JULIO SIRINGO-RINGO, MONALISA NATKIME, ANINDITA ROSELINE
As the winner for X-GRADE of Senior High School
Media Informasi dan Komunikasi Resmi
yang diajarkan/yang sudah di persiapkan guru bila mengajar di kelas. Kalau ada temannya yang berusaha memberikan pendapat, dan pendapatnya salah maka akan mentertawakan temannya yang salah. (Satu sikap yang kurang baik dalam belajar). Dalam pendidikan menjawab salah dan menjawab benar sebetulnya sama manfaatnya secara ilmu Pendidikan. Bilamana engkau salah dalam memberikan pandangan atau jawaban atas pertanyaan, maka ini akan memberi ilham kepada guru atau kita semua untuk menemukan jalan baru yaitu membimbing kepada jawaban yang benar. Kesalahan justru membuka cakrawala bahwa ada begitu banyak jalan menuju jawaban yang benar. Dan jalan-jalan itu tidak akan kelihatan kalau semua selalu menjawab benar. Tanpa kesalahan-kesalahan yang ada pada kalian, maka guru juga akan kehilangan kreativitasnya dalam mengajar. Coba kita hilangkan sikap yang kurang baik dalam belajar seperti ini. Menjawab benar atau salah sama manfaatnya dalam Ilmu Pendidikan. Diharapkan bagi kita semua. Menanamkan dalam diri kita, jangan pernah cepat merasa puas dengan apa saja yang disampaikan oleh guru dalam setiap kesempatan belajar, melainkan tunjukkanlah di dalam dirimu satu usaha, ada inisiatif untuk melibatkan diri aktif dalam kegiatan belajar dengan demikian tujuan belajar anda dapat dicapai dengan sebaik-baiknya sebagaimana yang sudah dikatakan dalam buku Pendidikan : Pendidikan yang benar memperkembang daya (kembangkan kempauan berpikirmu) untuk menjadi orang-orang yang kuat bertindak dan berpikir, menjadi orang yang memiliki pikiran yang luas dan menjadi pemikir bukan pemantul pikiran-pikiran orang lain.
Salam, success is my right
Drs. Petrus Souisa, M.Ed.







Bapak Johan Hutapea menyampaikan pesan-pesan dari pengalaman hidup Yesus dan pengalaman pribadi yang melukiskan betapa Allah sangat mengasihi manusia dengan kemauannya berkorban dan melupakan kemauan diri sendiri.
Pengorbanan Yesus, menurut Hutapea, adalah sebuah lukisan kasih dan gambaran kesempurnan tabiat yang patut diperhatikan bahkan oleh siswa sekalipun.
Hutapea yang dating dari Jakarta sebagai auditor keuangan Sekolah Lanjutan Advent Purwodadi tersebut menjelaskan lebih lanjut bahwa yang paling utama adalah menyadari siapa kita, apa misi kita, sebagaimana Yesus memberikan contoh itu. Kisah Alexander the Great menjadi ilustrasi menarik bagi para siswa—GANTI NAMAMU, atau GANTI PEKERJAANMU! Demikian wejangan tersebut diakhiri.
Sumber: Ketaqwaan SMA



Pertama kali—paling tidak dalam 7 tahun terakhir ini—kami siswa-siswi SMP Advent Purwodadi mengadakan kebaktian Sabat di alam terbuka, terpisah dari keluarga Bapak dan Ibu Guru, serta kakak-kakak kelas SMA, terpisah dari gedung Sport Hall yang terasa monoton. Pada hari Sabat, 27 Oktober 2007, dalam naungan alam yang asri, dalam cuaca yang cerah dan angina yang sejuk, 28 umat-Nya lebih mendekatkan diri kepada Sang Pencipta melalui alam kreasi-Nya. Setelah song service oleh Kimberley Monica Pungus, tepat pukul 09.00 WIB Sabbath School Program berlangsung dengan cukup hikmat. Stefany Hanasari Simbolon dan Septha Manik tampil sebagai leader. Yudho Damanik memory verse, Fransisca opening prayer, Tommy closing prayer, Mission Report oleh Gabby Havelaar, kuis Alkitab oleh Rachel dan Cindy S sementara special song dibawakan oleh Boys. Semuanya menggunakan bahasa Inggris, kecuali Bible Quiz hanya pengantarnya berbahasa Inggris.
Diskusi SS berlangsung lebih kurang 1 (satu) jam: 40 menit di UKSS masing-masing dan 20 menit dipandu oleh Bapak G. Hutabarat, yang dengan semangat memotivasi kami untuk berbahasa Inggris walaupun mungkin hanya 25% atau 50%. Satu hal yang amatmenggembirakan ialah UKSS kami berhasil mengungkapkan materi dengan judul Relating to Local Church. Anggota UKSS kami bersama-sama mencoba menerjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia untuk memahami isi pelajaran. Namun kami masih takut-takut menerapkan bahasa Inggris. Beri kami support ya… It’s nevermind. Try again.
Setelah itu, dilanjutkan dengan acara khotbah. Ibu S. N. Rajagukguk telah mempersiapkannya dengan baik. Pendamping beliau adalah Febiola Biere, Kevin Nathanael dan Bapak G. Hutabarat. Topik pembicaraan Ibu selvina Rajagukguk ialah SENYUM. Beliau mendahuluinya dengan sebuah interaksi. Kami diberikan kartu bundar berwarna pink. Kami diminta melihat wajah kami di cermin yang digilirkan. Kemudian kami menggambar wajah kami pada kartu itu (menambahkan mata, alis mata, hidung, mulut, sedikit rambut). Tentu, pada saat itu terciptalah suasana hati yang riang. Geeerr… Di balik kartu dituliskan nama sifat dari huruf awal nama kami. Misalnya Gibson (huruf G) adalah Great/ good; Stefany (huruf S) adalah sweety; Kevin (huruf K) adalah Kind; dan lain-lain.
Oya, 2 lagu istimewa dalam acara khotbah ini dikumandangkan oleh Girls dan Boys. Dan persembahan kami berjumlah Rp. 25.000.- Setelah Ibu Selvina menguraikan makna Senyum (menjadikan lebih sehat, menjalin keakraban, dll) beliau membagikan lagi kartu berbentuk hati dengan warna merah. Pada kartu itu kami menuliskan kepada teman tersebut. Lalu kami membacakannya. Senang sekali rasanya. Senyum pun mengembang.
Kami yakin, seandainya pohon beringin tempat kami bernaung itu memiliki mata, hidung, dan mulut, pastilah dia ikut tersenyum. Dia menjadi saksi ibadah kami.
Pukul 11.00 WIB acara khotbah pun usai. Kami lanjutkan dengan makan siang bersama. Setelah itu, kami menikmati indahnya alam Kebun Raya, terutama di lokasi taman kaktus. Karena pukul 15.00 WIB kami mengikuti acara Pathfinder di kampus, kami pun segera pulang. Bapak G. Hutabarat mencegatkan bison untuk kami. Akhirnya, sampailah kami kembali di kampus tercinta. Kapan ya...beribadah di alam lagi?
Oleh: G. HUTABARAT
