerikan.

Bukankah cerita dari Maroko ini mengingatkan kita akan suatu peribabahasa dalam bahasa Indonesia yang mengatakan: air susu dibalas dengan air tuba dan hutang budi dibawa mati? Memang demikianlah sikap daripada banyak orang terhadap pertolongan dan kebaikan yang pernah mereka terima. Pada waktu seseorang dalam keadaan susah dan sulit, ia berharap agar orang lain mau menolong serta membantunya sekuat tenaga, tetapi setelah pertolongan orang lain itu diberikan dan keadaan sudah membaik kembali, sering kali ia lupa akan segala kebaikan dan bantuan yang diberikan oleh orang lain kepadanya. Raja Abdurrahman itu merasa malu bahwa ia sebagai raja yang berkuasa pernah berhutang nyawa kepada seorang gembala compang-camping dan miskin seperti Ali. Bagaimanakah dengan sikap hidup saudara?

Alkitab mengajarkan bahwa sikap hidup yang seperti itu sangat keliru,sebab jelas itu berarti melupakan budi baik orang yang pernah kita terima. Oleh karena itu marilah kita sekalian mempunyai sikap hati yang benar. Janganlah air susu dibalas dengan air tuba, dan biarlah budi yang pernah saudara terima dapat saudara balas dengan segala kemampuan yang ada. Jikalau anda bersikap demikian maka dengan pasti masyarakat di sekitar saudara akan mempunyai penilaian yang positif terhadap diri saudara. Tuhan Yesus mengajarkan dalam Khotbah di bukit satu prinsip yang sangat mulia ----- "Barang apa pun yang kau suka orang akan berbuat kepadamu, sedemikian juga hendaklah kamu perbuat kepadanya."

Artikel




QUO VADIS PENDIDIKAN


Hari Pendidikan yang tepatnya jatuh pada tanggal 2 Mei, kita sudah bersama-sama memperingati Hari Pendidikan Nasional. Sebagaimana kita semua memakluminya bahwa hari yang kita peringati ini adalah masalah Pendidikan Nasional. Oleh karenanya peringatan ini kebanyakan diadakan dan di hadiri oleh para pemuda dan pelajar baik yang berada di tingkat rendah maupun yang berada pada tingkat tinggi.
Masalah pendidikan merupakan suatu masalah yang sungguh penting dan patut mendapat perhatian khusus yang tidak kepalang tanggung. Pendidikan di maksudkan untuk menyiapkan kader-kader yang akan meneruskan cita-cita bangsa.
Dalam Garis besar Haluan Negara Pendidikan Nasional Indonesia telah ditetapkan sebagai Pendidikan Nasional yang mencakup Pendidikan Moral Pancasila, disamping memberikan bekal ilmu dan ketrampilan serta semangat kepahlawanan, pendidikan dapat dilaksanakan di sekolah-sekolah di lingkungan keluarga dan dalam masyarakat pada umumnya.
Dalam Undang-undang system Pendidikan Nasional (UU RI NO. 20 tahun 2003 juga telah ditetapkan bahwa Pembaruan sistem pendidikan nasional dilakukan untuk memperbarui Visi, misi, dan strategi pembangunan pendidikan nasional. Pendidikan nasional mempunyai visi terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua Warga Negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah.
Bapak Ki Hajar Dewantoro seorang tokoh pendidikan Indonesia memberikan teladan bahwa sebagai pendidikan hendaklah :
1. Memberi tauladan yang baik
2. Bertimbang rasa
3. Bersikap penuh keuletan

Mrs. Ellen G. White dalam buku Pendidikan halaman 172 mengatakan :”Pendidikan yang benar bukanlah artinya mengesampingkan yang bersifat ilmiah atau buku-buku pengetahuan mengenai sastera; akan tetapi yang lebih penting lagi ialah yang memberi kuasa yang bernilai; di atas kuasa adalah kebajikan; di atas kecerdasan pikiran adalah tabiat. Orang berbudi luhur lebih banyak diperlukan dunia ini daripada orang yang memiliki kecerdasan yang besar. Pendidikan itu memerlukan orang yang memiliki kesanggupan yang dikendalikan oleh prinsip yang teguh.”

Dengan jalan mengetrapkan pedoman dan sikap tersebut diatas, maka dapat kiranya menjadi pendidik yang diharapkan akan memberikan tauladan dan mendorong kegairahan serta mengadakan pengamatan seksama atas tindak-tanduk yang dilakukan oleh anak didik. Selanjutnya bagi para siswa atau para pelajar, hendaknya tekun belajar menambah ilmu pengetahuan dan ketrampilan. Pergunakanlah waktu dengan sebaik-baiknya, agar kelak di masa depan kalian siap tampil kemuka dan mampu mengemban tugas, penuh pengabdian dan tanggung jawab dan sanggup menjujung tinggi martabat bangsa dan negara.

Salam, success is my right
Drs. Petrus Souisa, M.Ed.

DENGARKAN MEREKA BICARA






MONYET YANG BINGUNG




Suatu hari seekor monyet mendapatkan lima buah sawo sakti, yang dapat mewujudkan impian barang siapa yang memakannya. Rupa-rupanya si Monyet ingin menjadi manusia yang hidup di zaman purba, di mana segala sesuatunya tidak perlu membeli. Maka di makanlah salah satu dari kelima buah sawo saktinya, dengan permintaan agar ia dilemparkan ke zaman itu.


Syuuut......., bum ! Ia lahir kembali di zaman purba. Hutannya masih tebal penuh dengan beraneka buah yang menggiurkan. Tetapi tengah ia enak makan, tiba-tiba ia dikejutkan oleh serbuan sejumlah kera lain yang bersenjata. Rupanya sedang trjadi peang antar suku ketika itu. Dan ini menakutkan hati si monyet. Maka serta-merta ia melarikan diri sambil berpikir, "Lebih enak hidup di zaman klasik."


Dan dimakannyalah buah sawo yang kedua. "Nyaem."


Syuuut.......bum! Tiba-tiba ia telah dilahirkan sebagai seorang Prancis! Ia begitu gagahnya dengan pantalon yang indah, di antara gadis-gadis cantik ber-rok panjang. Romantis sekali rasanya. Tak ada zaman seindah itu. Tetapi belum sempat ia mencium jemari lentik kekasihnya, tiba-tiba ia dikejutkan oleh gemuruh massa yang mendatanginya dengan gegap-gempita. Rupanya saat itu Revolusi Prancis sedang berlangsung. Ini sungguh menakutkan. Maka lagi-lagi, si Monyet lompat ke belakang untuk menghindarkan diri. Ia pikir lebih baik Ia tinggal di negeri yang sama-rata sama-rasa, di mana semua orang memperoleh hal (dan hak) yang sama.


Dan dimakanlah buah sawo yang ketiga. "Nyaem." Syuuut.......bum! Sekejap saja si Monyet sudah lahir di sebuah kawasan yang sangat luas dan dingin! Uni Soviet! Ya, karena tadi ia ingin hidup di negeri di mana orang memperoleh hal yang sama dan konon juga hak yang sama. Sama-rata sama-rasa. Itu adalah faham komunis! Namun belum juga ia dapat memahami nilai-nilai itu, tiba-tiba saja seseorang bersepatu lars dengan wajahnya yang kaku dan dingin mencengkeram lengannya. "Pemalas!" hardik tentara Polit Biro itu. "Jam begini kamu tindak mengerjakan apa-apa. Ayo masuk kamp."


Wah, masuk kamp?! Ini sama dengan neraka! Si monyet langsung menelan buah sawonya yang keempat, supaya ia dapat minggat dari negeri seram itu dan brpindah ke negeri kebebasan: Amerika!


"Nyaem, nyaem!" si Monyet segera mengunyah buah sawo saktinya yang keempat. Dan syuuut........bum! Tidak lebih daripada sedetik kemudian ia sudah tiba di tengah keramaian kota New York. Kota di negeri modern dan penuh dengan kebebasan. Di tempat ini harkat manusia benar-benar dihormati. Senanglah hati si Monyet, yang sekarang boleh mengenakan celana jins-belei dan berkaos oblong, dan ia pun bebas ke mana pun ia mau pergi. Boleh berciuman di depan umum dan boleh mengkritik Presidennya kalau ia tidak senang. Sungguh, mana ada negeri yang se-pengertian seperti di Amerika ini ?


Tetapi ketika ia tengah menghirup udara kebebasan yang luar biasa itu, tiba-tiba terhirup juga udara yang amat lain baunya. Yaitu, upacara yang juga membebaskan orang menghujat Allah yang telah menciptakan dirinya itu. Maka merindinglah bulu kuduk si Monyet. Rupanya sejak presiden Abraham Lincoln mengizinkan berbagai paham memasuki negeri itu sebagai wujud kebebasan, Amerika telah kemasukan setan! Alkohol dan narkotika menjadi santapan sehari-hari di sana.


Akhirnya dengan menyesal si Monyet terpaksa memakan buah sawo saktinya yang terakhir untuk dapat kembali ke negeri tempat ia berasal. Sambil memegangi kepalanya yang terasa amat berat itu si Monyet bergumam, "Memang susah menjadi manusia."




***********




Pepatah berkata, "Lebih baik hujan batu di negeri sendiri daripada hujan mata di negeri orang." Karena jika kita maupun ' hujan batu di negeri sendiri' dapat mengubah kita menjadi manusia yang tekun berdoa dan menyenangkan hati Tuhan.


"Bersukacitalah senantiasa. Tetaplah berdoa. Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu."


1 Tesalonika 5:16-18

Artikel




MENGAMBIL KESIMPULAN BERHASIL

Drs. Petrus Souisa, M.Ed

Dalam beberapa minggu dan bulan mengakhiri semester tahun ajaran 2008 mari kita semua melihat pada diri sendiri, membuat suatu refleksi diri atau mengambil kesimpulan apakah dalam menghadapi tantangan semester ini kita akan lebih berhasil atau gagal dalam belajar.
Waktu yang kita batasi pada semester ini, bukan sesuatu yang amat sulit untuk bersikap jujur terhadap diri sendiri dalam menjawab apakah kita akan berhasil atau gagal dalam belajar.
Kesimpulan yang kita buat, berhasil atau tidaknya dalam belajar akan membantu kita untuk melihat diri/ mengoreksi diri terhadap hasil yang akan kita capai.
Bagi kita yang mengambil kesimpulan bahwa kita merasa optimis akan berhasil lebih baik dalam belajar, adalah baik bila tidak langsung diam, merasa cukup puas terpaku menatap keberhasilan yang telah kita capai selama ini, tetapi akan jauh lebih baik bila kita bertanya kepada diri kita sendiri …..apakah yang membuat kita berhasil dalam belajar ??
Ada banyak faktor yang mungkin dapat membantu kita berhasil :
· Mungkin faktor yang dari dalam diri kita sendiri.
Kita berhasil disebabkan disiplin diri, rajin, ulet, mampu menciptakan motivasi belajar yang baik.

· Yang mungkin dapat membantu kita berhasil faktor yang berasal dari luar diri kita; pengaruh dari lingkungan, teman – sahabat yang baik, lingkungan sekolah yang baik dan juga fasilitas belajar.

Dari kedua faktor ini mana yang berpengaruh dalam membawa keberhasilan yang akan kita capai.
Dan bagi kita yang mengambil kesimpulan merasa kurang berhasil atau gagal dalam belajar, tidak ada salahnya kalau kita mulai bertanya pada diri sendiri, kenapa saya kurang berhasil? Kenapa saya sampai gagal? Cari tahu dengan mengoreksi diri sendiri.
Yang menyebabkan kurang berhasil mungkin faktor yang berasal dari dalam dirimu: tanyakan pada dirimu apakah engkau terlalu santai? kurang disiplin, merasa kurang mampu atau sulit untuk berkonsentrasi atau mungkin ada faktor yang lain?
Yang mungkin faktor yang berasal dari luar diri kita: pengaruh dari teman-sahabat yang kurang baik, masalah keluarga, mungkin masih belum bisa menyesuaikan diri dengan peraturan sekolah atau banyak masalah yang lainnya.
Dengan mencoba mengoreksi diri paling tidak, kita sudah dapat mulai mengenal bagaimana sebenarnya kemampuan yang ada pada diri kita dan kenapa hasil yang kita capai dalam belajar begitu-begitu saja hasilnya.
Kesimpulan yang kita buat apakah berhasil atau tidak, paling tidak akan memberikan gambaran:
Kalau kita berhasil, apakah kita dapat dan mampu mempertahankan dan meningkatkan lagi dengan hasil yang lebih baik dari apa yang sudah kita capai. Dan kalau kita mengambil kesimpulan kurang berhasil, apakah kita mau, dapat dan mampu untuk bangkit, berusaha mengejar ketinggalan dan pada akhirnya membawa kita pada suatu keberhasilan.
Oleh sebab itu, bagi kita yang mengambil kesimpulan merasa optimis berhasil dalam belajar, masih ada kesempatan untuk meningkatkan prestasi dengan hasil yang lebih baik. Dan bagi kita yang mengambil kesimpulan merasa kurang berhasil dalam belajar, masih ada kesempatan untuk bangkit dan memperbaiki apa yang masih kurang dari apa yang sudah kita capai.
Hadapi setiap tantangan dalam mengakhiri semester tahun ajaran 2008 ini bukan sebagai suatu beban bagi kita, tetapi hadapi sebagai suatu tekad bahwa kita mempunyai kemampuan untuk berhasil lebih baik dalam belajar di sekolah yang kita cintai ini. Success is my right.

Spirit of CHANGE

YANG HARUS BERUBAH MANUSIANYA,
BUKAN ORGANISASINYA
Sir Harvey Jones (pemimpin stasiun televisi) mengatakan: "Organisasi hanya bisa berubah jika orang-orang di dalamnya dengan sepenuh hati menyadari bahwa perubahan memang harus terjadi."
Manusia adalah soft-side perubahan dalam suatu organisasi. Bila manusianya tidak mau berubah, maka upaya untuk mengubah sistem dan proses bisnis, atau mengubah mekanisme respons trhadap perubahan, akan sia-sia. Yang harus lebih dahulu berubah adalah manusianya. Sebab organisasi, bagaimanapun, adalah sekumpulan manusia.

Artikel




SELF – LOVE

Drs. Petrus Souisa, M.Ed

Satu sebutan dan bilamana membaca ini, kita mungkin kurang berterima oleh sebab bagaimana kita harus mencintai diri sendiri.
Sebagian dari antara kita mungkin menganggap bahwa mencintai diri sendiri sama dengan mementingkan diri sendiri atau egois. Tidak, demikian sebenarnya !
Cinta diri (self – love) tidak sama dengan egoisme (selfishness). Justru sebaliknya, mengasihi/mencintai diri sendiri adalah permulaan dari kemampuan mengasihi orang lain. Dengan kata lain, kalau seseorang tidak mengasihi dirinya sendiri, mustahillah dia mampu mencintai/mengasihi sesamanya dengan sungguh-sungguh. Seseorang yang tidak dapat memahami dirinya sendiri, mustahil dia mampu memahami orang lain.
Kalau kita diharuskan memahami/mengasihi orang lain, mengapa kita tidak boleh mencintai diri sendiri ?
Cinta diri bukanlah hal yang salah. Yang menjadi pertanyaannya sekarang bagaimana kita dapat memahmi/dapat mencintai diri sendiri ?
1. Terimalah diri kita sendiri seperti apa adanya.
Kalau kita tidak dikaruniai suara yang bagus, tidak perlu me-
nganggap diri sebagai penyan yi.
Kalau kita tidak dikaruniai wajah yang tampan atau cantik tidak
perlu kita bermimpi atau berkhayal menjadi orang tampan atau
cantik.
Kalau kita tidak dikaruniai otak Jenius seperti Prof.Dr. Habibie
kita tidak perlu berkhayal menjadi orang Jenius.
Apapun atau bagaimanapun diri kita, kita harus berani berkata : ”Inilah diriku yang sebenarnya! Aku bahagia menjadi diriku! Kalau kita tidak menerima diri kita sendiri sseperti apa adanya, kita akan berperang melawan diri sendiri didalam batin.
Bertrand Russel, seorang ahli matematika dan pemenang Nobel untuk saatra tahun 1950, mengatakan:”Seseorang tidak mungkin bisa berdamai dengan orang lain sebelum dia belajar berdamai dengan dirinya sendiri.” Penerimaan diri sendiri (Self-Acceptance) ini penting sebagai langkah men uju kejenjang selanjutnya.
2. Kita harus mensyukuri keberadaan kita karena Tuhan telah mem-
perbolehkan kita hidup sehat di bumi ini dan kita juga harus yakin
bahwa tiap-tiap manusia mempunyai keunikan. Manusia memang
sering mempunyai banyak kekurangan. Namun kalau kita mau
terbuka, ,jujur dan melihat lebih dalam mungkin ada keunikan
tertentu yang dapat kita temukan dalam diri kita, dan sangat mung-
kin keunikan ini dapat kita kembangkan.
Temukan keunikan dalan diri kita. Sekarantg belum tentu kita yang sebenarnya atau kita yang paling baik. Hampir semua orang mempunyai keunikan dan kemampuan yang belum dikembangkan, kadang-kadang bahkan belum diketahui. Bahkan tidak pernah dikembangkan atau dinikmati seumur hidup.
Mudah-mudahan dengan menerima diri sendiri seperti apa adanya dan menyukuri keunikan yang kita miliki membuat kita lebih mengasihi diri sendiri yang akan membawa kemampuan untuk mengasihi orang lain. Succes is my right..

Senyum Sana Sini




Resep Hidup Sederhana



Resep di bawah ini memang sangat sederhana. Namun tidak semua orang mampu melaksanakannya. Camkan baik-baik ! Untuk seporsi sekali makan, cukup disediakan sepiring nasi putih dan segelas air putih, ditambah dengan sambal, cukup ! Cuma, sambalnya harus sambal goreng ati plus bonus.... uang cebenan tujuh !



Suatu kesederhanaan memang sulit dicari standarnya secara umum.

Jadi, kesederhaan seseorang itu tergantung dari kemampuan dan

kerelaannya untuk melakukan kesederhaan itu.


"Tuhan memelihara orang-orang sederhana."

Mazmur 116: 6a

Artikel






SELAMAT SUKSES DALAM KEGAGALAN


Drs. Petrus Souisa, M.Ed

Satu sebutan mengatakan sebagai berikut : “Kegagalan bukanlah hal yang terburuk, yang terburuk adalah jika kita tidak mau mencoba sesuatu.”

Pada umumnya semua orang ingin sukses, tidak ada orang yang mau gagal. Ingin sukses meraih apa yang kita inginkan, ingin sukses meraih apa yang kita harapkan, dan ingin sukses meraih apa yang kita cita-citakan. Namun sering kali kita semua lupa, bahwa untuk meraih kesuksesan bukanlah sesuatu hal yang mudah. Dengan kata lain keberhasilan dan kesuksesan dalam meraih apa yang kita cita-citakan akan selalu berhadapan dengan tantangan-tantangan dan berbagai hambagtan. Ibarat sebatang pohon semakin tinggi ia tumbuh, maka semakin besar pula, angina yang akan menghempaskannya. Oleh sebab itu, kalau kita mempunyai cita-cita yang tinggi, kitapun harus siap menghadapi tantangan yang setaraf dengan apa yang kita cita-citakan. Mungkin pada suatu waktu, anda pernah mengalami dimana sudah berusaha dengan sebaik-baiknya namun tetap gagal dan gagal. Kegagalan disini bukan berarti kita tidak ada harapan untuk meraih keberhasilan.
Meskipun kesuksesan kita gambarkan sebagai sesuatu yang tidak mudah diperoleh, namun kita harus punya keyakinan dan percaya bahwa pada dasarnya kesuksesan atau kegagalan itu adalah hak dan milik semua orang. Kalau orang lain bias, kenapa saya tidak bias ! Jadi, kalau sukses itu passti akan menjadi milik kita, maka untuk mencapainya tidak ada istilah kegagalan.
Seorang motivator Adi Gunawan mengatakan:”Kita pada dasarnya adalah orang sukses. Kita sukses mencapai keberhasilan atau sukses mencapai kegagalan.”
Sukses dan gagal adalah suatu proses. Orang yang sukses adalah orang yang telah melakukan sesuatu untuk bias mencapai keberhasilan. Demikian juga orang gagal. Orang gagal adalah orang yang sukses mencapai kegagalan. Mengapa dikatakan sukses mencapai kegagalan ? Kegagalan juga dicapai melalui serangkaian proses. Tidak mudah menjadi orang yang mau gagal. Perlu perjuangan untuk bias menjadi gagal.
Apabila kita mau berusaha dan sabar dalam menghadapi setiap tantangan mungkin langkah 1,2,3 kita gagal dan siapa tahu langkah berikutnya kita akan berhasil. Sudah barang tentu tiap orang punya cita-cita/keinginan yang berbeda dengan orang lain. Demikian juga tiap orang punya cara yang berbeda dalam meraih apa yang kita inginkan karena itu hasilnyapun kita berbeda. Mungkin hari ini gagal, sedangkan teman kita berhasil atau sebaliknya hari ini kita sukses sedangkan teman kita baru besok berhasil. Apabila kita gagal.tidak berhasil dalam meraih apa yang kita inginkan dan harapkan itu bukan berarti merupakan suatu kegagalan tetapi kesuksesan anda masih tertunda.

Salam,Success is my Right

Kata-kata Penghibur




This, Too, Will Pass Away


If I can endure for this minute

Whatever is happening to me,

No matter how heavy my heart is

or how dark the moment may be,

If I can remain calm and quiet

With all my world crashing about me,

If I can but keep on believing

What I know in my heart to be true.......

That darkness will pade with the morning

And that this will pass away, too.....

Then nothing in life can defeat me

For as long as this knowledge remains

I can suffer whatever is happening

For I know God will break all the chains

That are binding me tight in the darkness

And trying to fill me with fear,

For there is no ninght without dawning

And I know that my morning is near



INI PUN AKAN BERLALU


Jika aku saat ini dapat menahan

Apapun yang terjadi padaku,

Tidak peduli beratnya hatiku

Atau gelapnya dunia bagiku,

Jika aku dapat tetap tenang dan hening

Sementara dunia di sekelingku hancur,

Jika saja aku dapat terus percaya

Hal-hal yang sebenarnya aku tahu adalah benar....

Bahwa kegelapan itu akan hilang dengan datangnya pagi

Dan semua ini pun akan berlalu.....

Maka tidak sesuatu pun dapat mengalahkanku

karena selama kesadaran ini tetap ada

Aku akan dapat menahan apa pun yang terjadi

Karena aku tahu Tuhan akan memutuskan semua rantai

Yang membelengguku dengan kuat dalam kegelapan ini

Dan mencoba memenuhi diriku dengan ketakutan,

karena tidak malam tanpa fajar

Dan aku tahu bahwa sudah hampir pagi bagiku

Rabu, 09 April 2008

Artikel






MANUSIA BERENERGI TINGGI




Drs. Petrus Souisa, M.Ed




Seorang bijak mengatakan sebagai berikut:"Didalam diri kita terdapat suatu timbunan energi, yang belum digunakan, yang jumlahnya jauh lebih besar dari yang kita bayangkan bisa kita pakai. Seandainya saja kita bisa menggali 10 % dari energi ini dan menambahkannya pada energi yang sekarang kita miliki, maka hidup kita akan mengalami perubahan besar."


Kita semua tentu pernah berkenalan dengan manusia-manusia berenergi tinggi, bukan saja berkenalan dengan manusia berenergi tinggi, namun kita juga tentu pernah mengalami sendiri atau mempunyai energi yang melimpah ruah. Misalnya saja saat-saat kita dipenuhi sukacita, saat-saat dimana kita dipenuhi inspirasi.


Pada saat dimana kita merasakan hari menjadi terasa begitu pendek, dimana batas antara belajar dan bermain menjadi kabur dan akhirnya tidak bisa dibedakan lagi.


Kita tentu pernah mengingat saat dimana kita hampir tidak bisa lagi membuka mata karena mengantuk didalam kelas; tetapi kemudian menjadi begitu bersemangat pada jam olahraga. Kita tentu juga pernah mengingat bagaimana energi kita meluap-luap pada saat menyenangi sesuatu, atau pada saat menghadapi tantangan belajar atau pada saat menghadapi bahaya. Atau mungkin kita juga pernah mengalami begitu sering untuk melakukan suatu pekerjaan yang paling sederhanapun kita tidak mampu.
Mengapa sampai demikian ?


Manusia bisa diibaratkan sebuah mesin, yang bisa menjadi aus bila kurang dipakai. Di kelas mata pelajaran Fisika tentu pernah mempelajari bahwa energi Kinetis ada kaitannya dengan gerak. Hal yang sama berlaku juga dengan manusia, energinaya akan muncul bilamana dipergunakan. Dan kita tidak bisa mengorek atau menggunakannya dengan secara paksa. Seandainya saja kita bisa menggali 10 % saja dari energi dan menambahkannya pada energi yang sekarang kita miliki, maka hidup kita akan mengalami perubahan besar.
Bagaimana caranya menggali energi yang tersembunyi ?
Banyak cara yang dapat kita lakukan diantaranya :
  1. Menjaga kesegaran fisik melalui olahraga. Kesegaran fisik besar sekali pengaruhnya dalam membangkitkan energi. Beberapa puluh menit berolahraga seringkali merupakan obat yang paling mujarab bagi keletihan.
  2. Menetapkan Prioritas. Dalam menetapkan prioritas ada suatu fakta yang harus kita hadapi dalam membuat pilihan. Fakta itu adalah bahwa untuk bergerak ke satu arah tertentu, maka anda harus menghindari arah lainnya. Dalam membuat pilihan perlu ada niat yang jelas/ ada tujuan yang jelas atau sasaran yang jelas. Pilihan yang salah akan mengakibatkan kita berenergi rendah, putus asa, kecewa dan tidak ada semangat.

Oleh sebab itu perlu kita hindari sedapat mungkin pilihan yang salah dengan membuat daftar prioritas apa-apa saja yang dapat kita lakukan dalam satu hari atau mungkin dalam satu minggu. Dan kalau prioritas sudah dibuat, direncanakan dengan jelas, paling tidak akan menolong dan membangkitkan energi dan semangat.

Masih banyak cara yang lain dapat kita gunakan dalam menggali energi yang tersembunyi dalam diri kita. Dan kalau kita kaitkan dengan apa yang menjadi tujuan keberhasilan hidup kita boleh direnungkan dan dipikirkan berapa banyak energi yang kita manfaatkan dengan benar untuk menumbuhkan minat belajar di sekolah, pada waktu kegiatan belajar mengajar, waktu pelajaran tambahan, waktu studi period atau kegiatan-kegiatan yang lainnya. Marilah kita mencari cara yang tepat menggunakan dengan bijaksana kemauan, kemampuan, energi yang ada dalam diri kita untuk meraih/mencapai prestasi yang lebih baik. Dengan meminta hikmat dan bimbingan dari Allah, Ia akan memberikan yang terbaik dalam hidup kita.

Salam, Succes is my right



Rabu, 26 Maret 2008

Artikel




WAKTU.........WAKTU........


Oleh: Helena Elizabeth Souisa, M.Ed


Almarhum Bapak Mendikbud Prof. Dr. Nugroho Notosusanto, ketika menjabat sebagai Kepala Pusat Sejarah ABRI meangkap Kepala Museum ABRI Satria Mandala pernah mengatakan : "Time is not money, time is more than money, you may Lost your money but you earn it back, soon later. But if you lost time, you lost it for ever." (Waktu itu bukan uang melainkan waktu itu lebih mahal dari pada uang, anda boleh kehilangan uang, tetapi cepat atau lambat anda dapat memperolehnya kembali, tetapi kalau anda kehilangan waktu, anda akan kehilangan untuk selamanya). Ungkapan ini jelas menekankan betapa pentingnya waktu. Kalaupun ada keajaiban sehari bukan 24 jam melainkan 30 jam misalnya, akan dijamin orang tetap tidak bisa melakukan kegiatan dengan lebih baik jika tanpa melakukan kegiatan secara benar. Padahal jalan kesuksesan lebih berpijak pada kemampuan untuk memilih yang utama dan adanyanya alasan yang jelas mengapa megnerjakan yang utama itu. Setiap orang pasti berusaha mencapai sesuatu yang penting dalam hidupnya. Namun seringkali keberhasilan yang kita dambakan berada diluar jangkauan kita. Tidaklah terlalu dibesar-besarkan bila dikatakan bahwa banyak orang gagal mencapai cita-cita atau apa yang diinginkan, karena tidak dapat menggunakan waktu yang sebaikbaiknya dan tidak mampu memusatkan seluruh perhatian pada kewajiban yang harus diselesaikan pada waktu yang tepat. Sementara mengusahakan tercapainya tujuan, seringkali mempunyai kebiasaan mencemaskan apa yang telah terjadi kemarin dan mencemaskan apa yang akan terjadi besok. Kita tidak prnah akan mendapatkan keuntungan apa-apa dengan mencemaskan masa lalu kita yang sudah tidak mungkin dapat diubah lagi. Kita juga tidak akan mendapat keuntungan dengan mencemaskan apa yang akan terjadi pada diri kita dimasa depan yang mungkin berbeda dengan apa yang kita harapkan. Kalau kita menghabiskan waktu hanya untuk mencemaskan masa lalu dan apa yang akan terjadi pada diri kita di masa depan, keuntungan apa yang kita peroleh justru banyak kesempatan yang baik kita lewatkan begitu saja.

Ada tiga hal agar dapat memanfaatkan waktu secara produktif:


  1. Jangan suka menunda. Sebagai alasan melarikan diri dari pekerjaan yang datang bertubi-tubi, atau yang kurang disenangi dan bisa juga karena khawatir dengan hasil yang buruk.

  2. Tetap fokus pada prioritas. Seringkali kurang memahami mana yang harus diutamakan. Terlalu sibuk, tetapi bukan untuk melakukan hal-hal yang produktif.

  3. Tidak keluar jalur. Membelok dari rencana yang sudah ditetapkan. Seringkali dengan tidak sengaja kita keluar jaluar dari sudah direncanakan.

Dan bilamana kita menghayati karunia waktu yang Tuhan sudah berikan dengan sebaik-baiknya, mungkin pada akhirnya semua hari ini atau setiap hari dalam kehidupan kita akan disatukan menjadi seluruh kehidupan yang baik yaitu menjadi hari-hari yang sukses, membuat setiap hari kemarin menjadi kenangan yang indah, dan setiap hari esok menjadi masa depan yang penuh harapan.Salam luar biasa.


Rabu, 19 Maret 2008

CERITA BIJAK


ANAK MANJA


Ada seorang anak laki-laki hidup dengan bibinya, sejak orangtuanya meninggal. Bibinya adalah satu-satunya saudari dari ibunya. Karena dia tidak menikah dan tidak mempunyai anak, si bibi memanjakan anak itu.

Pada suatu hari anak itu mencuri sebuah buku di toko. Pemilik toko itu marah dan melaporkan hal itu kepada si bibi. Akan tetapi si bibi tidak menghardik anak laki-laki itu, ia hanya tersenyum mendengar laporan itu dan bahkan memberinya gula-gula.

Sampai waktunya anak itu tumbuh menjadi dewasa. Dia menjadi pencuri terkenal. Akhirnya ia ditangkap dan dijatuhi hukuman gantung. Orang banyak berkumpul di sekitar tiang gantungan ketika tali dipasang pada lehernya. Tiba-tiba seorang wanita menyibak kerumunan orang banyak, maju menjumpai si terhukum. Wanita itu adalah bibi yang telah membesarkan dia. Ia naik ke atas panggung, meratap sambil merangkul orang terhukum itu. Tetapi orang trhukum itu berpaling dan menggigit telinga si bibi. Dengan jeritan menahan sakit wanita itu pergi. Orang banyak marah atas perlakuan yang mengejutkan dari orang trhukum itu. Akan tetapi orang terhukum itu segera memberi isyarat kepada orang banyak supaya diam. Lalu dia menjelaskan, 'Wanita itu adalah penyebab semua ini. Jika saat aku kecil dia menghardik kesukaanku mencuri aku tidak perlu menghadapi kematian hari ini."


Pada akhirnya anak yang dimanja tidak pernah akan berterima kasih karena pernah dimanja.

KATA-KATA PENGHIBUR

THE WAY TO GOD


If my days were untroubled and my heart always light

Would I seek that fair land where there is no night?

If I never grew weary with the weight of my load

Would I search for God's peace at the end of the road?

If I never knew sickness and never felt pain

Would I reach for a hand to help and sustain?

If I walked not with sorrow and lived without loss

would my soul seek sweet solace at the foot of the cross?

If all I desired was mine day by day

Would I kneel before God and earnestly pray?

If God sent no winter to freeze me with fear

Would I yearn for the warmth of spring every year?

I ask myself this and the answer is plain.......

If my life were all pleasure and I never knew pain

I'd seek God less often and need Him much less,

For God's sought more often in times of distress,

And no one knows God or sees Him as plain

As those who have met Him on the pathway of pain.


Many are the afflictions of the righteous;

but the Lord delivers him out of them all.

Mazmur 34 : 20



JALAN MENUJU TUHAN


Apakah aku akan mencari negeri indah

di mana tidak pernah mengenal malam?

Jika aku tidak pernah merasa lelah menanggung bebanku

Apakah aku akan mencari kedamaian Tuhan di akhir jalan hidupku?

Jika aku tidak pernah kena penyakit dan tidak pernah merasakan sakit

Apakah aku akan mencari tangan yang dapat menolong dan mendukungku?

Jika aku tidak pernah mengalami kesedihan dan hidup tanpa kekurangan

Apakah jiwaku akan mencari penghiburan di kaki salib?

Jika semua keinginanku aku dapat setiap hari

Apakah aku akan berlutut di hadapan Tuhan dan berdoa dengan tulus?

Jika tuhan tidak mengirimkan musim dingin

yang membekukanku dengan ketakutan

Apakah aku akan mengharapkan kehangatan musim semi setiap tahunnya?

Semua ini aku tanyakan pada diriku sendiri dan jawabannya mudah sekali --

Jika hidupku penuh dengan kegembiraan dan

tidak pernah diganggu oleh rasa sakit

Aku tidak akan sering mencari Tuhan dan semakin tidak membutuhkanNya,

Dan tidak seorang pun akan mengenal atau melihat Tuhan dengan nyata

Kalau tidak pernah bertemu denganNya di jalan yang penuh penderitaan.



Kemalangan orang benar banyak;

tetapi Tuhan melepaskan dia dari semuanya itu.

Mazmur 34:20









SENYUM ITU BERKAT


Thomton membeli seekor kuda dari Pendeta Whitefield, "Anakku, perlu kau ketahui bahwa saya ini seorang yang saleh dan taat beragama," kata si pendeta, "Dan kuda itu sudah saya miliki sejak ia masih kecil. Karena itu ia hanya bisa memahami dua perkataan saja yang selama ini kuajarkan padanya. "Amin" kalau untuk berhenti dan "Puji Tuhan" kalau begitu berjalan." Begitulah, uang pun diberikan dan Thomton langsung naik dan memacu kudanya. Kuda itu berlari dengan kencang-kencangnya melintasi sebuah padang datgar. Tapi tiba-tiba tanpa diduga, mereka tiba di hadapan sebuah jurang yang menganga. Thomton menjadi begitu panik, tapi untunglah ia teringat akan pesan pendeta itu. "Amin!" teriaknya dan dengan serta-merta kuda itu langsung berhenti - hanya beberapa sentimeter dari tepi jurang yang terjal itu. Bukan main leganya Thomton karena baru saja lepas dari bahaya yang nyaris merenggut nyawanya. Ia menengadah ke atas, lalu secara tak sengajadari mulutnya terlotnar ucapan, "Puji Tuhan."

Spirit of CHANGE




INFORMASI AKAN MEMBENTUK SIAPA ANDA


Richard Petty & John Cacioppo


"Untuk mengubah sikap, perlu lebih dulu memodifikasi informasi yang menjadi pijakan dari sikap. Untuk mengubah keyakinan seseorang, perlu lebih dulu menghilangkan keyakinan lama, atau memperkenalkan keyakinan baru."

Pepatah baru di era informasi mengatakan, "Anda adalah apa yang Anda ketahui". Informasi akan jadi penentu daya saing Anda, juga akan mengubah diri Anda. Memang akan muncul resistensi di dalam diri, namun pemenang adalah mereka yang berhasil mengatasi resistensi itu.

Dengarkan mereka bicara



PAK KUDA YANG PENGAMPUN


Suatu hari, Kancil tertangkap basah telah mencuri ketimun di ladang Pak Rusa. Maka dengan berbondong-bondong maling berkaki empat itu diarak ke kantor Pak Kuda supaya diadili. Tetapi di tengah jalan si Kancil sudah sembab dijotosi pengaraknya sampai dia setengah teler. Di kantornya, Pak Kuda bertanya, mengapa Kancil dipukuli? Massa menjawab, "Karena Kancil mencuri ketimun." Tetapi Pak Kuda berkilah, siapapun juga yang belum dihadapkan di meja pengadilan dan belum dinyatakan bersalah, kita tidak boleh main hakim sendiri. Maka proses peradilan itu pun segera dimulai. Di hadapan persidangan itu Kancil mengaku bahwa ia telah berbuat salah karena mencuri ketimun milik orang lain. "Kenapa kamu mencuri?" hardik Pak Kuda. "Saya kelaparan. Pak. Saya tidak punya pekerjaan, dan anak saya perlu makan." "Pentung gundulnya saja, Pak Kuda." teriak massa. "Iya. Pak. Setiap pencuri memang harus mati." kata yang lain pula. "Dengarlah, Saudara-saudara." lerai Pak Kuda. "Kita dapat berkata macam-macam seperti itu, karena perut kita sekarang ini lagi kenyang. Tetapi apakah kita juga dapat berkata sesuci itu jika perut kita sedang kelaparan? lanjut Pak Kuda. "Saudara kita ini mencuri karena perut yang lapar, dan bukan karena jiwanya yang lapar sehingga menimbulkan kerakusan untuk menguasai barang milik orang lain." Massa yang berkerumun itu kemudian pada berguman dengan argumentasinya masing-masing. Tetapi dari sekian banyak suara itu tak satupun yang dapat memberikan jalan keluar yang dapat mengobati perut Kancil yang lapar, kecuali satu; mereka bubar sambil membawa PR. Para binatang di hutan itu segera pulang ke rumah masing-masing dengan penuh kekecewaan. Sementara setelah meeka pergi, Pak Kuda berkata kepada Kancil. "Berusahalah engkau mendapatkan kebutuhanmu sebaik-baiknya untuk dapat bertahan hidup, tetapi jangan berbuat jahat."


*******************

Kita lebih sering menjadi polisi yang pintar mencari-cari kesalahan orang, tetapi tidak pintar untuk menjadi dokter yang dapat menyembuhkan penyakit orang.


"Basuhlah, bersihkanlah dirimu, jauhkanlah perbuatan-perbuatanmu yang jahat dari depan mata-Ku. Berhentilah berbuat jahat, belajarlah berbuat baik; usahakanlah keadilan, kendalikanlah orang kejam; belalah hak anak-anak yatim, perjuangkanlah perkara janda-janda." (Yesaya 1:16-17).

Selasa, 18 Maret 2008

ARTIKEL



MINAT BELAJAR DAN HARAPAN ORANG TUA


Oleh: Drs. Petrus Souisa, M.Ed


Dalam sebuah studi yang dibuat dan dirancang untuk menemukan mengapa siswa-siswi di Amerika sekarang menunjukkan prestasi di bawah rata-rata Internasional dalam matematika dan sains. Kalau dibandingkan dengan siswa-siswi yang berprestasi tertinggi di Jepang dan Hongkong. Harold W. Stevenson dan Shin-Ying Lee mewancarai hampir 1500 orang siswa dan ibu mereka dan ditemukan bahwa : anak-anak dari Amerika, Jepang dan Hongkong sekalipun dari latar belakang budaya yang berbeda, tidak mempunyai perbedaan dalam kemampuan intelektual bawaan mereka. Perbedaan yang nyata adalah terlihat dalam hal minat belajar dan harapan orang tua mereka. Para Ibu di Jepang dan China menaruh harapan yang lebih tinggi dalam mengantisipasi keberhasilan. Menaruh harapan dan menekankan pentingnya pendidikan dalam kehidupan sehari-hari. Selain menetapkan standar pendidikan yang lebih tinggi, kaum ibu Jepang dan china lebih menekankan pentingnya kerja keras, kalau dibandingkan dengan kaum ibu di Amerika, yang lebih menekankan kemampuan bawaan anak. Sebagai contoh : Di Jepang anak-anak bersekolah 60 hari lebih lama dalam setahun di banding di Amerika (1/3 lebih banyak dari Amerika) dan mereka rata-rata harus mengerjakan PR empat jam per hari di banding rata-rata empat jam per minggu bagi anak-anak Amerika. Dari beaya yang di keluarkan, orang Jepang dan orang Amerika menghabiskan dana yang sama untuk pendidikan anak-anak mereka (+ 7 persen produk nasional bruto). Kelas-kelas sekolah Jepang mempunyai perbandingan guru-murid yang jauh lebih besar (40:1, padahal untuk sekolah di Amerika mempunyai perbandingan 25:1). Dan yang mengherankan, ternyata sekolah-sekolah Jepang tidak begitu memanfaatkan teknologi dalam ruang kelas kalau di bandingkan dengan sekolah-sekolah yang ada di Amerika pada umumnya. Perbedaan yang menyolok tampak pada ibu-ibu Jepang yang memandang pendidikan anak-anak sebagai tanggung jawab yang paling penting, memberi kesempatan kepada anak-anak untuk merasa mampu, memperkuat rasa percaya diri dan membangun keberhasilan di atas ketekunan dan keuletan mereka sendiri. Kita boleh simak dengan baik apa yang sudah ditemukan oleh Harold Stevenson dan Shin-Ying Lee dalam mengantisipasi suatu keberhasilan dan perlu mengintropeksi diri kita masing-masing apa yang sudah kita buat selama ini dalam menjalani kehidupan sehari-hari kalau dilihat dari dukungan atau harapan yang sudah diberikan oleh orang tua atau bapak/ibu guru sebagai wakil sepenuhnya dari orang tua, mungkin sudah banyak yang dibuat, bagaimana supaya kita berhasil dan mendapat dukungan sepenuhnya. Semua kegiatan yang ada di Sekolah berasrama ini dari mulai kegiatan belajar di kelas, setiap perbaktian, belajar malam ada guru yang menjaga, di kamar makan ada guru/petugas yang mendampingi dan semua kegiatan yang ada, tidak ada yang tidak di dampingi oleh Bapak/ibu guru yang menaruh harapan yang tinggi dalam mengantisipasi keberhasilan hidup khususnya di Sekolah berasrama. Untuk mengantisipasi suatu keberhasilan diperlukan kerja keras, merasa mampu, percaya diri, dan membangun keberhasilan diatas ketekunan dan keuletan sendiri. Semoga kuasa Tuhan menolong masing-masing kita untuk menumbuhkan motivasi belajar yang lebih baik, dengan demikian apa menjadi tujuan kita semua datang dan belajar di Sekolah berasrama di tempat ini dan apa yang kita cita-citakan dapat tercapai dengan sebaik-baiknya. Success is my right.


Rabu, 12 Maret 2008

Artikel

TUJUAN DAN PERANAN PAKAIAN SERAGAM
Oleh: Helena Elizabeth Souisa, M.Ed




Satu ungkapan mengatakan sebagai berikut: "Apa yang terbaik yang dapat kita capai, adalah semuanya tergantung kepada individunya."


Kalau kita simak dari ungkapan tersebut, maka prinsip inipun dapat kita terapkan dan berlaku juga pada berbagai kebutuhan yang lainnya. Sebagai contoh dalam penggunaan pakaian seragam sekolah. Tidak ada sesuatu yang sulit kita laksanakan kalau kita ada kemauan yang baik menurut pada peraturan sekolah setiap hari senin menggunakan pakaian seragam putih lengan panjang dan dasi, Hari rabu seragam batik dan dasi, Hari Selasa, Kamis, Jum'at putih lengan pendek dan dasi. Dan masih kelihatan beberapa siswa belum menyadari pentingnya penggunaan pakaian seragam sekolah secara lengkap baik SMP maupun SMA yang sudah ditentukan oleh Sekolah. Apapun menjadi alasanmu, kalau kita ada kemauan yang baik untuk melengkapi apa yang sudah dianjurkan oleh sekolah adalah sesuatu yang tidak sulit untuk kita laksanakan. Kalau kita mau simak dan telusuri penggunaan dan peranan pakaian seragam, untuk pertama kalinya penggunaan pakaian seragam digunakan dalam bidang kemiliteran. Dalam ensiklopedia Americana dikatakan bahwa peranan dan tujuan dari penggunaan pakaian seragam oleh pihak kemiliteran secara umum ada tiga yaitu:
  1. Untuk memberikan perlindungan kepada pemakainya terhadap cuaca/alam dan terhadap bahaya dari pertempuran.
  2. Untuk membedakan orang-orang militer dari orang-orang non-militer, dan untuk membedakan kawan atau lawan.
  3. Untuk membantu pemuasan faktor-faktor moril dan rasa kebersamaan dalam satu kesatuan.

Uniform/pakaian seragam modern lahir pada abad ke-17 bersamaan dengan munculnya tentara-tentara nasional di Eropah Barat dan mencapai puncak kejayaan perkembangannnya pada pertengahan abad ke-19. Dan mulai awal abad ke 20, pakaian seragam militer dibagi dalam 2 jenis:

  • Pakaian seragam upacara untuk masa damai.
  • Dan pakaian seragam lapangan untuk persembunyian dan perlindungan dalam pertempuran.

Sesudah Perang Dunia II, disemua negara didunia, pakaian seragam militer untuk tugas sehari-hari dan pakaian seragam tempur cenderung untuk sederhana, praktis dan ekonomis.

Tujuan dan peranan pakaian seragam, bagaimanapun juga dan apapun yang dikatakan oleh para ahli, pakaian seragam memang memancarkan pengaruhnya. Baik kepada si pemakainya sendiri, mapun kepada orang lain di sekitarnya. Pakaian seragam juga mempunyai peranan kejiwaan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari atau dalam lingkungan sekolah antara lain untuk memberikan identitas/sebagai identitas dan untuk memupuk disiplin setiap siswa. Dan masih banyak lagi hal yang positip peranan dari pakaian seragam. Oleh sebab itu, harapan kita semua apa yang sudah diupayakan sedemikian rupa oleh sekolah dalam membangun, memupuk sikap disiplin melalaui pakaian seragam, kita dapat melaksanakan dengan sebaik-baiknya.

Salam sukses luar biasa!

Jumat, 22 Februari 2008

PENGUMUMAN HASIL KELULUSAN KKM SEMESTER 1







SELAMAT ATAS KEBERHASILAN ANDA!
Kelas VII: Gabby Havelaar, Della Sinaga, Evlin Simamora, Frensisca.
Kelas VIII: Mercy, Monica, Cindy, Ruben, Wenny, Purnomo, Tomy, Yudho dan Ozzy.
Kelas IX: Stefany, Mardiyanti, Febiola, Gabriella, Tio Tarina, Yuli, Septha, Putri, Ervina, Martha, Ferry, Rachel, Daniel.
Kelas X-A: Julio, Evi Tamala, Monalisa, Debora, Ditha, Ruth Dian, Gabriella, Rikhard, Ishak, Claudia, Otniel, Lucky.
Kelas X-B: Cynthia, Kristiani, Joy, Lidya Wea, Selvy, Elisabeth, Wendy.
Kelas XI IPS-A: Yosafat, Ribka, Ronald, Elita, Joshua, Meylan, Intan, Adrielle, Victor Jerry.
XI IPS-B: Marcha, Jessy, Ava, Susi.
XI IPA: SEMUA LULUS KKM.
XII IPS-A: Sharon, Andy, Chandra, France, Yosinta, Yosua Indra, Tunjung, Asima, Joice, Allan Junet, Franko, Alfa, dan Senia.
XII IPS-B: Friska, Grace, Kiki Sabrina.
XII IPA: Claudia, Prizellya, Ribka, Merlin, Monalisa, Elsye, Marylin, Oki, Beverly, Sam Surya, Mellisa, Brata, Jonesly.
Mohon maaf bila ada kesalahan pada pembacaan pengumuman di acara Chapel. Yang terbaca pada Chapel adalah nilai psikomotor, sementara nilai yang diperhitungkan adalah nilai kumulatif.

Minum Berlebihan Menyebabkan Kematian


Dehidrasi merupakan kondisi tubuh karena kekurangan cairan. Sebelumnya ada pemikiran bahwa dehidrasi sangat berbahaya, yang sering terjadi pada seseorang yang aktif melakukan kegiatan panjang. Misalnya seorang atlet olahraga yang minum air banyak sambil berolahraga. Akibatnya, banyak orang yang membawa botol minuman ke mana-mana untuk menjaga tubuh dari dehidrasi.
Pada kenyataannya, dalam beberapa keadaan, minum air yang banyak lebih berbahaya daripada kurang cukup. Mengonsumsi air berlebihan dapat menimbulkan Hiponatremia. Itu adalah suatu kondisi kadar ion Natrium (Na+) dalam darah menjadi berkurang. Kadar normal natrium dalam darah adalah 135-145 mm. Kadar ion natrium yang rendah dalam darah dapat menyebabkan kematian. Keadaan seperti ini sering dialami oleh para pelari marathon yang disebabkan keluarnya keringat bersamaan dengan banyak meminum air. Efek ini akan lebih terasa pada wanita, karena sistem metabolisme yang berbeda.
Pada saat berlari, pelari marathon bisa kehilangan 6, 5% berat tubuhnya yang menghasilkan sejumlah panas keringat yang banyak sekali. Garam (natrium) yang ada dalam tubuh ikut keluar bersama keringat. Jika pada saat itu seorang pelari minum dalam jumlah yang sangat banyak, maka akan menurunkan kadar natrium yang ada dalam darah. Hal ini dapat menyebabkan Hiponatremia.

Disadur dari buku Kimia, XI-IPA

MENGHADAPI TEKANAN WAKTU


Alkitab mengatakan dalam Roma 14, I Korintus 3, dan II Korintus 5 bahwa semua orang percaya pada suatu hari harus mempertanggungjawabkan apa yang telah mereka lakukan dalam hidup mereka.
Jarang ada orang yang memandang waktu dari segi kekekalan. Biasanya orang yang sudah sekarat atau hampir matilah yang menyadari betapa berharganya waktu yang ternyata begitu cepat berlalu. Bagaimana dengan Anda dalam menggunakan waktu?
Cara kita memperlakukan waktu seringkali menunjukkan kondisi hati kita. Kesibukan, kelelahan, atau masalah-masalah acap kali membawa kita sibuk melayani diri kita sendiri gantinya melayani TUHAN dan sesama.
Hidup ini merupakan proses pembuatan keputusan. Apa yang kita putuskan mengenai apa yang akan kita lakukan degan waktu yang kita miliki menentukan apakah kita menyia-nyiakan hidup kita dan waktu kita, ataukah kita menginvestasikannya. Untuk menginvestasikan hidup kita dan waktu kita, kita pertama-tama perlu tahu kehendak Allah. Allah akan menggeser langit dan bumi agar kita tahu kehendak-Nya bagi kita apabila kita benar-benar ingin mengetahuinya.
Ada beberapa hal mutlak yang kita ketahui dengan pasti merupakan kehendak Allah. Misalnya, adalah jelas kehendak Allah bahwa kita menyembah-Nya. Adalah jelas kehendak Allah bahwa kita memprioritaskan keinginan untuk aktif dalam tubuh Kristus dan berbuah di dalam-Nya. Hal-hal ini hendaknya tidak menjadi menu pilihan setiap hari Sabat saja, melainkan menjadi suatu kebiasaan yang begitu biasa kita lakukan sehingga jika kita tidak melakukannya, maka kita sudah bukan diri kita lagi.
Mawarni Lazira, S.Th.

GUNDAH GULANA

Risau hatiku memikirkan dirimu…
Walaupun aku tak melihatmu lagi…
Sampai saat ini…
Senyummu…
Gerakmu…
Itulah sumber bahagiaku.
Tapi kau semakin menjauh dan jauh, bagai kapal yang tak hendak berlabuh.
Aku tak mau. Aku tak ingin. Bingung!
Apa yang harus kulakukan? Aku tak mau kau tinggalkan.
Tapi aku malu walau sebenarnya hati ini mau.
Aku ingin meraihmu, menggapaimu. Haruskah aku maju? Atau malah mundur dengan malu?
Aku pasti bisa meraihmu, cinta! Menjadi milikku selamanya!
Evi Sihombing (XI IPA)

neWS!

· Attention for all students, who give not a diploma yet please give and take to the registrar office.
· Buat semua anak SLAPUR, dimohon kerelaannya mengumpulkan pakaian-pakaian yang akan dibagikan bagi kaum miskin, karena kita akan mengadakan bakti sosial.
· Selamat buat para pemenang band terbaik pada Festival Band yang lalu.
· Acara malam minggu dibawakan oleh OSIS.
· Sistem perlawatan ke asrama akan mengalami sedikit perubahan. Yang sakit dan yang absen dilawat oleh tim OSIS.
· Upacara Senin mendatang oleh kelas XI IPS.